Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

15

Sep

Salt Baked Food: Tradisi Memasak dengan Garam dari Berbagai Negara

Memasak dengan Garam di Balik Tradisi Mediterania

Salah satu contoh yang cukup dikenal berasal dari kawasan Mediterania. Ikan segar, terutama ikan utuh, biasanya dilapisi campuran garam sebelum dipanggang.

Lapisan tersebut akan mengeras selama proses pemanggangan dan membentuk semacam cangkang. Setelah matang, cangkang garam dipecahkan dan ikan dikeluarkan. Karena ikan tidak bersentuhan langsung dengan panas kering, bagian dalamnya dapat tetap lembut dan juicy.

Teknik ini juga menarik karena biasanya ikan tidak perlu diberi banyak bumbu. Garam, ikan segar, dan panas oven sudah cukup untuk menghasilkan rasa yang kuat tetapi tetap sederhana.

Salt-Baked Chicken dari Asia

Teknik serupa juga ditemukan dalam kuliner Tiongkok melalui hidangan salt-baked chicken. Ayam dibumbui, kemudian dimasak dengan garam kasar dalam jumlah banyak.

Garam digunakan sebagai penghantar panas sekaligus membantu menciptakan lingkungan masak yang tertutup. Hasil akhirnya adalah daging ayam yang lembut dengan aroma khas dari proses pemanggangan dalam garam.

Di sini terlihat bahwa garam tidak hanya berfungsi sebagai pemberi rasa. Cara garam digunakan justru menjadi bagian dari teknik memasaknya.

Garam sebagai “Oven” Tradisional

Konsep salt baking sebenarnya cukup sederhana: makanan dikelilingi material yang mampu mempertahankan panas. Garam kasar menjadi pilihan karena dapat dipanaskan dalam jumlah besar dan membantu menyebarkan panas secara relatif merata.

Teknik ini juga punya sisi praktis. Lapisan garam membuat makanan seperti berada di dalam ruang tertutup sehingga cairan alami makanan tidak cepat menguap.

Itulah sebabnya teknik tersebut cocok untuk bahan seperti ikan, ayam, telur, bahkan beberapa jenis sayuran.

Bukan Sekadar Tren Kuliner

Saat ini, salt baked food sering muncul di restoran modern karena proses penyajiannya cukup menarik. Cangkang garam dipecahkan langsung di depan pelanggan sehingga kegiatan memasak berubah menjadi bagian dari pengalaman makan.

Namun, teknik ini sebenarnya jauh lebih tua daripada tren interactive dining. Penggunaan garam sebagai media memasak menunjukkan bagaimana manusia sejak dulu memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitarnya untuk menemukan cara memasak yang lebih efektif.

Dari Mediterania hingga Asia, prinsipnya hampir sama: garam bukan hanya sesuatu yang ditaburkan di atas makanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari alat memasak itu sendiri.

Ketika Garam Menjadi Teknik, Bukan Sekadar Bumbu

Salt baking memperlihatkan bahwa satu bahan sederhana bisa memiliki banyak fungsi dalam kuliner. Garam dapat mengawetkan, memberi rasa, membantu proses fermentasi, sekaligus menjadi media penghantar panas.

Tradisi ini juga menunjukkan bagaimana kuliner setiap negara berkembang dari hubungan antara bahan lokal, kebutuhan sehari-hari, dan kreativitas manusia. Pada akhirnya, yang menarik dari salt baked food bukan hanya rasanya, tetapi cerita tentang bagaimana manusia menemukan cara baru untuk memasak dengan bahan yang sudah mereka kenal sejak lama.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954 

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS