Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

06

Oct

3 Hari di Roma: Mana yang Bisa Jalan Kaki dan Mana yang Sebaiknya Naik Transportasi?

Roma adalah salah satu kota Eropa yang menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Banyak landmark terkenal berada dalam kawasan pusat kota dan bisa dihubungkan dalam satu rute perjalanan.

Namun, bukan berarti semua tempat di Roma harus ditempuh dengan jalan kaki. Beberapa kawasan cukup jauh satu sama lain, dan memaksakan berjalan kaki sepanjang hari justru bisa membuat itinerary terasa melelahkan.

Untuk perjalanan tiga hari, kombinasi jalan kaki dan transportasi umum bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Cara ini memungkinkan traveler menikmati suasana kota tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu di perjalanan.

Lalu, bagaimana membaginya?

Hari 1: Colosseum sampai Trevi Fountain, Waktunya Banyak Jalan Kaki

Hari pertama bisa digunakan untuk menjelajahi kawasan pusat sejarah Roma.

Mulailah dari Colosseum, kemudian lanjutkan ke Roman Forum dan area sekitar Palatine Hill. Kawasan ini memang membutuhkan cukup banyak waktu untuk dieksplorasi, terutama jika traveler berencana masuk ke area arkeologi.

Setelah selesai, perjalanan bisa dilanjutkan menuju pusat kota dan beberapa landmark lainnya.

Roma sendiri memiliki itinerary resmi 72 jam yang menempatkan Colosseum, kawasan Romawi kuno, serta sejumlah piazza dan air mancur sebagai bagian dari eksplorasi hari pertama.

Dari area Colosseum, traveler bisa berjalan menuju Piazza Venezia, kemudian melanjutkan ke Pantheon, Piazza Navona, dan Trevi Fountain.

Rute ini menarik dilakukan dengan berjalan kaki karena perjalanan antarspot bukan hanya soal berpindah tempat. Di sepanjang jalan, traveler bisa melihat bangunan bersejarah, gang kecil, toko, restoran, dan suasana kota Roma.

Namun, jangan membuat jadwal terlalu padat. Beberapa tempat seperti Colosseum dan Roman Forum sendiri bisa menghabiskan energi cukup banyak.

Kesimpulan hari pertama: sebagian besar rute bisa dilakukan dengan jalan kaki jika kondisi fisik memungkinkan.

Hari 2: Vatican dan Trastevere, Kombinasikan Jalan Kaki dengan Transportasi

Hari kedua bisa difokuskan ke area Vatican.

Vatican City berada di sisi lain dari kawasan Colosseum dan pusat sejarah Roma. Karena itu, tidak perlu memaksakan berjalan kaki dari area penginapan jika jaraknya cukup jauh.

Gunakan metro, bus, atau transportasi lain untuk mendekati kawasan Vatican. Setelah tiba, eksplorasi area sekitar St. Peter's Basilica dan Vatican Museums bisa dilakukan dengan berjalan kaki.

Setelah selesai, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Trastevere, salah satu kawasan yang terkenal dengan jalan-jalan kecil dan suasana lokalnya.

Trastevere lebih cocok dinikmati dengan berjalan kaki. Tidak perlu membuat terlalu banyak tujuan. Cukup berjalan menyusuri kawasan, mencari restoran, menikmati suasana sore, dan melihat bangunan-bangunan tua di sepanjang jalan.

Kalau jarak dari Vatican ke Trastevere terasa terlalu jauh untuk berjalan kaki setelah seharian beraktivitas, transportasi umum bisa digunakan untuk menghemat tenaga.

Kesimpulan hari kedua: gunakan transportasi untuk berpindah antarkawasan, lalu eksplorasi masing-masing kawasan dengan berjalan kaki.

Hari 3: Spanish Steps, Villa Borghese, dan Area Pusat Kota

Hari ketiga bisa dibuat sedikit lebih santai.

Mulailah dari Spanish Steps, kemudian berjalan menuju area Piazza di Spagna dan jalan-jalan di pusat kota.

Dari sana, traveler bisa melanjutkan ke Villa Borghese jika ingin menikmati ruang terbuka dan suasana yang lebih tenang.

Setelah itu, perjalanan bisa kembali diarahkan ke kawasan pusat kota untuk menikmati waktu terakhir di Roma. Jika ada destinasi yang belum sempat dikunjungi pada dua hari sebelumnya, hari ketiga bisa menjadi waktu untuk mengisinya.

Untuk hari terakhir, jangan membuat itinerary terlalu jauh satu sama lain. Apalagi jika traveler memiliki jadwal penerbangan atau kereta setelahnya.

Kesimpulan hari ketiga: lebih banyak jalan kaki dengan transportasi sebagai pilihan ketika jarak mulai terlalu jauh.

Kapan Sebaiknya Naik Transportasi?

Meskipun Roma cukup menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, ada beberapa kondisi ketika transportasi umum menjadi pilihan yang lebih praktis.

Pertama, ketika dua destinasi berada di kawasan yang berbeda. Tidak perlu menghabiskan satu jam atau lebih berjalan hanya untuk berpindah ke area berikutnya jika ada transportasi umum yang lebih efisien.

Kedua, ketika sudah terlalu lelah.

Ini terdengar sederhana, tetapi penting dalam itinerary tiga hari. Memaksakan berjalan kaki hanya demi menghemat biaya transportasi bisa membuat energi habis sebelum destinasi berikutnya.

Ketiga, ketika membawa koper atau barang bawaan. Jalan kaki memang menyenangkan untuk sightseeing, tetapi situasinya berbeda ketika harus membawa luggage melewati jalanan kota.

Transportasi Umum Roma Bisa Jadi Pilihan Praktis

Roma memiliki jaringan transportasi umum yang mencakup bus, tram, metro, dan beberapa layanan kereta dalam sistem Metrebus. Tiket terintegrasi dapat digunakan pada berbagai moda transportasi di wilayah Roma sesuai ketentuan tiketnya.

Untuk traveler yang tinggal selama tiga hari dan cukup sering menggunakan transportasi umum, saat ini tersedia ROMA72H seharga €22 dengan masa berlaku 72 jam sejak pertama kali divalidasi. Tiket ini memberikan perjalanan tanpa batas dalam wilayah Roma selama masa berlaku tersebut.

Sementara itu, tiket BIT seharga €1,50 berlaku selama 100 menit. Tiket ini bisa menjadi pilihan ketika traveler hanya membutuhkan beberapa perjalanan dan tidak terlalu sering menggunakan transportasi.

ATAC juga menyediakan aplikasi resmi yang bisa digunakan untuk melihat informasi perjalanan, perkiraan kedatangan kendaraan, merencanakan rute, serta membeli tiket digital.

Jangan Jadikan Jalan Kaki Sebagai Target

Kesalahan yang sering terjadi ketika membuat itinerary kota seperti Roma adalah menganggap jalan kaki sebagai sesuatu yang harus dilakukan sebanyak mungkin.

Padahal, tujuan utamanya bukan berapa kilometer yang berhasil ditempuh.

Jalan kaki paling menyenangkan ketika destinasi memang berdekatan dan perjalanan di antaranya menjadi bagian dari pengalaman. Sebaliknya, transportasi umum bisa digunakan untuk memotong jarak yang terlalu jauh agar waktu dan tenaga bisa digunakan untuk mengeksplorasi destinasi.

Jadi, daripada membuat itinerary berdasarkan moda transportasi, lebih baik susun berdasarkan cluster area.

Kelompokkan tempat-tempat yang berdekatan dalam satu hari. Setelah itu, gunakan transportasi untuk berpindah ke cluster berikutnya.

Contoh Pembagian 3 Hari di Roma

Kalau ingin itinerary yang sederhana, pembagiannya bisa seperti ini:

Hari 1: Colosseum ? Roman Forum ? Piazza Venezia ? Pantheon ? Piazza Navona ? Trevi Fountain

Hari 2: Vatican City ? St. Peter's Basilica ? area Vatican ? Trastevere

Hari 3: Spanish Steps ? Piazza di Spagna ? Villa Borghese ? destinasi pilihan di pusat kota

Tidak semua rute harus ditempuh dengan berjalan kaki. Gunakan transportasi ketika jarak antarkawasan terlalu jauh, lalu kembali berjalan kaki ketika sudah sampai di area yang ingin dieksplorasi.

Dengan pola seperti ini, tiga hari di Roma bisa terasa lebih seimbang. Traveler tetap mendapatkan pengalaman berjalan di antara bangunan bersejarah dan jalan-jalan kota, tetapi tidak harus mengorbankan terlalu banyak tenaga hanya untuk berpindah tempat.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS