Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Ketika mendengar arsitektur Mughal, nama Taj Mahal mungkin menjadi yang pertama muncul di pikiran. Namun, jauh sebelum Taj Mahal berdiri di Agra, sudah ada sebuah bangunan monumental di Delhi yang memperlihatkan perkembangan awal gaya arsitektur tersebut.
Namanya Humayun’s Tomb.
Dibangun pada abad ke-16, bangunan ini bukan hanya makam seorang kaisar. Kompleksnya menjadi salah satu karya penting dalam perkembangan arsitektur Mughal dan bahkan sering dikaitkan dengan perkembangan gaya yang kemudian mencapai puncaknya pada Taj Mahal.
Humayun merupakan kaisar kedua Kekaisaran Mughal di India.
Setelah ia wafat pada 1556, istrinya, Hamida Banu Begum, memerintahkan pembangunan sebuah makam megah untuk mengenangnya.
Pembangunannya dimulai sekitar 1565, beberapa tahun setelah kematian Humayun.
Proyek tersebut melibatkan arsitek Persia Mirak Mirza Ghiyas dan putranya, Sayyid Muhammad.
Hasilnya bukan sekadar makam biasa.
Bangunan tersebut menjadi sebuah kompleks monumental yang menggabungkan arsitektur Persia dengan tradisi arsitektur India.
Salah satu ciri paling menarik dari Humayun’s Tomb adalah konsep charbagh, yaitu taman yang dibagi menjadi empat bagian secara simetris.
Jalur air dan taman mengelilingi bangunan utama, menciptakan pola geometris yang sangat teratur.
Konsep ini tidak hanya membuat kompleks terlihat indah.
Dalam tradisi arsitektur Islam Persia, taman juga memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan gambaran taman surga.
Karena itu, taman di Humayun’s Tomb bukan sekadar dekorasi.
Ia menjadi bagian penting dari konsep keseluruhan bangunan.
Bangunan utama Humayun’s Tomb memiliki karakter yang langsung mencuri perhatian.
Batu pasir merah mendominasi bagian luar, sementara marmer putih digunakan sebagai aksen pada kubah dan beberapa bagian arsitektur.
Di atas bangunan terdapat kubah besar berwarna putih yang menjadi salah satu elemen paling ikoniknya.
Perpaduan warna merah dan putih, bentuk geometris, lengkungan, serta taman simetris membuat kompleks ini terlihat sangat berbeda dari bangunan-bangunan tradisional India sebelumnya.
Di sinilah pengaruh arsitektur Persia terlihat sangat kuat.
Inilah bagian yang membuat Humayun’s Tomb semakin menarik.
Bangunan ini sering dianggap sebagai salah satu pendahulu penting arsitektur Mughal yang kemudian berkembang lebih jauh pada masa berikutnya.
Beberapa karakter yang terlihat di Humayun’s Tomb—seperti penggunaan kubah besar, simetri, taman charbagh, perpaduan batu pasir merah dan marmer putih, serta komposisi bangunan yang monumental—kemudian berkembang dalam arsitektur Mughal.
Beberapa generasi setelah Humayun, gaya tersebut mencapai bentuk yang jauh lebih terkenal melalui Taj Mahal.
Jadi, bukan berarti Taj Mahal merupakan salinan Humayun’s Tomb.
Namun, keduanya memperlihatkan perkembangan tradisi arsitektur Mughal yang memiliki hubungan sejarah.
Seiring berjalannya waktu, kompleks Humayun’s Tomb mengalami perubahan dan sempat mengalami kondisi yang kurang terawat.
Kawasan di sekitarnya juga mengalami perkembangan pesat.
Namun, nilai sejarah dan arsitekturnya membuat kompleks ini kemudian mendapatkan perhatian untuk konservasi.
Berbagai upaya pemugaran dilakukan untuk mempertahankan bangunan dan taman bersejarah tersebut.
Humayun’s Tomb akhirnya mendapat pengakuan internasional.
Pada 1993, kompleks ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Hari ini, tempat tersebut menjadi salah satu destinasi sejarah penting di Delhi.
Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat makam Humayun, tetapi juga untuk menikmati kompleks arsitektur, taman, gerbang, serta berbagai makam lain yang berada di kawasan tersebut.
Humayun’s Tomb menarik bukan hanya karena bentuknya yang megah.
Tempat ini menunjukkan bagaimana sebuah gaya arsitektur berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dari:
- Makam Kaisar Humayun
- Perpaduan arsitektur Persia & India
- Konsep taman charbagh
- Perkembangan arsitektur Mughal
- Tradisi yang kemudian berkembang hingga era Taj Mahal
Itulah alasan mengapa Humayun’s Tomb layak diperhatikan.
Karena sebelum Taj Mahal menjadi salah satu bangunan paling terkenal di dunia, arsitektur Mughal sudah lebih dulu meninggalkan jejak besar di Delhi.
Jadi kalau suatu hari berkunjung ke India, jangan hanya memasukkan Taj Mahal ke itinerary.
Coba datang juga ke Humayun’s Tomb dan lihat salah satu bagian dari cerita panjang yang membentuk arsitektur Mughal.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments