Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

29

Aug

Derinkuyu: Kota Bawah Tanah yang Tersembunyi di Balik Batu

Di bawah permukaan tanah Cappadocia, Turki, terdapat sebuah kota yang tidak terlihat dari atas.

Tidak ada gedung pencakar langit.

Tidak ada jalan besar.

Bahkan sebagian besar ruangnya tersembunyi jauh di bawah permukaan.

Tempat itu adalah Derinkuyu Underground City.

Namun, ada satu hal yang membuat Derinkuyu begitu menarik:

kota ini tidak dibangun ke atas seperti kota pada umumnya, tetapi justru berkembang semakin dalam ke bawah tanah.

Kota yang Tersembunyi di Bawah Tanah

Derinkuyu merupakan salah satu kota bawah tanah terbesar yang ditemukan di wilayah Cappadocia.

Kawasan ini memiliki kondisi geologi yang unik karena terbentuk dari tuff vulkanik, batuan yang relatif lunak dan lebih mudah digali dibandingkan batuan keras.

Kondisi tersebut memungkinkan manusia membuat ruang-ruang di bawah permukaan.

Lorong, ruangan, tangga, dan berbagai fasilitas kemudian dibentuk di dalam batu.

Hasilnya bukan sekadar beberapa ruangan kecil.

Derinkuyu berkembang menjadi sebuah jaringan bawah tanah yang sangat kompleks.

Bagaimana Kota Ini Bisa Dibuat?

Masyarakat yang tinggal di wilayah Cappadocia memanfaatkan lapisan batu vulkanik yang relatif lunak untuk menggali ruang di bawah tanah.

Mereka membuat lorong dan ruangan secara bertahap.

Beberapa bagian memiliki langit-langit rendah dan lorong sempit.

Bentuk tersebut bukan hanya karena keterbatasan ruang.

Lorong yang sempit juga dapat membuat orang yang tidak mengenal tempat tersebut lebih sulit bergerak di dalamnya.

Semakin masuk ke dalam, suasananya menjadi semakin gelap dan berbeda dari dunia di atas permukaan.

Sebuah kota yang biasanya berkembang secara horizontal justru dibuat secara vertikal di sini.

Tidak Hanya Satu Lantai

Salah satu hal paling luar biasa dari Derinkuyu adalah kedalamannya.

Kota bawah tanah ini memiliki beberapa tingkat yang saling terhubung.

Ruang-ruang tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tempat tinggal hingga penyimpanan.

Ada area yang digunakan sebagai ruang hidup, dapur, tempat penyimpanan makanan, tempat ibadah, kandang hewan, dan ruang lainnya.

Artinya, Derinkuyu bukan sekadar tempat berlindung sementara.

Strukturnya menunjukkan adanya perencanaan kehidupan yang cukup kompleks di bawah tanah.

Lorong yang Sempit dan Panjang

Ketika menjelajahi Derinkuyu, salah satu hal yang langsung terasa adalah sempitnya beberapa lorong.

Pengunjung harus berjalan melalui jalur yang hanya cukup untuk beberapa orang.

Tangga batu menghubungkan satu tingkat dengan tingkat lainnya.

Di beberapa bagian, langit-langitnya juga cukup rendah.

Desain seperti ini membuat perjalanan di dalam Derinkuyu terasa sangat berbeda dari mengunjungi bangunan bersejarah biasa.

Di sini, arsitektur tidak hanya dilihat. Arsitektur harus dilewati.

Pintu Batu untuk Mengamankan Kota

Salah satu detail paling menarik di Derinkuyu adalah pintu batu berbentuk bundar.

Batu besar tersebut dapat digunakan untuk menutup akses tertentu dari dalam.

Ketika ditutup, bentuknya membuat lorong menjadi jauh lebih sulit dilewati.

Fitur seperti ini diyakini berkaitan dengan fungsi perlindungan kota bawah tanah.

Jika penghuni perlu berlindung, akses menuju bagian tertentu dapat ditutup sehingga orang dari luar tidak mudah masuk.

Batu yang terlihat sederhana ternyata menjadi bagian dari sistem pertahanan.

Bagaimana Mereka Bisa Bernapas di Bawah Tanah?

Membuat ruang jauh di bawah tanah tentu menimbulkan satu masalah besar:

udara.

Karena itu, Derinkuyu memiliki sistem saluran ventilasi yang menghubungkan bagian dalam dengan permukaan.

Saluran-saluran tersebut membantu membawa udara ke bagian dalam kota.

Sistem ventilasi menjadi sangat penting karena banyak orang dapat berada di ruang bawah tanah dalam waktu yang sama.

Tanpa sirkulasi udara yang baik, kehidupan di dalamnya tentu akan jauh lebih sulit.

Jadi, tantangan terbesar kota bawah tanah bukan hanya menggali ruang, tetapi membuat ruang tersebut tetap bisa dihuni.

Ada Tempat Menyimpan Makanan

Kehidupan di bawah tanah juga membutuhkan persediaan.

Derinkuyu memiliki berbagai ruang yang digunakan untuk menyimpan makanan dan kebutuhan lainnya.

Beberapa ruangan dibuat lebih cocok untuk penyimpanan dibandingkan ruang hidup.

Lingkungan bawah tanah yang relatif stabil juga dapat membantu menjaga kondisi berbagai bahan makanan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kota ini tidak dirancang hanya untuk bertahan selama beberapa jam.

Pengelolaan persediaan menjadi bagian penting dari kehidupan di dalamnya.

Tempat Ibadah di Bawah Tanah

Derinkuyu juga memiliki ruang yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan.

Salah satu bagian yang terkenal adalah ruang berbentuk gereja atau kapel pada salah satu tingkatnya.

Keberadaan ruang seperti ini memperlihatkan bahwa aktivitas manusia di dalam kota tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik.

Kehidupan sosial dan keagamaan juga ikut dibawa ke bawah tanah.

Bahkan Hewan Bisa Dibawa Masuk

Derinkuyu juga memiliki ruang yang digunakan sebagai kandang hewan.

Hal ini masuk akal jika kota bawah tanah digunakan untuk berlindung dalam waktu tertentu.

Membawa hewan ke dalam memungkinkan penghuni tetap memiliki akses terhadap sumber makanan dan kebutuhan lain.

Dengan adanya tempat untuk manusia, makanan, dan hewan, Derinkuyu terlihat semakin seperti sebuah lingkungan hidup lengkap.

Bukan hanya orang yang disembunyikan di bawah tanah, tetapi juga berbagai kebutuhan untuk bertahan hidup.

Siapa yang Membangun Derinkuyu?

Asal-usul kota bawah tanah ini tidak sesederhana satu nama atau satu periode.

Wilayah Cappadocia memiliki sejarah panjang dan digunakan oleh berbagai masyarakat selama berabad-abad.

Beberapa bagian kota bawah tanah diyakini berasal dari masa yang berbeda dan kemudian dikembangkan atau digunakan kembali.

Karena itu, Derinkuyu lebih tepat dipahami sebagai hasil dari pengembangan bertahap selama waktu yang panjang, bukan proyek satu kali yang dibangun oleh satu kelompok dalam satu periode.

Kenapa Orang Tinggal di Bawah Tanah?

Salah satu fungsi penting kota bawah tanah seperti Derinkuyu adalah perlindungan.

Wilayah Cappadocia mengalami berbagai periode konflik dan perubahan kekuasaan.

Ruang bawah tanah dapat memberikan tempat berlindung yang tersembunyi dari permukaan.

Ketika situasi di luar tidak aman, masyarakat dapat masuk ke dalam dan menutup akses tertentu.

Namun, Derinkuyu juga menunjukkan bahwa kehidupan di bawah tanah tidak hanya berkaitan dengan perang.

Kota ini memiliki fasilitas yang membuat manusia bisa menjalani kehidupan sehari-hari di dalamnya.

Kota yang Lama Tersembunyi

Selama berabad-abad, keberadaan jaringan bawah tanah seperti Derinkuyu tidak menjadi sesuatu yang diketahui luas oleh dunia modern.

Pada tahun 1963, seorang penduduk setempat menemukan ruang tersembunyi di balik dinding rumahnya ketika melakukan renovasi.

Penemuan tersebut kemudian mengarah pada eksplorasi lebih lanjut dan mengungkap jaringan ruang bawah tanah yang jauh lebih besar.

Bayangkan saja:

sebuah kota yang selama berabad-abad berada tepat di bawah permukiman, tetapi tidak terlihat dari permukaan.

Derinkuyu Bukan Satu-Satunya Kota Bawah Tanah

Cappadocia memiliki banyak kota dan permukiman bawah tanah lainnya.

Derinkuyu merupakan salah satu yang paling terkenal, tetapi kawasan ini memiliki jaringan bawah tanah yang luas.

Beberapa di antaranya terhubung dengan lorong atau memiliki fungsi yang berbeda.

Hal tersebut menunjukkan bahwa membuat ruang hidup di bawah tanah bukanlah sesuatu yang dilakukan secara terisolasi.

Bagi masyarakat Cappadocia pada masa lalu, batu vulkanik di bawah kaki mereka bisa menjadi tempat tinggal, tempat berlindung, sekaligus ruang kehidupan.

Dari Kota Tersembunyi Menjadi Destinasi Wisata

Kini, sebagian area Derinkuyu telah dibuka untuk pengunjung.

Wisatawan dapat memasuki lorong-lorong bawah tanah dan melihat berbagai ruang yang masih bertahan.

Namun, pengalaman mengunjunginya berbeda dengan melihat reruntuhan kota biasa.

Di sini, pengunjung harus turun semakin dalam.

Cahaya dari permukaan perlahan menghilang.

Lorong menjadi lebih sempit.

Dan ruang yang awalnya terlihat seperti sekumpulan gua mulai memperlihatkan struktur sebuah kota.

Semakin jauh masuk, semakin sulit membayangkan bahwa semua ini berada di bawah tanah.

Derinkuyu Bukan Sekadar Gua

Jika dilihat sekilas, Derinkuyu mungkin terlihat seperti kumpulan lorong dan ruangan yang digali dari batu.

Tetapi sebenarnya, tempat ini memperlihatkan bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi yang sulit.

Mereka memanfaatkan batu vulkanik.

Membuat sistem ventilasi.

Menyediakan ruang untuk makanan dan hewan.

Membuat tempat ibadah.

Bahkan menciptakan sistem pintu batu untuk melindungi akses.

Semua itu dilakukan tanpa membangun kota ke atas permukaan.

Kota yang Dibangun ke Bawah

Derinkuyu memperlihatkan sisi lain dari arsitektur manusia.

Ketika sebagian besar kota dibangun untuk semakin tinggi, masyarakat Cappadocia justru menggali semakin dalam.

Ketika bangunan biasanya membutuhkan dinding yang berdiri di atas tanah, mereka memanfaatkan dinding batu yang sudah ada di bawah permukaan.

Dan ketika dunia di atas tidak selalu aman, mereka memiliki tempat tersembunyi di bawah kaki mereka.

Derinkuyu bukan sekadar kota bawah tanah.

Ia adalah bukti bagaimana manusia mengubah batu menjadi tempat untuk hidup, berlindung, dan bertahan selama berabad-abad.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS