Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

05

Sep

Pastel de Nata: Kue Kecil yang Jadi Ikon Kuliner Portugal

Cerita Pastel de Nata berkaitan dengan tradisi pembuatan kue di biara dan monasteri Portugal. Pada masa itu, putih telur banyak digunakan untuk berbagai keperluan, sementara kuning telurnya tersisa dalam jumlah banyak. Kuning telur kemudian dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis kue dan makanan manis.

Salah satu tradisi tersebut berkembang di sekitar Jerónimos Monastery di Belém, Lisbon. Setelah banyak lembaga keagamaan ditutup pada abad ke-19, resep dan tradisi pembuatan kue mulai keluar dari lingkungan biara dan berkembang menjadi usaha komersial.

Mulai Dijual Sejak 1837

Di Belém, pastel tersebut mulai diproduksi dan dijual secara komersial pada 1837. Tempat yang kemudian dikenal sebagai Pastéis de Belém mempertahankan resep versinya hingga sekarang dan menyimpan resep tersebut sebagai rahasia internal.

Dari sinilah Pastel de Nata semakin dikenal sebagai salah satu makanan yang identik dengan Lisbon. Seiring berkembangnya pariwisata, kue ini ikut menjadi bagian dari pengalaman wisatawan yang datang ke Portugal.

Rahasia Ada di Lapisan Pastrynya

Salah satu hal yang membuat Pastel de Nata berbeda adalah tekstur pastry-nya. Kulitnya terdiri dari lapisan-lapisan tipis yang dibuat sedemikian rupa hingga menghasilkan tekstur renyah ketika dipanggang.

Bagian tengahnya justru memiliki tekstur yang berlawanan. Custard terasa lembut dan creamy dengan rasa manis yang tidak hanya bergantung pada gula. Perpaduan antara pastry yang renyah dan isian yang lembut menjadi salah satu alasan kue ini begitu mudah disukai.

Kenapa Bagian Atasnya Seperti Terbakar?

Kalau melihat Pastel de Nata, salah satu ciri yang langsung terlihat adalah permukaan custard yang memiliki bercak kecokelatan hingga kehitaman. Bagian tersebut bukan berarti kuenya gagal dipanggang.

Justru, permukaan custard sengaja dipanggang pada suhu tinggi hingga mengalami karamelisasi. Bercak kecokelatan tersebut memberikan aroma dan rasa yang khas sekaligus menjadi salah satu karakter visual Pastel de Nata.

Biasanya Dimakan Hangat

Pastel de Nata paling nikmat ketika masih hangat. Setelah keluar dari oven, tekstur pastry masih terasa renyah sementara bagian custard di dalamnya masih lembut.

Di Portugal, kue ini bisa dinikmati sebagai camilan sederhana bersama kopi. Tidak harus menunggu waktu makan tertentu, karena ukurannya yang kecil membuatnya cocok disantap kapan saja, baik saat sarapan ringan maupun ketika berhenti sejenak selama perjalanan.

Kayu Manis Jadi Pelengkap yang Khas

Pastel de Nata juga sering disajikan dengan bubuk kayu manis dan gula halus. Keduanya dapat ditambahkan sesuai selera untuk memberikan rasa dan aroma tambahan.

Kayu manis memberikan aroma rempah yang cukup kuat sehingga berpadu dengan custard yang creamy. Sementara itu, gula halus bisa memberikan tambahan rasa manis pada bagian atas kue.

Dari Lisbon Menyebar ke Berbagai Negara

Popularitas Pastel de Nata tidak berhenti di Portugal. Kue ini kemudian menyebar ke berbagai negara dan dapat ditemukan di banyak toko roti maupun kafe di luar Portugal.

Perkembangannya juga menunjukkan bagaimana sebuah makanan lokal bisa menjadi bagian dari identitas kuliner yang lebih luas. Meski dibuat di berbagai tempat, Pastel de Nata tetap sering dikaitkan dengan Portugal, khususnya Lisbon dan kawasan Belém.

Pastel de Nata dan Pengalaman Wisata

Bagi wisatawan, makanan lokal sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan. Mengunjungi suatu tempat bukan hanya tentang melihat bangunan bersejarah atau mengambil foto di destinasi populer, tetapi juga mencoba sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Pastel de Nata menjadi salah satu contohnya. Mencicipinya di Lisbon memberikan pengalaman yang berbeda karena wisatawan bisa menghubungkan makanan tersebut dengan sejarah, kawasan tempat asalnya, dan budaya makan masyarakat Portugal.

Jangan Tertukar dengan Pastéis de Belém

Ada satu hal yang menarik dari namanya. Pastel de Nata merupakan sebutan umum untuk jenis kue custard tart ini. Sementara Pastéis de Belém merupakan nama khusus yang digunakan oleh toko di kawasan Belém yang menjual versi mereka sendiri.

Jadi, meskipun keduanya sering dianggap sama, secara penyebutan sebenarnya terdapat perbedaan. Hal ini justru membuat perjalanan kuliner di Lisbon semakin menarik karena wisatawan bisa menemukan berbagai versi Pastel de Nata sambil mengenal sejarah di baliknya.

Kecil Bentuknya, Panjang Ceritanya

Pastel de Nata membuktikan bahwa makanan tidak selalu harus terlihat mewah untuk memiliki cerita yang menarik. Di balik pastry renyah dan custard yang lembut, ada sejarah panjang tentang tradisi biara, perkembangan usaha, hingga perjalanan kuliner Portugal ke berbagai negara.

Jadi, kalau suatu hari berkunjung ke Portugal, jangan hanya melihat Pastel de Nata sebagai camilan. Coba nikmati selagi hangat, tambahkan sedikit kayu manis jika suka, dan rasakan bagaimana sebuah kue kecil bisa membawa cerita panjang dari Lisbon.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS