Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Mata dibuka lebar, lidah dijulurkan, kaki dihentakkan, tangan bergerak dengan kuat, sementara suara teriakan terdengar hampir bersamaan. Gerakannya terlihat penuh energi dan bahkan cukup intimidatif.
Tapi haka sebenarnya bukan sekadar tarian untuk menakut-nakuti lawan.
Bagi masyarakat M?ori di Aotearoa atau Selandia Baru, haka merupakan bagian dari tradisi yang memiliki banyak makna. Haka dapat digunakan untuk menunjukkan kekuatan, menyambut tamu, merayakan sesuatu, menyampaikan emosi, hingga mengenang orang yang telah meninggal.
Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul adalah menganggap haka selalu berkaitan dengan perang.
Padahal, kata haka sendiri merujuk pada bentuk tarian atau pertunjukan. Dalam tradisi M?ori, haka bisa memiliki berbagai bentuk dan tujuan.
Ada haka yang digunakan untuk menyambut tamu, ada yang berkaitan dengan upacara, dan ada pula yang digunakan untuk menunjukkan tantangan atau kekuatan.
Karena itu, melihat haka hanya sebagai “tarian perang” sebenarnya membuat makna budayanya menjadi jauh lebih sempit.
Kekuatan haka tidak hanya berasal dari gerakan tubuh.
Pertunjukan haka menggabungkan nyanyian, teriakan, gerakan tubuh, hentakan kaki, ekspresi wajah, dan gerakan tangan yang dilakukan secara bersama-sama.
Semua elemen tersebut dilakukan dengan energi yang tinggi sehingga menghasilkan pertunjukan yang terasa sangat kuat.
Salah satu bagian yang paling mudah dikenali adalah ekspresi wajah atau p?kana.
P?kana digunakan untuk menekankan pesan dan menunjukkan intensitas atau emosi dalam pertunjukan. Pada laki-laki, ekspresi tersebut dapat berupa mata yang terbuka lebar, gigi atau lidah yang ditunjukkan. Pada perempuan, ekspresinya dapat memiliki bentuk yang berbeda.
Walaupun terlihat menyeramkan, ekspresi tersebut tidak selalu berarti kemarahan. Ia merupakan bagian dari cara performer menyampaikan pesan dan emosi.
Kalau diperhatikan, hampir tidak ada gerakan yang dilakukan secara asal.
Hentakan kaki, gerakan tangan, suara, hingga ekspresi wajah dilakukan secara terkoordinasi.
Karena dilakukan oleh sekelompok orang secara bersamaan, kekuatan haka justru muncul dari kebersamaan.
Bukan hanya satu orang yang terlihat kuat. Seluruh kelompok bergerak sebagai satu kesatuan.
Inilah salah satu hal yang membuat haka begitu menarik. Pertunjukannya seperti menunjukkan bahwa identitas dan kekuatan kelompok bisa disampaikan melalui gerakan dan suara.
Haka juga bisa digunakan untuk menyambut orang yang datang.
Dalam budaya M?ori, terdapat tradisi p?whiri, yaitu upacara penyambutan tamu. Dalam rangkaian budaya M?ori, pertunjukan, nyanyian, dan berbagai bentuk komunikasi dapat menjadi bagian dari proses menyambut pengunjung.
Jadi, kalau wisatawan melihat pertunjukan haka ketika berkunjung ke Selandia Baru, konteksnya belum tentu sedang menunjukkan permusuhan.
Bisa saja pertunjukan tersebut merupakan bagian dari penyambutan dan penghormatan kepada tamu.
Haka tidak bisa dilepaskan dari identitas masyarakat M?ori.
Tradisi ini menjadi salah satu cara untuk menyampaikan cerita, nilai, hubungan dengan leluhur, serta rasa kebersamaan.
Bagi masyarakat M?ori, budaya bukan sesuatu yang hanya disimpan di masa lalu. Berbagai tradisi masih berkembang dan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat modern.
Itulah sebabnya haka masih bisa ditemukan dalam pertunjukan budaya, acara komunitas, upacara, kompetisi seni, hingga pertandingan olahraga.
Popularitas haka di dunia internasional tidak bisa dilepaskan dari All Blacks, tim rugby nasional Selandia Baru.
Sebelum pertandingan internasional, All Blacks terkenal melakukan haka sebagai bagian dari ritual mereka. Hal tersebut membuat jutaan orang di seluruh dunia mengenal haka, bahkan mereka yang sebelumnya tidak mengetahui budaya M?ori.
Namun, haka sebenarnya jauh lebih luas daripada apa yang terlihat di lapangan rugby.
Versi yang dilakukan dalam olahraga merupakan salah satu cara tradisi tersebut ditampilkan di ruang publik, sementara dalam budaya M?ori sendiri haka memiliki berbagai bentuk dan konteks.
Haka juga merupakan bagian dari kapa haka, yaitu seni pertunjukan M?ori yang menggabungkan berbagai bentuk ekspresi.
Di dalamnya terdapat waiata atau lagu, gerakan terkoordinasi, nyanyian, poi, hingga haka.
Kapa haka menjadi salah satu cara penting untuk mempertahankan seni dan budaya M?ori. Pertunjukan ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mempelajari tradisi yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Selandia Baru bahkan memiliki Te Matatini, festival seni pertunjukan M?ori terbesar di negara tersebut yang mempertemukan kelompok-kelompok kapa haka dari berbagai daerah.
Mungkin inilah alasan kenapa haka terasa begitu kuat sampai sekarang.
Haka bukan hanya pertunjukan yang dibuat untuk terlihat menarik. Di balik gerakannya terdapat cerita, identitas, hubungan antargenerasi, dan rasa kebersamaan.
Tradisi tersebut terus berkembang tanpa harus kehilangan akar budayanya.
Bagi wisatawan, melihat haka mungkin menjadi pengalaman yang unik. Tapi bagi masyarakat M?ori, haka memiliki arti yang jauh lebih dalam daripada sekadar pertunjukan yang terlihat spektakuler.
Haka menunjukkan bahwa sebuah budaya bisa disampaikan tanpa harus selalu menggunakan kata-kata.
Lewat hentakan kaki, suara, gerakan tubuh, dan ekspresi wajah, masyarakat M?ori bisa menyampaikan keberanian, kebersamaan, penghormatan, hingga emosi.
Itulah yang membuat haka terlihat begitu kuat.
Karena yang ditampilkan bukan hanya gerakan tubuh, tetapi juga identitas dan cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments