Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

17

Sep

Dari Sarapan sampai Makan Malam: Seperti Apa Budaya Makan Orang Belanda?

Kalau membayangkan makanan Belanda, mungkin yang langsung muncul adalah keju, stroopwafel, atau kentang. Tapi menariknya, budaya makan di Belanda justru banyak terlihat dari makanan yang sederhana dan sangat sehari-hari. Roti, keju, mentega, bahkan taburan cokelat bisa menjadi bagian dari rutinitas makan masyarakatnya.


Bagi wisatawan, kebiasaan ini mungkin terasa cukup berbeda. Sarapan tidak selalu berupa makanan berat, makan siang pun sering kali sederhana, sementara hidangan hangat justru lebih identik dengan makan malam. Dari kebiasaan tersebut, kita bisa melihat bagaimana masyarakat Belanda menghargai makanan yang praktis, mudah disiapkan, tetapi tetap menjadi bagian dari keseharian

Pagi Hari Dimulai dengan Roti

Salah satu hal yang cukup menarik dari budaya makan Belanda adalah betapa dekatnya roti dengan kehidupan sehari-hari. Sarapan tradisional umumnya sederhana, seperti roti dengan keju, selai, selai kacang, atau berbagai macam topping. Roti juga kembali muncul saat makan siang.

Salah satu yang paling terkenal adalah hagelslag, yaitu taburan kecil berbahan dasar cokelat yang dimakan di atas roti dengan mentega. Bagi orang yang baru pertama kali melihatnya, kombinasi roti dan cokelat mungkin terlihat seperti makanan penutup. Di Belanda, justru hal tersebut merupakan makanan yang cukup biasa, termasuk untuk orang dewasa.

Yang menarik, hagelslag bukan sekadar tren makanan lucu untuk wisatawan. Kebiasaan menyantapnya sudah lama menjadi bagian dari budaya makan sehari-hari di Belanda.

Keju Juga Punya Tempat Penting

Selain hagelslag, keju merupakan bagian yang sangat dekat dengan kehidupan kuliner Belanda. Roti dengan keju merupakan kombinasi yang umum ditemukan untuk sarapan maupun makan siang. Bahkan, hubungan Belanda dengan keju sudah berlangsung sangat lama dan berkembang bersama tradisi peternakan serta perdagangan di negara tersebut.

Nama seperti Gouda dan Edam bahkan sudah begitu melekat dengan Belanda. Kota Edam sendiri memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan keju. Sampai sekarang, wisatawan masih bisa menemukan pengalaman mencicipi dan mengenal lebih jauh budaya keju di berbagai wilayah Belanda.

Jadi, mencicipi keju di Belanda sebenarnya bukan hanya soal rasa. Ada sejarah panjang di balik makanan yang terlihat sederhana tersebut.

Makan Siang: Sederhana dan Praktis

Kalau di beberapa negara makan siang bisa menjadi waktu untuk menikmati hidangan hangat dalam porsi besar, di Belanda makan siang cenderung lebih sederhana. Roti dengan keju, daging dingin, atau topping lainnya menjadi pilihan yang umum. Banyak orang juga membawa bekal roti dari rumah.

Kebiasaan ini memperlihatkan salah satu karakter dari budaya makan Belanda: praktis bukan berarti asal-asalan.

Makanan tidak selalu harus rumit untuk menjadi bagian penting dari keseharian. Sepotong roti, secangkir kopi, dan topping favorit sudah cukup menjadi bagian dari rutinitas harian.

Lalu, Kapan Makanan Hangat Dimakan?

Berbeda dengan sarapan dan makan siang yang cenderung ringan, makanan hangat lebih sering hadir saat makan malam. Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah stamppot, hidangan berupa kentang tumbuk yang dicampur dengan sayuran seperti kale atau sauerkraut dan biasanya disajikan bersama sosis. Hidangan ini sangat cocok dengan cuaca dingin dan dikenal sebagai salah satu comfort food khas Belanda.

Selain stamppot, masakan Belanda juga memiliki berbagai sup, semur, ikan, serta hidangan berbahan kentang dan daging. Karakter makanannya cenderung sederhana dan mengenyangkan, sesuatu yang juga tercermin dalam tradisi kuliner rumahan Belanda.

Makanan Bukan Cuma Soal Hidangan

Meski makanan sehari-hari Belanda terlihat sederhana, pengalaman kuliner di sana sebenarnya cukup beragam. Di Amsterdam, misalnya, wisatawan bisa menemukan makanan tradisional seperti bitterballen, stroopwafel, poffertjes, haring, hingga berbagai jenis keju.

Menariknya lagi, kuliner Belanda juga tidak berdiri sendiri. Pengaruh sejarah dan hubungan Belanda dengan berbagai wilayah ikut membentuk lanskap makanannya. Salah satu contoh yang paling terlihat adalah keberadaan kuliner Indonesia di Belanda. Rijsttafel, misalnya, berkembang dari sejarah hubungan kolonial Belanda dengan Indonesia dan kemudian menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang dikenal di Belanda.

Artinya, makanan bisa menjadi cara lain untuk membaca sejarah sebuah negara.

Melihat Belanda Lewat Meja Makan

Budaya makan Belanda mungkin tidak selalu terlihat semewah kuliner Prancis atau seikonik makanan Italia. Namun justru dari kesederhanaannya, ada cerita menarik tentang kehidupan masyarakatnya.

Sepotong roti dengan keju, hagelslag untuk sarapan, bekal sederhana saat makan siang, lalu stamppot yang hangat di malam hari menunjukkan bahwa makanan di Belanda sangat dekat dengan rutinitas. Tidak harus rumit, tidak harus berlebihan, tetapi tetap memiliki tempat dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, ketika suatu hari berkunjung ke Belanda, jangan hanya mencari makanan yang terlihat paling unik. Cobalah memperhatikan apa yang dimakan orang lokal dalam kesehariannya. Karena terkadang, cerita tentang sebuah budaya justru dimulai dari sesuatu sesederhana sepotong roti di meja makan.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954


Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS