Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Jepang punya banyak destinasi yang menarik untuk family trip. Tokyo, Kyoto, Osaka, hingga kota-kota lain menawarkan pengalaman yang berbeda, sehingga wajar kalau muncul keinginan untuk memasukkan beberapa kota sekaligus ke dalam itinerary.
Tapi ada satu hal yang perlu dipikirkan sebelum membuat rencana perjalanan: lebih enak menginap di satu hotel atau pindah kota selama liburan?
Untuk solo traveler atau pasangan, pindah hotel mungkin terasa cukup sederhana. Namun, situasinya bisa berbeda ketika traveling bersama keluarga. Jumlah koper lebih banyak, kebutuhan anak lebih beragam, dan waktu untuk check-in serta check-out juga perlu diperhitungkan.
Karena itu, pilihan terbaik sebenarnya tergantung pada durasi perjalanan, usia anak, dan jumlah destinasi yang ingin dikunjungi.
Kalau perjalanan ke Jepang hanya beberapa hari dan itinerary tidak terlalu padat, menginap di satu hotel bisa menjadi pilihan yang nyaman.
Keuntungan paling jelas adalah keluarga tidak perlu terus-menerus mengemas koper dan membawa barang dari satu hotel ke hotel berikutnya.
Setelah sampai di hotel, koper bisa langsung dibongkar dan kamar bisa dijadikan tempat beristirahat selama beberapa hari. Anak juga tidak perlu beradaptasi dengan kamar dan lingkungan hotel yang berbeda setiap malam.
Pilihan ini cocok untuk keluarga yang ingin menikmati satu kota secara lebih santai.
Misalnya, selama empat atau lima hari, keluarga bisa menjadikan Tokyo sebagai base. Dari sana, itinerary bisa dibuat berdasarkan kawasan sehingga tidak harus berpindah hotel setiap kali mengunjungi tempat berbeda.
Sebaliknya, kalau durasi perjalanan cukup panjang dan keluarga ingin melihat karakter kota yang berbeda, pindah hotel bisa menjadi pilihan yang masuk akal.
Tokyo dan Kyoto, misalnya, memberikan pengalaman yang cukup berbeda. Tokyo menawarkan suasana metropolitan dengan distrik modern dan berbagai atraksi keluarga, sementara Kyoto lebih kuat dengan kuil, kawasan bersejarah, dan suasana kota yang lebih tradisional.
Kyoto juga terhubung langsung dengan jaringan Tokaido Shinkansen dan dapat dicapai dari Tokyo dengan kereta cepat dalam sekitar 2 jam 20 menit menggunakan layanan tercepat.
Dengan koneksi seperti ini, perjalanan multi-kota menjadi lebih realistis.
Namun, waktu perjalanan antarkota bukan satu-satunya hal yang harus dihitung.
Salah satu kesalahan ketika membuat itinerary multi-kota adalah hanya menghitung durasi perjalanan kereta.
Misalnya, kereta Tokyo–Kyoto memang relatif cepat. Tetapi sebelum naik kereta, keluarga perlu check-out dari hotel, membawa koper menuju stasiun, menunggu jadwal keberangkatan, lalu setelah tiba harus menuju hotel berikutnya dan melakukan check-in.
Kalau traveling bersama anak kecil, proses tersebut bisa terasa lebih melelahkan dibandingkan yang terlihat di itinerary.
Karena itu, hari pindah kota sebaiknya tidak diisi terlalu banyak aktivitas.
Anggap perjalanan antarkota sebagai bagian dari itinerary, bukan sekadar jeda di antara dua destinasi.
Bagi family trip, jumlah koper sering menjadi faktor yang cukup menentukan.
Semakin banyak anggota keluarga, semakin besar kemungkinan jumlah barang bawaan bertambah. Memindahkan beberapa koper sekaligus dari hotel ke stasiun, lalu dari stasiun ke hotel berikutnya tentu membutuhkan tenaga tambahan.
Jika menggunakan Tokaido Shinkansen dan membawa koper dengan total tiga dimensi lebih dari 160 cm hingga 250 cm, penumpang perlu memesan kursi dengan area bagasi oversized. Reservasi tersebut tidak dikenakan biaya tambahan jika dilakukan sesuai ketentuan.
Ada juga layanan pengiriman bagasi tertentu yang dapat membantu traveler memindahkan koper dari satu hotel ke hotel lain, sehingga keluarga tidak harus membawa seluruh barang selama perjalanan.
Hal seperti ini bisa membuat perjalanan multi-kota jauh lebih nyaman.
Kalau memutuskan untuk menginap di beberapa kota, lokasi hotel menjadi semakin penting.
Untuk family trip, hotel yang dekat dengan stasiun utama atau memiliki akses transportasi yang mudah bisa menghemat banyak tenaga.
Di Kyoto, misalnya, Kyoto Station menjadi salah satu titik transportasi penting karena terhubung dengan Shinkansen, subway, dan berbagai akses menuju area wisata. JNTO juga mencatat sejumlah destinasi di sekitar stasiun yang dapat dijelajahi dengan berjalan kaki.
Bukan berarti hotel harus selalu berada tepat di sebelah stasiun. Yang penting, akses dari hotel ke transportasi utama tidak terlalu merepotkan, terutama ketika keluarga membawa koper.
Untuk keluarga dengan bayi atau toddler, menginap di satu hotel biasanya lebih sederhana.
Anak bisa lebih mudah beradaptasi dengan satu tempat tidur dan rutinitas yang sama. Orang tua juga tidak perlu mengemas ulang barang setiap satu atau dua hari.
Pindah kota tetap bisa dilakukan, tetapi sebaiknya jangan terlalu sering.
Misalnya, itinerary 8 hari bisa dibagi menjadi empat malam di Tokyo dan empat malam di Kyoto. Pembagian seperti ini biasanya lebih sederhana dibandingkan memasukkan Tokyo, Kyoto, Osaka, dan kota lain sekaligus.
Family trip dengan anak yang lebih besar atau remaja biasanya memberikan lebih banyak fleksibilitas.
Mereka mungkin sudah lebih terbiasa dengan perjalanan menggunakan kereta dan membawa barang sendiri. Karena itu, itinerary multi-kota bisa menjadi pengalaman yang menarik.
Perjalanan dengan Shinkansen juga bisa menjadi bagian dari pengalaman Jepang itu sendiri. Jadi, pindah kota tidak selalu harus dianggap sebagai waktu yang terbuang.
Yang penting, jangan terlalu sering berganti hotel.
Satu perpindahan setiap beberapa hari biasanya lebih mudah dikelola dibandingkan pindah kota hampir setiap malam.
Tidak ada jawaban yang sama untuk semua family trip.
Pilih satu hotel atau satu kota jika:
Sementara pindah kota lebih cocok jika:
Yang paling penting adalah jangan membuat itinerary berdasarkan jumlah kota yang bisa dicentang.
Family trip seharusnya memberikan ruang untuk menikmati perjalanan, bukan membuat seluruh anggota keluarga sibuk mengejar jadwal.
Kalau hanya punya lima hari, menikmati satu kota dengan lebih santai bisa jauh lebih nyaman. Tetapi jika punya delapan sampai sepuluh hari, membagi perjalanan antara Tokyo dan Kyoto atau kota lain bisa menjadi pilihan yang menarik.
Pada akhirnya, hotel yang paling tepat bukan selalu yang paling dekat dengan destinasi wisata, dan itinerary yang paling bagus bukan yang paling banyak kotanya. Untuk family trip, yang lebih penting adalah bagaimana membuat perjalanan tetap nyaman, realistis, dan menyenangkan untuk semua anggota keluarga.
Comments