Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

13

Sep

Matsuri: Kenapa Festival Jepang Selalu Punya Tradisi Unik?

Kalau melihat festival di Jepang, mungkin yang langsung terbayang adalah orang-orang memakai yukata, lampion warna-warni, makanan kaki lima, suara taiko, sampai parade yang memenuhi jalanan.

Semua suasana itu sering disebut matsuri.

Matsuri memang berarti festival dalam bahasa Jepang. Tapi bagi masyarakat Jepang, matsuri bukan sekadar acara untuk bersenang-senang. Banyak festival memiliki hubungan dengan kepercayaan, musim, sejarah, dan kehidupan komunitas setempat.

Itulah kenapa hampir setiap daerah di Jepang bisa punya matsuri dengan tradisi yang berbeda. Bahkan, ada festival yang mungkin terdengar sangat unik jika dibandingkan dengan festival di tempat lain.

Sebenarnya, Apa Itu Matsuri?

Secara sederhana, matsuri adalah festival atau perayaan yang biasanya melibatkan masyarakat lokal.

Sebagian matsuri memiliki hubungan dengan Shinto dan Buddha, sementara lainnya berkaitan dengan pergantian musim, hasil panen, sejarah daerah, atau bentuk penghormatan terhadap sesuatu yang dianggap penting oleh masyarakat.

Beberapa festival sudah berlangsung selama ratusan tahun dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena setiap daerah memiliki sejarah dan tradisinya sendiri, matsuri akhirnya berkembang menjadi sangat beragam. Ada yang berlangsung dengan suasana tenang, ada juga yang sangat ramai dengan parade, musik, dan kerumunan besar.

Kenapa Setiap Daerah Punya Tradisi Berbeda?

Ini salah satu alasan matsuri Jepang terasa unik.

Jepang memiliki banyak komunitas lokal dengan sejarah, lingkungan, kepercayaan, dan kebiasaan yang berbeda. Karena itu, festival yang berkembang di satu daerah belum tentu sama dengan festival di daerah lainnya.

Ada matsuri yang dibuat untuk mengungkapkan rasa syukur, memohon keselamatan, menyambut musim tertentu, atau mengenang peristiwa penting.

Bahkan ada festival yang menjadi cara masyarakat menjaga tradisi lokal agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.

Jadi, kalau melihat dua matsuri yang sama-sama berasal dari Jepang tetapi memiliki bentuk acara yang sangat berbeda, itu sebenarnya cukup wajar.

Ada Mikoshi yang Diarak Keliling Kota

Salah satu elemen yang sering ditemukan dalam matsuri adalah mikoshi.

Mikoshi merupakan usungan sakral yang bentuknya menyerupai kuil kecil. Dalam sejumlah festival, mikoshi dibawa keluar dari kuil dan diarak melewati kawasan tempat masyarakat tinggal.

Prosesi ini bukan sekadar parade. Mikoshi berkaitan dengan kepercayaan terhadap dewa atau kami dalam tradisi Shinto.

Cara membawanya juga bisa berbeda-beda. Ada yang dilakukan dengan tenang, sementara dalam festival tertentu mikoshi bahkan digoyangkan atau diangkat dengan penuh semangat.

Bukan Cuma Mikoshi, Ada Juga Dashi

Selain mikoshi, beberapa matsuri memiliki dashi, yaitu kendaraan atau kereta hias yang ditarik dalam parade.

Ukurannya bisa sangat besar dan dekorasinya dibuat dengan detail. Beberapa dashi bahkan memiliki bentuk yang menjulang seperti bangunan kecil.

Dashi biasanya menjadi salah satu pusat perhatian dalam festival karena dihiasi ornamen, kain, ukiran, dan berbagai karya seni lokal.

Karena dibuat dan dirawat oleh masyarakat setempat, dashi juga bisa menjadi bagian dari identitas sebuah daerah.

Musiknya Juga Punya Ciri Khas

Kalau pernah melihat video matsuri, suara drum yang keras mungkin menjadi salah satu hal pertama yang menarik perhatian.

Musik tradisional memang menjadi bagian penting dalam banyak festival. Taiko, seruling, shamisen, dan suara teriakan peserta atau penonton bisa mengiringi jalannya parade.

Musik tersebut membuat suasana festival terasa semakin hidup.

Bahkan bagi orang yang tidak memahami bahasa Jepang, suara musik dan teriakan dalam matsuri bisa langsung memberikan gambaran bahwa sedang ada perayaan besar.

Yukata dan Yatai Ikut Jadi Bagian dari Suasana

Matsuri juga identik dengan pakaian dan makanan.

Saat festival musim panas, pengunjung sering terlihat mengenakan yukata, yaitu pakaian tradisional Jepang yang lebih ringan dibanding kimono formal.

Sementara di sepanjang area festival biasanya terdapat yatai, atau stan makanan. Pengunjung bisa menemukan berbagai makanan seperti takoyaki, yakitori, dan makanan khas festival lainnya.

Jadi, pengalaman matsuri bukan hanya menonton acara utama. Berjalan-jalan, makan, melihat pertunjukan, dan berinteraksi dengan suasana sekitar juga menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Ada Matsuri yang Sudah Berusia Ratusan Tahun

Salah satu contoh yang terkenal adalah Gion Matsuri di Kyoto.

Festival ini pertama kali diselenggarakan pada 869 dan awalnya berkaitan dengan upaya meredakan wabah serta memohon perlindungan dari para dewa.

Sekarang, Gion Matsuri dikenal lewat parade besar dengan yamaboko, yaitu berbagai jenis kereta hias yang dihiasi karya seni dan kerajinan tradisional.

Festival tersebut menunjukkan bagaimana sebuah tradisi lama bisa tetap bertahan sambil menjadi bagian dari kehidupan modern Jepang.

Ada Juga Matsuri yang Sangat Unik

Tidak semua matsuri memiliki bentuk seperti parade tradisional.

Jepang juga punya festival dengan konsep yang cukup tidak biasa. Misalnya Kanamara Matsuri di Kawasaki yang terkenal dengan simbol kesuburan berbentuk unik, atau Owarai Festival di Higashi-Osaka yang melibatkan ribuan orang tertawa bersama sebagai bagian dari perayaan.

Keunikan tersebut muncul karena matsuri berkembang dari tradisi dan kebutuhan masyarakat lokal masing-masing.

Jadi, tidak ada satu bentuk baku yang menentukan seperti apa sebuah matsuri harus dilakukan.

Matsuri Bukan Cuma Pertunjukan untuk Wisatawan

Hal yang menarik dari matsuri adalah keterlibatan masyarakat lokal.

Banyak festival membutuhkan persiapan berbulan-bulan. Masyarakat ikut menyiapkan parade, merawat perlengkapan, menyiapkan makanan, sampai menjalankan berbagai ritual.

Karena itu, matsuri bukan sekadar pertunjukan yang dibuat untuk wisatawan.

Festival tersebut merupakan bagian dari kehidupan komunitas dan menjadi salah satu cara tradisi lokal terus diwariskan.

Wisatawan memang bisa datang dan menikmati suasananya, tetapi tetap perlu menghormati aturan dan kegiatan yang sedang berlangsung.

Kenapa Matsuri Tetap Bertahan?

Mungkin ini bagian paling menarik dari matsuri.

Di tengah Jepang yang dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan teknologi yang sangat maju, berbagai tradisi lokal tetap bisa bertahan.

Matsuri menjadi salah satu ruang tempat masyarakat bisa kembali berkumpul, mengenang sejarah, menjalankan tradisi, dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi berikutnya.

Bentuk festival mungkin berubah. Wisatawan yang datang juga semakin banyak. Tetapi inti dari banyak matsuri tetap sama: masyarakat berkumpul untuk merayakan sesuatu yang memiliki arti bagi mereka.

Tradisi yang Membuat Jepang Terasa Berbeda

Matsuri menunjukkan bahwa budaya tidak selalu harus ditemukan di museum atau bangunan bersejarah.

Kadang, budaya justru bisa dilihat dari jalanan yang penuh orang, suara taiko, pakaian tradisional, makanan kaki lima, dan masyarakat yang bersama-sama menjalankan tradisi yang sudah diwariskan selama bertahun-tahun.

Itulah mengapa Jepang punya begitu banyak matsuri dengan karakter yang berbeda.

Karena setiap daerah punya cerita sendiri, dan cerita itu kemudian dirayakan melalui festival.



Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS