Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Di tengah lanskap gurun Yordania, ada sebuah kota kuno yang penampilannya terlihat seperti sesuatu dari film.
Tebing-tebing batu berwarna merah muda mengapit jalan sempit, sementara bangunan monumental muncul langsung dari dinding batu.
Tempat itu adalah Petra.
Namun, ada satu hal yang membuat Petra begitu menarik:
kota ini tidak dibangun seperti kota pada umumnya. Banyak bangunannya justru dipahat langsung dari batu.
Petra merupakan pusat penting Kerajaan Nabatea, yang berkembang di wilayah Yordania dan sekitarnya pada masa kuno.
Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur perdagangan yang menghubungkan berbagai wilayah. Para pedagang melewati Petra untuk membawa berbagai barang, termasuk rempah-rempah, dupa, dan komoditas lainnya.
Posisi tersebut membuat Petra berkembang menjadi kota yang penting dan makmur.
Namun, keberhasilan Petra bukan hanya karena lokasinya.
Masyarakat Nabatea juga dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam mengelola air di lingkungan yang kering.
Petra berada di wilayah dengan kondisi yang relatif kering.
Tetapi masyarakat yang tinggal di sana mampu mengembangkan sistem untuk mengumpulkan dan menyimpan air.
Mereka membuat saluran air, waduk, dan berbagai struktur pengelolaan air untuk membantu memenuhi kebutuhan penduduk.
Kemampuan tersebut memungkinkan sebuah kota berkembang di tengah lingkungan yang tidak mudah ditinggali.
Jadi, ketika membicarakan Petra, yang menarik bukan hanya bangunan batunya.
Teknologi di balik kehidupan kota ini juga merupakan bagian penting dari ceritanya.
Salah satu bagian Petra yang paling terkenal adalah Al-Khazneh, yang sering disebut The Treasury.
Bangunan ini memiliki bagian depan yang sangat monumental, lengkap dengan kolom, ornamen, dan pahatan yang detail.
Yang membuatnya luar biasa adalah cara pembuatannya.
Bagian depannya dipahat langsung pada dinding batu pasir.
Nama The Treasury sendiri sebenarnya tidak berarti bahwa bangunan tersebut terbukti digunakan sebagai tempat menyimpan harta.
Nama itu muncul dari legenda yang berkembang kemudian.
Para arkeolog meyakini Al-Khazneh berkaitan dengan fungsi makam atau bangunan monumental Nabatea.
Banyak orang mengenal Petra hanya dari foto Al-Khazneh.
Padahal, kawasan Petra jauh lebih luas.
Di dalamnya terdapat makam, kuil, teater, jalan kuno, tempat ibadah, dan berbagai struktur lainnya yang tersebar di antara lembah dan tebing.
Salah satu bagian yang menarik adalah Street of Facades, kawasan dengan deretan makam yang juga dipahat pada tebing batu.
Semakin jauh menjelajahi Petra, semakin terlihat bahwa tempat ini bukan sekadar satu bangunan ikonik.
Petra adalah sebuah kota.
Jika Al-Khazneh sudah terlihat mengesankan, Petra masih memiliki bangunan monumental lainnya.
Namanya Ad Deir, atau lebih dikenal sebagai The Monastery.
Untuk mencapainya, pengunjung harus melewati jalur dengan ratusan anak tangga.
Sesampainya di atas, sebuah fasad batu berukuran besar akan terlihat di hadapan pengunjung.
Seperti Al-Khazneh, bangunan ini juga dipahat langsung dari batu pasir.
Bedanya, lokasinya yang lebih tinggi membuat perjalanan menuju tempat tersebut menjadi bagian dari pengalaman.
Petra sering mendapat julukan Rose City karena warna batu pasir yang mendominasi kawasan tersebut.
Warna batu bisa terlihat merah muda, merah, jingga, hingga kecokelatan tergantung pada kondisi cahaya.
Ketika terkena sinar matahari, lapisan dan tekstur batu menciptakan pola warna yang berbeda-beda.
Karena itu, Petra tidak hanya menarik dari sisi sejarah dan arsitektur.
Lanskap alaminya sendiri menjadi bagian dari keindahan kota ini.
Petra tidak selamanya menjadi pusat perdagangan.
Perubahan jalur perdagangan, kondisi politik, serta berbagai faktor lainnya membuat peran Petra perlahan menurun.
Gempa bumi juga pernah memengaruhi kawasan tersebut.
Kota yang dahulu ramai kemudian semakin ditinggalkan.
Namun, bangunan dan makam yang dipahat di batu tetap bertahan.
Selama berabad-abad, Petra tidak lagi menjadi pusat kehidupan seperti sebelumnya.
Hingga akhirnya kawasan tersebut kembali dikenal luas oleh dunia pada awal abad ke-19.
Kini, Petra menjadi salah satu destinasi sejarah paling terkenal di dunia.
UNESCO menetapkan Petra sebagai Situs Warisan Dunia pada 1985.
Kemudian pada 2007, Petra terpilih sebagai salah satu New7Wonders of the World.
Wisatawan datang untuk melewati Siq, melihat Al-Khazneh, menjelajahi makam-makam kuno, hingga mendaki menuju The Monastery.
Namun, daya tarik Petra sebenarnya lebih dari sekadar pemandangan.
Di tempat ini, kamu bisa melihat bagaimana arsitektur, perdagangan, teknologi air, dan kondisi alam saling berhubungan dalam perkembangan sebuah kota kuno.
Petra mungkin terkenal karena bangunannya yang terlihat luar biasa di antara tebing gurun.
Tetapi semakin dipelajari, semakin terlihat bahwa kehebatannya bukan hanya pada apa yang terlihat.
Ada sistem air yang memungkinkan kota bertahan.
Ada jalur perdagangan yang membuatnya makmur.
Ada keterampilan pemahat yang mengubah tebing batu menjadi bangunan monumental.
Dan ada sejarah panjang yang membuat semuanya tetap menarik hingga ribuan tahun kemudian.
Petra bukan hanya kota yang dibangun di antara gunung.
Petra adalah kota yang sebagian kisahnya dipahat langsung ke dalam gunung.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments