Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

10

Sep

Tren Traveling 2026: Apa yang Mulai Berubah dari Cara Orang Berlibur?

Liburan Domestik Masih Menjadi Pilihan Kuat

Pasar wisata domestik tetap menjadi salah satu penggerak utama pariwisata Indonesia. Pada Juli 2026, BPS mencatat 107,44 juta perjalanan wisatawan nusantara, meningkat 7,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Artinya, potensi perjalanan dalam negeri masih sangat besar. Namun, pilihan destinasi mulai semakin beragam. Selain destinasi populer, traveler juga menunjukkan ketertarikan terhadap daerah yang menawarkan pengalaman berbeda dan tidak terlalu mainstream.

Laporan Agoda juga menunjukkan bahwa 57% traveler Indonesia yang disurvei berencana melakukan perjalanan domestik lebih banyak dibandingkan perjalanan internasional pada 2026.

Destinasi Alternatif Mulai Mendapat Perhatian

Traveler kini tidak selalu mencari destinasi yang paling terkenal. Ada kecenderungan untuk mencari tempat yang lebih tenang, memiliki karakter lokal, atau menawarkan aktivitas tertentu.

Hal ini membuka peluang bagi destinasi sekunder di Indonesia. Beberapa destinasi seperti Wakatobi, Manado, Pangandaran, dan Sorong mulai mendapat perhatian di luar destinasi mainstream.

Dari sisi industri, perubahan ini menarik karena distribusi wisatawan tidak lagi hanya bergantung pada kota-kota besar. Destinasi yang mampu menawarkan pengalaman spesifik memiliki peluang untuk berkembang selama akses dan infrastrukturnya mendukung.

Perjalanan Semakin Personal dan Fleksibel

Tren lain yang mulai terlihat adalah pergeseran dari perjalanan massal menuju kelompok yang lebih kecil. Ketua Astindo menyebut perjalanan bersama keluarga lintas generasi dan kelompok kecil semakin diminati, sementara perjalanan dalam jumlah besar lebih banyak muncul untuk kebutuhan perusahaan atau kegiatan tertentu.

Bagi travel planner, ini berarti produk perjalanan perlu semakin fleksibel. Satu paket yang sama belum tentu cocok untuk semua kelompok.

Family trip, private tour, incentive trip, dan corporate gathering membutuhkan pendekatan itinerary yang berbeda. Traveler ingin memiliki ruang untuk menyesuaikan aktivitas, ritme perjalanan, dan pilihan akomodasi dengan kebutuhan mereka.

Transportasi Juga Menjadi Bagian dari Experience

Menariknya, perjalanan menuju destinasi mulai dipandang sebagai bagian dari pengalaman itu sendiri.

Penggunaan kereta api oleh wisatawan mancanegara di Indonesia menunjukkan perkembangan tersebut. KAI mencatat 96.940 wisatawan mancanegara menggunakan kereta api jarak jauh pada Juli 2026, menjadi angka bulanan tertinggi sejak 2022.

Ini menunjukkan bahwa pilihan transportasi bukan hanya soal berpindah dari satu kota ke kota lain. Kenyamanan, pemandangan, dan karakter perjalanan juga dapat menjadi bagian dari value sebuah trip.

Teknologi Membuat Traveler Semakin Mandiri

Cara orang mencari inspirasi dan merencanakan perjalanan juga semakin digital. Data Agoda menunjukkan 69% traveler Indonesia yang disurvei kemungkinan akan menggunakan AI untuk merencanakan perjalanan berikutnya.

Namun, meningkatnya penggunaan teknologi bukan berarti peran travel partner menjadi tidak relevan. Justru sebaliknya, ketika informasi semakin mudah ditemukan, nilai travel partner bergeser dari sekadar memberikan informasi menjadi membantu menyaring pilihan dan merancang experience yang tepat.

Traveler bisa mencari puluhan destinasi dalam hitungan menit. Yang lebih sulit adalah menentukan kombinasi destinasi, hotel, aktivitas, transportasi, dan waktu yang benar-benar masuk akal.

Traveling 2026 Semakin Tentang Experience

Jika ada satu perubahan besar yang terlihat, mungkin bukan soal ke mana orang pergi, tetapi bagaimana mereka ingin melakukan perjalanan.

Traveler semakin mencari perjalanan yang relevan dengan kebutuhan mereka: lebih personal, tidak terlalu padat, punya pengalaman lokal, dan memberikan value yang jelas.

Bagi industri pariwisata, ini berarti menjual destinasi saja tidak lagi cukup. Yang semakin penting adalah bagaimana destinasi tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman yang mudah dipahami dan relevan bagi traveler.

Pada akhirnya, traveling di 2026 bukan tentang mencentang sebanyak mungkin tempat dari daftar. Perjalanan yang baik justru semakin ditentukan oleh seberapa tepat destinasi, aktivitas, akomodasi, dan ritmenya disusun untuk orang yang menjalaninya.

Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954 

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS