Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

14

Sep

Bukan di Mars, Lanskap Merah Ini Ternyata Ada di Bumi

Kalau melihat foto Wadi Rum sekilas, orang mungkin mengira gambar tersebut diambil dari permukaan Mars. Hamparan gurun berwarna merah-oranye, formasi batu raksasa, serta langit luas tanpa banyak vegetasi membuat kawasan ini memiliki nuansa seperti planet asing.

Namun, pemandangan tersebut bukanlah hasil rekayasa digital. Wadi Rum benar-benar ada di Bumi, tepatnya di bagian selatan Yordania, tidak jauh dari perbatasan Arab Saudi.

Wadi Rum, Gurun Merah yang Dijuluki Valley of the Moon

Wadi Rum merupakan kawasan gurun yang terkenal dengan pegunungan batu pasir dan granit yang menjulang di tengah hamparan gurun.

Lanskapnya begitu luas dan dramatis. Warna pasir dapat terlihat merah kecokelatan hingga jingga, sementara dinding batu raksasa berdiri di berbagai sisi gurun.

Keunikan tersebut membuat Wadi Rum mendapatkan julukan “Valley of the Moon” atau Lembah Bulan. Kawasan ini juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat bagi masyarakat Badui yang telah lama hidup di wilayah tersebut.

Bagi wisatawan, pengalaman di Wadi Rum bukan sekadar melihat gurun. Pengunjung dapat menjelajahi kawasan menggunakan kendaraan 4x4, berjalan kaki, menikmati matahari terbenam, hingga bermalam di kamp gurun.

Kenapa Warnanya Bisa Semerah Itu?

Warna merah dan jingga yang menjadi ciri khas Wadi Rum berkaitan dengan karakteristik batuan dan material geologis di kawasan tersebut.

Batuan pasir yang mendominasi lanskap Wadi Rum mengandung mineral, termasuk senyawa besi. Proses oksidasi pada mineral tersebut dapat memberikan warna kemerahan pada batuan dan pasir.

Ditambah dengan kondisi gurun yang kering serta minim vegetasi, warna batuan menjadi semakin terlihat jelas.

Ketika terkena cahaya matahari, terutama saat sunrise atau sunset, warna merah-oranye tersebut dapat terlihat semakin intens. Inilah salah satu alasan mengapa Wadi Rum begitu populer sebagai lokasi fotografi.

Pernah Jadi Lokasi Syuting Film Bertema Mars

Kemiripan Wadi Rum dengan lanskap planet Mars ternyata juga menarik perhatian industri film.

Kawasan ini pernah digunakan sebagai lokasi syuting sejumlah film yang membutuhkan latar planet asing atau gurun ekstrem. Salah satu yang paling terkenal adalah The Martian, film fiksi ilmiah yang menampilkan Matt Damon sebagai astronaut yang terdampar di Mars.

Meski dalam film ceritanya berada di Mars, sejumlah adegan sebenarnya direkam di Wadi Rum.

Hal ini menunjukkan betapa kuatnya karakter visual kawasan tersebut. Tanpa harus menggunakan efek khusus secara berlebihan, lanskap Wadi Rum sudah terlihat seperti permukaan planet lain.

Bukan Cuma Soal Foto, Wadi Rum Menawarkan Pengalaman Gurun

Salah satu daya tarik utama Wadi Rum adalah pengalaman menjelajahi gurun secara langsung.

Wisatawan dapat mengikuti perjalanan menggunakan jeep 4x4 melewati lembah dan formasi batu, mengunjungi sumber air serta situs batu kuno, hingga melihat gurun dari sudut yang berbeda.

Menjelang malam, suasananya berubah total. Cahaya matahari menghilang dan langit gurun yang minim polusi cahaya memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan bintang.

Bahkan, sejumlah akomodasi di Wadi Rum menawarkan konsep desert camp dengan tenda yang dirancang untuk memberikan pengalaman bermalam di tengah gurun.

Mengapa Lanskap Seperti Ini Menarik bagi Wisatawan?

Dari perspektif pariwisata, Wadi Rum merupakan contoh bagaimana karakter visual sebuah destinasi dapat menjadi kekuatan branding.

Banyak gurun di dunia memiliki pasir dan bebatuan. Namun, Wadi Rum memiliki kombinasi warna, formasi batu, sejarah, budaya Badui, serta pengalaman wisata yang membuatnya memiliki identitas tersendiri.

Frasa seperti “serasa berada di Mars” juga menjadi daya tarik komunikasi yang kuat. Wisatawan tidak hanya ditawarkan pemandangan, tetapi juga sebuah imajinasi dan pengalaman.

Inilah yang membuat destinasi dengan lanskap unik memiliki potensi besar di era media sosial. Pemandangan yang tidak biasa lebih mudah menarik perhatian, dibagikan, dan membuat orang penasaran untuk datang secara langsung.

Kapan Waktu yang Menarik untuk Berkunjung?

Karena Wadi Rum merupakan kawasan gurun, kondisi suhu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan wisatawan.

Waktu dengan suhu yang lebih nyaman umumnya menjadi pilihan yang lebih menarik untuk aktivitas outdoor. Sementara itu, pagi dan sore hari menawarkan pencahayaan yang sangat bagus untuk menikmati perubahan warna gurun.

Jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, wisatawan bisa mempertimbangkan bermalam di gurun. Selain menikmati sunset, perjalanan dapat dilanjutkan dengan melihat langit malam sebelum kembali menikmati suasana gurun pada pagi hari.

Jadi, Ini Mars atau Bumi?

Bukan Mars. Ini Bumi, tepatnya Wadi Rum di Yordania.

Lanskap merah yang terlihat seperti permukaan planet asing tersebut terbentuk melalui proses geologi selama waktu yang sangat panjang. Keunikan alam, sejarah, budaya, dan pengalaman gurunnya kemudian menjadikan Wadi Rum salah satu destinasi yang menarik bagi wisatawan pencari pengalaman berbeda.

Pada akhirnya, perjalanan ke tempat seperti Wadi Rum menunjukkan bahwa untuk merasakan sensasi “berkunjung ke planet lain”, kita sebenarnya tidak perlu meninggalkan Bumi.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS