Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

28

Aug

Kenapa Bandung Punya Banyak Bangunan Bergaya Eropa?

Kalau berjalan di kawasan lama Bandung, kamu mungkin merasa sedang berada di kota Eropa—bukan karena Bandung mencoba meniru Eropa, tetapi karena jejak sejarahnya memang masih terlihat jelas pada bangunan-bangunan yang berdiri hingga sekarang.

Dari kawasan Braga, Asia Afrika, hingga sekitar Gedung Sate, berbagai bangunan tua memperlihatkan fasad, jendela, ornamen, dan tata kota yang berbeda dari kawasan perkotaan modern. Di balik tampilannya yang fotogenik, ada cerita panjang tentang bagaimana Bandung berkembang sejak masa kolonial.

Bandung Mulai Dibentuk sebagai Kota Modern

Perkembangan besar Bandung terjadi pada awal abad ke-20 ketika pemerintah kolonial Belanda mulai mengembangkan kota ini sebagai pusat pemerintahan dan permukiman.

Letaknya yang berada di dataran tinggi dengan udara yang relatif sejuk membuat Bandung dianggap menarik bagi orang-orang Eropa. Kota ini kemudian berkembang dengan berbagai fasilitas modern pada zamannya, mulai dari perkantoran, hotel, sekolah, hingga kawasan permukiman.

Perkembangan tersebut ikut membawa gaya arsitektur Eropa ke dalam wajah kota.

Namun, bangunan di Bandung sebenarnya tidak semuanya sekadar menyalin bentuk bangunan Eropa. Arsitek pada masa itu juga mulai menyesuaikan desain dengan kondisi iklim tropis Bandung.

Kenapa Bentuk Bangunannya Terlihat “Eropa”?

Salah satu alasannya adalah penggunaan gaya arsitektur yang populer di Eropa pada masa tersebut, termasuk Art Deco, yang kemudian menjadi salah satu ciri khas arsitektur Bandung.

Art Deco dikenal melalui bentuk geometris, garis-garis tegas, ornamen dekoratif, serta permainan bentuk pada fasad bangunan.

Menariknya, gaya tersebut kemudian beradaptasi dengan lingkungan Bandung. Bukaan jendela, ventilasi, teras, dan elemen bangunan tertentu dibuat dengan mempertimbangkan kondisi iklim tropis.

Jadi, kalau melihat bangunan lama Bandung, jangan hanya memperhatikan apakah bentuknya terlihat “Belanda” atau “Eropa”. Perhatikan juga bagaimana desainnya dibuat untuk menghadapi panas, hujan, dan kelembapan.

Braga: Salah Satu Wajah Lama Bandung

Salah satu kawasan yang paling mudah memperlihatkan cerita tersebut adalah Jalan Braga.

Kawasan ini berkembang menjadi area komersial yang dikenal dengan toko, restoran, hotel, dan berbagai bangunan bergaya Eropa. Hingga sekarang, sejumlah bangunan lama masih memberikan karakter visual yang berbeda dari kawasan Bandung lainnya.

Yang menarik, daya tarik Braga bukan hanya karena bangunannya tua. Fasad bangunan, proporsi jendela, pintu, ornamen, dan deretan bangunan yang membentuk satu koridor jalan membuat kawasan ini memiliki identitas yang kuat.

Itulah mengapa Braga tetap menjadi salah satu kawasan yang sering dicari wisatawan ketika ingin merasakan sisi historis Bandung.

Bukan Cuma Braga

Jejak arsitektur masa kolonial juga bisa ditemukan di berbagai bagian kota.

Gedung Sate, misalnya, memiliki perpaduan elemen arsitektur Barat dengan detail yang terinspirasi dari budaya lokal. Salah satu elemen yang paling mudah dikenali adalah ornamen di bagian atas bangunan yang menyerupai tusuk sate.

Sementara itu, kawasan sekitar Jalan Asia Afrika memperlihatkan deretan bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting dari perkembangan Bandung sebagai kota pemerintahan, perdagangan, dan pertemuan internasional.

Artinya, arsitektur Bandung bukanlah kumpulan bangunan tua yang berdiri secara terpisah. Bangunan-bangunan tersebut merupakan bagian dari perkembangan sebuah kota.

Warisan yang Sekarang Menjadi Daya Tarik Wisata

Saat ini, bangunan-bangunan tersebut memiliki fungsi baru dalam dunia pariwisata.

Wisatawan tidak hanya datang ke Bandung untuk mencari pemandangan alam atau kuliner. Kawasan heritage juga menjadi alasan untuk berjalan kaki, berburu foto, menikmati suasana kota, sekaligus mengenal sejarahnya.

Hal ini membuat arsitektur menjadi bagian penting dari pengalaman wisata Bandung.

Bangunan lama memberikan sesuatu yang tidak bisa dibuat ulang dengan cepat: identitas.

Di tengah perkembangan kota yang semakin modern, keberadaan bangunan bersejarah membuat Bandung memiliki lapisan cerita yang berbeda. Kita bisa melihat kota yang sama dari dua sisi—Bandung sebagai kota modern dan Bandung sebagai kota yang masih menyimpan jejak masa lalu.

Jadi, Kenapa Bandung Punya Banyak Bangunan Bergaya Eropa?

Jawabannya tidak sesederhana karena Bandung pernah menjadi bagian dari pemerintahan kolonial Belanda.

Perkembangan Bandung sebagai kota modern pada masa kolonial membawa masuk berbagai konsep arsitektur dan tata kota dari Eropa. Para arsitek kemudian mengembangkan dan menyesuaikannya dengan kondisi lokal.

Hasilnya adalah wajah Bandung yang unik: arsitektur Eropa yang bertemu dengan lingkungan tropis dan unsur budaya lokal.

Itulah yang membuat perjalanan menyusuri Bandung terasa berbeda. Di balik satu fasad tua, ada cerita tentang perkembangan kota, perubahan zaman, dan bagaimana sebuah kota terus mempertahankan identitasnya di tengah modernisasi.

Dan mungkin, lain kali saat melewati Braga atau melihat bangunan tua di pusat Bandung, jangan cuma berhenti untuk mengambil foto. Coba perhatikan detailnya—karena setiap bangunan punya cerita tentang Bandung pada masanya


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS