Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

19

Sep

Road Trip Pertama Kali di Eropa: Apa yang Berbeda dari Mengemudi di Indonesia?

Posisi Mengemudi Bisa Menjadi Hal Pertama yang Membingungkan

Di Indonesia, kendaraan berjalan di sisi kiri jalan dengan posisi pengemudi di sebelah kanan. Di sebagian besar negara Eropa, kendaraan berjalan di sisi kanan dan posisi pengemudi berada di sebelah kiri.

Perbedaan ini terdengar sederhana, tetapi bisa terasa cukup signifikan ketika pertama kali menyewa mobil.

Terutama saat keluar dari area parkir, masuk persimpangan, berbelok di jalan yang sepi, atau melewati roundabout. Secara refleks, pengemudi yang terbiasa dengan sistem Indonesia bisa saja mencari posisi kendaraan seperti ketika berkendara di rumah.

Karena itu, beberapa menit pertama setelah mengambil mobil sebaiknya digunakan untuk beradaptasi. Kenali posisi pedal, tuas persneling, kaca spion, serta karakter mobil sebelum langsung mengejar itinerary.

Marka Jalan dan Rambu Perlu Lebih Diperhatikan

Salah satu hal yang terasa berbeda ketika mengemudi di Eropa adalah pentingnya membaca marka jalan dan rambu secara konsisten.

Batas kecepatan bisa berubah berdasarkan jenis jalan, kawasan, atau kondisi tertentu. Di beberapa tempat, terdapat pembatasan yang berbeda ketika memasuki area perkotaan, permukiman, atau jalan bebas hambatan.

Jangan mengandalkan kebiasaan berkendara di Indonesia.

Kecepatan yang terasa normal di satu negara belum tentu berlaku di negara lain. Bahkan dalam satu perjalanan, aturan bisa berubah ketika melewati perbatasan negara.

Road trip lintas negara berarti memahami aturan setiap negara yang dilewati, bukan hanya negara tempat mobil pertama kali disewa.

Roundabout Bisa Jadi Tantangan Kecil

Roundabout atau bundaran cukup umum ditemukan di berbagai negara Eropa.

Bagi pengemudi yang terbiasa dengan lalu lintas Indonesia, situasi ini bisa membutuhkan konsentrasi lebih, terutama ketika terdapat beberapa jalur dan kendaraan datang dari berbagai arah.

Hal yang penting bukan sekadar mengetahui siapa yang memiliki prioritas, tetapi memahami marka dan rambu di roundabout tersebut. Jangan menganggap semua bundaran memiliki aturan persis sama.

Kalau masih ragu, kurangi kecepatan dan ikuti petunjuk yang tersedia. Lebih baik sedikit terlambat daripada salah mengambil jalur lalu harus melakukan manuver mendadak.

Jalan Tol di Eropa Tidak Selalu Sama

Ini salah satu bagian yang sering luput dari perencanaan road trip.

Sistem jalan tol di Eropa tidak seragam. Ada negara yang menggunakan gerbang tol, ada yang menggunakan sistem pembayaran elektronik atau vignette, dan ada pula jalan tertentu yang memiliki biaya khusus.

Karena itu, sebelum berkendara lintas negara, cek sistem jalan di masing-masing negara yang akan dilewati.

Jangan sampai itinerary sudah sempurna, tetapi baru mengetahui kebutuhan vignette atau biaya jalan tertentu setelah masuk ke jalur yang bersangkutan.

Dalam perjalanan lintas negara, biaya tol dan aturan jalan sebaiknya dihitung sebagai bagian dari budget perjalanan sejak awal.

Parkir Justru Bisa Lebih Membingungkan daripada Berkendara

Mengemudi di jalan raya mungkin terasa mudah setelah beberapa saat. Tantangan berikutnya bisa muncul ketika tiba di pusat kota.

Kota-kota Eropa memiliki berbagai sistem parkir. Ada area berbayar, zona dengan batas waktu, parkir khusus penduduk, hingga kawasan yang membatasi kendaraan tertentu.

Di kota-kota bersejarah, pusat kota juga tidak selalu dirancang untuk kendaraan pribadi.

Karena itu, jangan selalu memasukkan “parkir dekat destinasi” ke dalam itinerary. Terkadang strategi yang lebih praktis adalah meninggalkan mobil di park-and-ride atau area parkir di luar pusat kota, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum.

Jangan Meremehkan Jarak Antarkota

Salah satu jebakan road trip adalah melihat peta lalu berpikir, “Oh, cuma beberapa jam.”

Di atas kertas mungkin benar. Tetapi perjalanan nyata memiliki banyak faktor: berhenti untuk makan, mengisi bahan bakar, mencari parkir, istirahat, antrean, kondisi cuaca, sampai waktu yang terpakai ketika melewati perbatasan.

Karena itu, itinerary road trip sebaiknya tidak dibuat terlalu padat.

Jika setiap hari harus berpindah kota dengan jarak jauh, pengalaman perjalanan bisa berubah menjadi sekadar duduk di dalam mobil.

Padahal salah satu alasan orang memilih road trip adalah kebebasan untuk berhenti ketika menemukan desa kecil, viewpoint, danau, atau tempat menarik yang tidak masuk itinerary awal.

Google Maps Bukan Berarti Semua Masalah Selesai

Navigasi digital memang sangat membantu, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya sumber informasi.

Rute tercepat belum tentu menjadi rute paling nyaman. Bisa saja aplikasi mengarahkan kendaraan melewati jalan kecil, kawasan dengan pembatasan kendaraan, atau rute yang memiliki biaya tambahan.

Sebelum berangkat, sebaiknya unduh peta offline dan cek kembali rute utama. Pastikan juga ponsel memiliki koneksi data yang memadai.

Untuk perjalanan lintas negara, persiapan sederhana seperti ini bisa mengurangi banyak drama kecil di tengah perjalanan.

Dokumen dan Syarat Berkendara Harus Dicek Sebelum Berangkat

Hal yang satu ini jangan ditunda sampai hari keberangkatan.

Persyaratan mengemudi bagi wisatawan dapat berbeda berdasarkan negara, kewarganegaraan, jenis SIM, perusahaan rental, dan durasi perjalanan. Dokumen seperti SIM Indonesia, International Driving Permit atau dokumen pendukung lain dapat memiliki ketentuan yang berbeda.

Begitu juga dengan usia minimum pengemudi, kartu pembayaran, deposit, asuransi, dan ketentuan kendaraan ketika dibawa melintasi negara lain.

Karena aturan dapat berubah dan berbeda antarnegara, informasi terbaru sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada perusahaan rental serta otoritas terkait sebelum perjalanan.

Road Trip Eropa Bukan Sekadar Soal Bisa Menyetir

Dari sisi travel planning, road trip sebenarnya adalah kombinasi antara driving experience, itinerary design, dan risk management.

Memilih mobil yang tepat saja belum cukup. Rute harus realistis, waktu berkendara perlu dihitung, lokasi parkir perlu dipikirkan, dan aturan setiap negara harus diketahui.

Justru di sinilah peran perencanaan perjalanan menjadi penting.

Itinerary yang bagus bukan yang memasukkan sebanyak mungkin kota, tetapi yang memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati perjalanan tanpa terus-menerus mengejar waktu.

Perbedaan Terbesar Ada pada Cara Menikmati Perjalanan

Mengemudi di Eropa untuk pertama kali memang membutuhkan adaptasi. Sistem jalan berbeda, aturan bisa berbeda antarnegara, dan parkir di kota besar bisa menjadi tantangan tersendiri.

Namun, ketika sudah memahami sistemnya, road trip menawarkan pengalaman yang sulit didapat dari perjalanan dengan jadwal transportasi yang sangat kaku.

Kita bisa berhenti ketika menemukan pemandangan menarik, menghabiskan lebih banyak waktu di kota kecil, atau mengubah rute ketika menemukan sesuatu yang tidak direncanakan.

Karena pada akhirnya, road trip bukan tentang seberapa cepat sampai di tujuan. Justru perjalanan di antara dua tujuan itulah yang menjadi bagian dari ceritanya.

Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS