Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia setelah lalu lintas kapal di jalur perairan strategis tersebut turun drastis di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dan perdagangan global.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling penting dalam perdagangan energi dunia. Letaknya berada di antara Iran dan Oman dan menjadi penghubung antara Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Laut Arab.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut mengalami penurunan tajam. Data pelacakan kapal Kpler menunjukkan hanya tujuh kapal yang melintas pada 10 September. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata sekitar 15 kapal per hari dalam 10 hari sebelumnya. Sebelum konflik meningkat, sekitar 125 kapal komersial besar dapat melintas setiap harinya.
Selat Hormuz bukan sekadar jalur pelayaran biasa. Kawasan ini merupakan salah satu titik paling penting dalam distribusi energi dunia.
Sejumlah negara penghasil minyak dan gas di kawasan Teluk menggunakan jalur tersebut untuk mengirimkan komoditas energi ke berbagai negara. Karena itu, gangguan di Selat Hormuz dapat memberikan dampak yang jauh lebih luas dibandingkan wilayah konflik itu sendiri.
Ketika kapal tanker kesulitan melintas atau perusahaan pelayaran memilih menghindari kawasan tersebut, pengiriman energi dapat menjadi lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih lama.
Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi harga minyak di pasar global.
Penurunan aktivitas pelayaran bukan terjadi hanya dalam satu hari.
Reuters melaporkan bahwa rata-rata jumlah kapal komoditas yang melewati Selat Hormuz dalam 10 hari terakhir telah turun menjadi sekitar 10 kapal per hari. Pada satu hari sebelumnya, bahkan hanya dua kapal yang tercatat melintas.
Data terbaru pada 10 September kembali menunjukkan penurunan menjadi tujuh kapal.
Meski demikian, angka pelacakan kapal tidak selalu menggambarkan seluruh aktivitas sebenarnya. Sebagian kapal dapat mematikan sistem identifikasi otomatis atau AIS sehingga tidak seluruh pergerakan kapal dapat terlihat melalui sistem pelacakan publik.
Artinya, lalu lintas sebenarnya kemungkinan lebih tinggi dibandingkan angka yang terlihat, tetapi tingkat aktivitasnya tetap jauh lebih rendah dibandingkan kondisi normal.
Gangguan terhadap jalur pengiriman energi mulai terasa di pasar minyak dunia.
Pada 10 September, harga minyak Brent ditutup di sekitar US$107,63 per barel, setelah mengalami kenaikan lebih dari 6 persen dalam sehari. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI mencapai sekitar US$102,48 per barel. Keduanya berada di level tertinggi sejak Mei.
Sehari kemudian, Brent bahkan sempat mencapai sekitar US$109,97 per barel, dengan kenaikan mingguan hampir 13 persen. Investor mulai khawatir gangguan pasokan energi akan berlangsung lebih lama dan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.
Jika harga minyak terus meningkat, dampaknya tidak berhenti pada perusahaan energi. Biaya transportasi, produksi, dan berbagai barang yang membutuhkan bahan bakar juga dapat ikut terdorong naik.
Penurunan lalu lintas kapal terjadi setelah meningkatnya serangan antara Iran dan Amerika Serikat di sekitar jalur pelayaran.
Pada 9 September, Iran mengklaim telah menyerang 10 kapal setelah Amerika Serikat sebelumnya menyerang dan menghancurkan lima kapal tanker Iran. Insiden tersebut menjadi salah satu eskalasi terbesar terhadap pelayaran sejak perang dimulai.
Organisasi Maritim Internasional atau IMO juga mencatat puluhan insiden yang telah dikonfirmasi di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya. Hingga 8 September, terdapat 73 insiden terkonfirmasi dan 21 korban jiwa dari kalangan pelaut.
Situasi tersebut membuat perusahaan pelayaran harus mempertimbangkan risiko keselamatan sebelum mengirimkan kapal melewati kawasan tersebut.
Masalah di Selat Hormuz tidak hanya berkaitan dengan negara-negara di Timur Tengah.
Jika pasokan minyak dunia terganggu dalam waktu lama, negara-negara yang bergantung pada impor energi dapat menghadapi kenaikan biaya. Harga bahan bakar yang lebih tinggi kemudian dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi.
Dampaknya juga bisa terasa pada masyarakat melalui harga barang dan jasa.
Kekhawatiran tersebut sudah terlihat di pasar keuangan. Kenaikan harga minyak mulai meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi sehingga investor memperkirakan bank sentral di sejumlah negara mungkin perlu mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
Dengan kata lain, persoalan yang bermula dari sebuah jalur pelayaran dapat berkembang menjadi masalah ekonomi global.
Beberapa negara telah berusaha menggunakan jalur alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.
Arab Saudi, misalnya, memiliki fasilitas ekspor di pesisir Laut Merah yang dapat membantu mengalihkan sebagian pengiriman minyak. Aktivitas pengiriman dari pelabuhan Yanbu juga meningkat pada awal September.
Namun, jalur alternatif tidak serta-merta mampu menggantikan seluruh kapasitas Selat Hormuz.
Karena itu, selama situasi keamanan di kawasan belum stabil, pasar energi masih akan menghadapi ketidakpastian.
Selat Hormuz menjadi contoh bagaimana sebuah wilayah yang relatif sempit dapat memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan ekonomi dunia.
Bagi masyarakat umum, konflik di kawasan tersebut mungkin terasa jauh. Namun ketika jalur pengiriman minyak terganggu, dampaknya dapat muncul dalam bentuk harga bahan bakar, biaya transportasi, hingga harga barang.
Untuk saat ini, perhatian dunia tertuju pada perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran serta apakah lalu lintas kapal di Selat Hormuz dapat kembali normal.
Jika gangguan berlangsung lebih lama, tekanan terhadap pasar energi dan ekonomi global kemungkinan akan semakin besar. Sebaliknya, jika jalur pelayaran dapat kembali aman, pasar minyak berpeluang mendapatkan sedikit ruang untuk kembali stabil.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments