Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

07

Sep

Fenomena Tak Biasa di Kawah Putih, Air Danau Menyusut hingga 70 Meter

Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tengah mengalami perubahan kondisi yang cukup mencolok. Permukaan air danau menyusut hingga sekitar 70 meter dari tepi danau sejak awal Agustus 2026 akibat kemarau panjang.

Kondisi tersebut membuat pemandangan Kawah Putih terlihat berbeda dibandingkan biasanya. Area tepian yang sebelumnya tertutup air kini mulai terbuka dan memperlihatkan permukaan tanah serta batuan di sekitar kawah.

Kemarau Panjang Jadi Penyebab

Penyusutan air Kawah Putih terjadi di tengah kondisi kemarau panjang. Berdasarkan laporan ANTARA pada 4 September 2026, pengelola menyebut air danau telah menyusut sekitar 70 meter dari tepian sejak awal Agustus.

Fenomena ini membuat bentuk danau yang terlihat dari kawasan wisata menjadi berbeda. Jika biasanya wisatawan melihat hamparan air berwarna putih kehijauan yang menjadi ciri khas Kawah Putih, kini sebagian area di sekitar danau tampak lebih terbuka.

Meski air menyusut cukup jauh, kondisi tersebut bukan berarti Kawah Putih benar-benar kering. Air masih terlihat di bagian danau yang lebih rendah, sementara area yang berada di sekitar tepian menjadi lebih luas akibat turunnya permukaan air.

Pemandangan Kawah Putih Berubah

Perubahan permukaan air tersebut juga memperlihatkan bagian kawasan yang biasanya berada di bawah air. Dari sejumlah foto terbaru, terlihat permukaan tanah di sekitar danau yang mengalami kekeringan dan membentuk pola retakan.

Kondisi ini menjadi pemandangan yang cukup berbeda bagi wisatawan. Kawah Putih yang selama ini dikenal dengan danau berwarna putih kehijauan kini memiliki lanskap yang lebih terbuka karena sebagian airnya menyusut.

Wisatawan Tetap Berkunjung

Meskipun kondisi danau berubah, aktivitas wisata di Kawah Putih tetap berlangsung. Foto yang diambil pada 4 September 2026 menunjukkan wisatawan masih berada di kawasan tersebut dan menikmati pemandangan Kawah Putih.

Fenomena penyusutan air ini bahkan menjadi daya tarik tersendiri karena wisatawan dapat melihat sisi lanskap Kawah Putih yang biasanya tidak terlihat ketika permukaan air berada pada kondisi normal.

Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan arahan pengelola selama berada di kawasan wisata, terutama ketika kondisi lingkungan mengalami perubahan akibat cuaca dan musim kemarau.

Jadi, Apakah Kawah Putih Mengering?

Istilah “Kawah Putih mengering” sebenarnya kurang tepat jika diartikan bahwa seluruh danau sudah kehilangan air. Kondisi yang terjadi adalah permukaan air danau mengalami penyusutan signifikan hingga sekitar 70 meter dari tepian akibat kemarau panjang.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa destinasi wisata alam sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan perubahan cuaca. Kawah Putih yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata alam Bandung Selatan pun dapat mengalami perubahan visual yang cukup drastis ketika curah hujan menurun.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, kondisi terbaru Kawah Putih justru menawarkan pengalaman berbeda. Pemandangan danau yang menyusut memperlihatkan sisi lain dari destinasi wisata alam yang selama ini dikenal dengan airnya yang berwarna khas.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954


Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS