Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Bayangkan Inggris di pertengahan tahun 1990-an.
Di satu sisi, stadion-stadion mulai dipenuhi generasi baru sepak bola Inggris. Di sisi lain, radio dan televisi terus memainkan lagu-lagu dari band seperti Oasis, Blur, Pulp, dan The Verve. Anak muda memakai jaket, sneakers, dan football shirt bukan hanya untuk pergi ke pertandingan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya sehari-hari.
Musik dan football seolah berjalan di jalur yang berbeda. Tapi di Inggris tahun 90-an, keduanya justru sering bertemu.
Dan dari pertemuan itulah lahir salah satu gambaran budaya Inggris yang paling kuat sampai sekarang.
Sebelum era 90-an, football Inggris punya reputasi yang cukup berat. Tragedi stadion dan masalah hooliganisme membuat sepak bola sering dikaitkan dengan kekerasan dan kerusuhan.
Memasuki tahun 1990-an, situasinya mulai berubah. Sepak bola Inggris perlahan mendapatkan wajah baru. Premier League lahir pada 1992, pertandingan semakin menjadi bagian dari budaya populer, dan para pemain mulai dipandang sebagai figur publik.
Di saat yang hampir bersamaan, musik Inggris juga sedang mengalami perubahan.
Grunge dari Amerika memang masih terdengar di mana-mana, tetapi kemudian muncul band-band Inggris yang membawa kembali karakter musik lokal. Inilah yang kemudian dikenal sebagai Britpop.
Oasis dari Manchester, Blur dari London, Pulp dari Sheffield, hingga Suede ikut membentuk suara baru Inggris.
Menariknya, dunia musik ini tidak berdiri sendiri.
Football ada di mana-mana.
Kalau membicarakan Britpop dan football, sulit untuk tidak menyebut Oasis.
Liam dan Noel Gallagher dikenal sebagai pendukung Manchester City. Hubungan Oasis dengan football bahkan terlihat jelas dalam penampilan mereka, mulai dari football shirt sampai hubungan mereka dengan Manchester City.
Pada 1996, Oasis bahkan tampil di Maine Road, stadion lama Manchester City. Di tahun yang sama, mereka juga berada di puncak popularitas dan menggelar konser besar di Knebworth yang dihadiri sekitar 250.000 orang dalam dua malam.
Jadi, Oasis bukan sekadar band yang kebetulan berasal dari kota yang punya klub football besar.
Mereka adalah bagian dari kultur Manchester itu sendiri.
Dan di sisi lain ada Blur.
Persaingan Oasis dan Blur pada 1995 menjadi salah satu momen paling terkenal dalam sejarah Britpop. Persaingan mereka bahkan terasa seperti pertandingan football: dua kubu, dua gaya, dua kota, dan semua orang seolah punya pilihan masing-masing.
Musik tiba-tiba punya atmosfer seperti pertandingan.
Ada rivalitas. Ada kebanggaan. Ada identitas.
Kalau ada satu momen yang benar-benar mempertemukan Britpop dan football, jawabannya mungkin adalah Euro 96.
Turnamen yang digelar di Inggris tersebut berlangsung ketika Britpop sedang berada di puncaknya. Oasis dan Blur sedang menjadi nama besar, sementara tim nasional Inggris berhasil melaju sampai semifinal.
Football bukan lagi hanya sesuatu yang ditonton di stadion.
Ia menjadi soundtrack kehidupan sehari-hari.
Ada Three Lions dari David Baddiel, Frank Skinner, dan The Lightning Seeds yang kemudian begitu identik dengan Euro 96. Lagu tersebut bahkan menjadi bagian dari budaya suporter Inggris dan membuat sepak bola terasa seperti perayaan nasional.
Di televisi, pertandingan Inggris ditonton jutaan orang.
Di radio, lagu-lagu Britpop terus diputar.
Di jalanan, football shirt dan fashion khas 90-an semakin mudah ditemukan.
Untuk beberapa saat, semuanya terasa seperti berada di dalam cerita yang sama.
Salah satu hal menarik dari era tersebut adalah bagaimana football mulai masuk ke fashion.
Football shirt yang awalnya merupakan pakaian pendukung klub mulai dipakai sebagai bagian dari gaya sehari-hari. Fashion anak muda Inggris saat itu banyak mengambil elemen dari football, rave, dan street culture.
Hal ini juga bertemu dengan estetika Britpop.
Jaket, sneakers, track top, parka, sampai football shirt menjadi bagian dari penampilan anak muda.
Oasis kemudian menjadi salah satu contoh paling mudah dikenali. Gaya Gallagher bersaudara ikut memperkuat hubungan antara musik, football, dan fashion Inggris. Bahkan ketika Oasis kembali tampil dalam tur reuni beberapa tahun terakhir, football shirt masih menjadi bagian dari gaya para penggemarnya.
Jadi, ketika melihat foto anak muda Inggris tahun 90-an dengan football shirt dan jaket khas era tersebut, sebenarnya kita sedang melihat lebih dari sekadar fashion.
Ada identitas di baliknya.
Mungkin karena keduanya sama-sama berbicara tentang rasa memiliki.
Football membuat seseorang merasa menjadi bagian dari sebuah klub atau kota.
Musik membuat seseorang merasa menjadi bagian dari sebuah generasi.
Dan di Inggris tahun 90-an, keduanya bertemu pada waktu yang tepat.
Manchester punya Oasis dan Manchester City. London punya Blur dan klub-klub football-nya. Kota-kota lain juga memiliki band, klub, pub, dan komunitasnya masing-masing.
Karena itu, football dan Britpop tidak hanya menjadi hiburan.
Keduanya menjadi cara anak muda menunjukkan siapa mereka, dari mana mereka berasal, apa yang mereka dengarkan, dan bahkan klub mana yang mereka dukung.
Pada akhirnya, yang membuat era 90-an terasa spesial bukan hanya karena Oasis punya lagu besar atau Inggris berhasil mencapai semifinal Euro 96.
Yang menarik adalah bagaimana musik, football, fashion, media, dan kehidupan anak muda bertemu dalam satu periode yang sama.
Britpop memberikan soundtrack-nya.
Football memberikan panggungnya.
Dan Inggris memberikan identitasnya.
Mungkin itu sebabnya ketika orang membicarakan Inggris tahun 90-an, yang muncul bukan hanya nama-nama band atau hasil pertandingan. Ada gambaran tentang stadion, pub, football shirt, lagu yang terdengar dari radio, dan anak muda yang merasa sedang hidup di sebuah era yang berbeda.
Football dan Britpop akhirnya menjadi dua cerita yang terpisah, tetapi pernah berjalan berdampingan.
Dan mungkin, justru di situlah daya tarik Inggris era 90-an: sebuah pertandingan bisa terasa seperti konser, sementara sebuah lagu bisa terasa seperti anthem satu generasi.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments