Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Bayangkan ribuan orang memenuhi jalanan sebuah kota kecil, lalu dalam hitungan menit semuanya berubah menjadi merah. Bukan karena cat atau dekorasi, tapi karena tomat yang dilempar ke segala arah.
Pemandangan seperti ini bisa ditemukan di Buñol, sebuah kota kecil di wilayah Valencia, Spanyol. Setiap tahun, La Tomatina mengubah jalanan kota tersebut menjadi arena perang tomat yang diikuti masyarakat lokal dan wisatawan dari berbagai negara. Festival yang terlihat sederhana dan bahkan cukup aneh ini ternyata punya sejarah panjang sejak 1945.
La Tomatina sebenarnya tidak dirancang sejak awal sebagai festival. Ceritanya bermula pada Rabu terakhir Agustus 1945, ketika sekelompok anak muda berada di Plaza del Pueblo untuk melihat parade tradisional.
Saat mencoba masuk ke dalam parade, terjadi keributan hingga salah satu peserta terjatuh. Situasi kemudian semakin panas dan orang-orang mulai saling menyerang. Kebetulan, di sekitar lokasi terdapat lapak sayuran. Tomat yang ada di sana akhirnya ikut digunakan sebagai “senjata”.
Keributan itu memang berakhir ketika aparat turun tangan. Namun, kejadian tersebut justru meninggalkan sesuatu yang tidak disangka-sangka: tahun berikutnya, beberapa anak muda sengaja mengulang perang tomat tersebut dan bahkan membawa tomat dari rumah mereka sendiri.
Pemerintah setempat awalnya tidak menganggap perang tomat sebagai sesuatu yang perlu dipertahankan. Pada awal 1950-an, La Tomatina sempat dilarang. Beberapa orang bahkan tetap mengikuti perayaan tersebut meskipun berisiko ditangkap.
Namun, masyarakat Buñol terus menunjukkan bahwa mereka menyukai tradisi ini. Setelah mendapat dukungan masyarakat, La Tomatina akhirnya kembali diizinkan dan perlahan berkembang menjadi bagian dari perayaan lokal.
Dari sinilah sesuatu yang awalnya hanya keributan spontan berubah menjadi tradisi tahunan. Menariknya, justru cerita asal-usul yang tidak direncanakan inilah yang membuat La Tomatina punya karakter berbeda dari festival lainnya.
La Tomatina biasanya berlangsung pada Rabu terakhir bulan Agustus. Pagi harinya, orang-orang mulai berkumpul di pusat Buñol sebelum perang tomat dimulai. Salah satu tradisi yang dilakukan sebelum acara utama adalah palo jabón, yaitu usaha memanjat tiang yang sudah dilumuri sabun untuk mengambil ham yang diletakkan di bagian atasnya.
Sekitar pukul 11 pagi, suara tembakan menjadi tanda dimulainya perang. Truk-truk yang membawa tomat kemudian masuk ke jalanan dan menurunkan “amunisi” untuk para peserta.
Dalam waktu singkat, tomat mulai dilempar ke segala arah. Jalanan, pakaian, dan orang-orang yang berada di sana pun berubah menjadi merah. Perang ini berlangsung sekitar satu jam hingga suara tembakan berikutnya menjadi tanda bahwa acara telah selesai.
Setelah itu, tantangan berikutnya adalah membersihkan diri dari sisa tomat yang menempel di seluruh tubuh.
Tomat di La Tomatina sebenarnya bukan sekadar benda yang dilempar untuk bersenang-senang. Penggunaan tomat sudah menjadi bagian dari identitas festival sejak kejadian pertama pada 1945.
Justru karena konsepnya sederhana, La Tomatina mudah dipahami oleh siapa saja. Peserta tidak harus mengerti bahasa atau budaya Spanyol untuk tahu apa yang harus dilakukan. Datang, ikut keramaian, lempar tomat, dan bersenang-senang.
Konsep sederhana tersebut kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan internasional.
Popularitas La Tomatina terus meningkat dari tahun ke tahun. Festival yang awalnya hanya dikenal masyarakat Buñol kemudian menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah di Spanyol dan akhirnya dari berbagai negara.
Buñol sendiri berada sekitar 39 kilometer dari Valencia. Kota ini tidak hanya memiliki La Tomatina, tetapi juga kastel, kawasan kota tua, ruang alam, serta berbagai jalur wisata. Namun, setiap bulan Agustus, perhatian wisatawan dari berbagai tempat tertuju pada satu hal: perang tomat.
Pada 2002, La Tomatina secara resmi mendapat status Fiesta de Interés Turístico Internacional atau Festival dengan Minat Wisata Internasional dari pemerintah pariwisata Spanyol. Pengakuan ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu festival unik yang dikenal di dunia.
Kalau hanya melihat foto-fotonya, La Tomatina mungkin terlihat seperti pesta besar yang isinya orang-orang saling melempar tomat. Tapi di balik itu ada perjalanan budaya yang cukup panjang.
Buñol berhasil mempertahankan sebuah kejadian spontan selama puluhan tahun hingga akhirnya menjadi identitas kota. Bahkan saat ini, sejarah La Tomatina masih bisa dipelajari melalui Museo de La Tomatina, yang menampilkan foto, materi audiovisual, serta pengalaman imersif mengenai perkembangan festival tersebut.
Hal ini menunjukkan bagaimana sebuah tradisi lokal bisa berkembang menjadi daya tarik wisata tanpa kehilangan cerita awalnya.
Salah satu alasan La Tomatina begitu mudah dikenal adalah konsepnya yang berbeda. Tidak banyak festival di dunia yang menjadikan perang tomat sebagai atraksi utama.
Selain itu, visual festival ini juga sangat kuat. Ribuan orang yang berada di tengah jalan dengan tubuh dan pakaian penuh warna merah menghasilkan pemandangan yang langsung menarik perhatian, terutama di media sosial.
Namun, popularitasnya bukan hanya karena terlihat unik. La Tomatina juga memberikan pengalaman yang sulit didapatkan dari wisata biasa. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat festival, tetapi benar-benar ikut menjadi bagian dari keramaian tersebut.
La Tomatina membuktikan bahwa sebuah tradisi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Festival yang sekarang dikenal hingga berbagai penjuru dunia justru berawal dari keributan kecil di sebuah kota pada 1945.
Puluhan tahun kemudian, perang tomat tersebut menjadi identitas Buñol sekaligus salah satu festival paling unik di Spanyol. Dari sekadar tomat yang dilempar di tengah keributan, La Tomatina berkembang menjadi pengalaman wisata yang membawa nama sebuah kota kecil ke panggung internasional.
Dan mungkin, itulah yang membuat La Tomatina menarik. Sebuah kejadian yang awalnya tidak direncanakan justru berhasil menjadi tradisi yang terus hidup hingga sekarang.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments