Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

31

Aug

Día de Muertos: Ketika Kematian Dirayakan dengan Warna

Di Meksiko, kematian tidak selalu dikenang dalam suasana yang sunyi.

Ada hari ketika jalanan dipenuhi bunga berwarna kuning-oranye, rumah dihiasi lilin, dan altar keluarga dipenuhi foto serta makanan.

Hari itu dikenal sebagai Día de Muertos, atau Day of the Dead.

Meski namanya terdengar seperti perayaan tentang kematian, tradisi ini sebenarnya lebih banyak berbicara tentang mengingat kehidupan orang-orang yang telah pergi.

Bukan Halloween Versi Meksiko

Día de Muertos sering disamakan dengan Halloween karena sama-sama menggunakan simbol tengkorak dan berlangsung sekitar akhir Oktober hingga awal November.

Namun, keduanya memiliki latar belakang yang berbeda.

Día de Muertos merupakan tradisi yang berkembang dari pertemuan berbagai kebiasaan masyarakat asli Meksiko dengan tradisi Katolik yang dibawa oleh bangsa Spanyol.

Karena itu, perayaannya memiliki unsur budaya dan keagamaan yang sangat kuat.

Tengkorak dalam Día de Muertos tidak selalu menjadi simbol ketakutan. Ia justru dapat menjadi cara untuk mengingat bahwa kematian merupakan bagian dari kehidupan.

Kenapa Semuanya Begitu Berwarna?

Salah satu hal yang langsung terlihat dari Día de Muertos adalah penggunaan warna.

Bunga cempasúchil, atau marigold Meksiko, menjadi salah satu simbol paling khas.

Warna kuning dan oranye bunganya sering menghiasi altar, rumah, jalan, hingga pemakaman.

Selain bunga, ada papel picado, yaitu kertas dekoratif yang dipotong membentuk pola rumit.

Warnanya cerah dan biasanya digantung di berbagai tempat selama perayaan.

Ada pula calaveras, atau tengkorak dekoratif, yang sering dihias dengan warna dan pola yang rumit.

Semua elemen tersebut membuat suasana perayaan terlihat hidup.

Warna digunakan bukan untuk menghilangkan kesedihan, tetapi untuk merayakan kehidupan dan mengenang mereka yang telah meninggal.

Ofrenda: Altar untuk Mereka yang Telah Pergi

Salah satu bagian terpenting dari Día de Muertos adalah ofrenda.

Ofrenda merupakan altar yang disiapkan untuk mengenang anggota keluarga atau orang terkasih yang telah meninggal.

Di atasnya dapat ditemukan foto orang yang dikenang, lilin, bunga, makanan, minuman, dan benda-benda yang memiliki hubungan dengan kehidupan mereka.

Setiap keluarga dapat membuat ofrenda dengan cara yang berbeda.

Tidak ada satu bentuk yang benar-benar sama.

Karena itu, sebuah altar sering terasa sangat personal.

Benda-benda yang diletakkan di sana bukan sekadar dekorasi, tetapi mewakili kenangan tentang seseorang.

Bunga yang Menjadi Penunjuk Jalan

Cempasúchil memiliki peran khusus dalam tradisi ini.

Bunga tersebut dikenal karena warnanya yang cerah dan aromanya yang kuat.

Dalam kepercayaan populer Día de Muertos, bunga marigold sering digunakan untuk membantu mengarahkan roh orang yang telah meninggal menuju altar.

Kelopak bunganya bahkan dapat disusun membentuk jalur dari pintu rumah menuju ofrenda.

Hal tersebut menciptakan pemandangan yang sangat khas.

Bunga yang biasanya hanya menjadi bagian dari taman berubah menjadi bagian dari ritual mengenang orang yang telah pergi.

Tengkorak yang Tidak Menakutkan

Salah satu simbol paling terkenal dari Día de Muertos adalah calavera.

Tengkorak sering dihias dengan bunga, pola, warna cerah, dan ornamen.

Ada juga calaveras de azúcar, atau tengkorak gula, yang dibuat sebagai bagian dari tradisi.

Bentuknya mungkin terlihat menyeramkan jika dilihat dari budaya lain.

Tetapi dalam konteks Día de Muertos, tengkorak dapat memiliki makna yang jauh lebih ringan.

Ia mengingatkan bahwa kematian adalah bagian dari perjalanan manusia, bukan sesuatu yang harus selalu digambarkan dengan ketakutan.

Makanan Juga Menjadi Bagian dari Kenangan

Makanan menjadi bagian penting dalam ofrenda.

Salah satu yang paling terkenal adalah pan de muerto, roti khas yang dibuat selama periode Día de Muertos.

Selain itu, keluarga dapat menaruh makanan atau minuman yang disukai orang yang mereka kenang.

Tujuannya bukan sekadar menyediakan makanan.

Benda tersebut menjadi simbol dari kebiasaan dan kenangan yang pernah dimiliki bersama.

Karena itu, setiap ofrenda bisa menceritakan kisah yang berbeda.

Makanan menjadi cara lain untuk mengingat seseorang melalui hal-hal sederhana yang pernah mereka sukai.

Merayakan di Rumah dan di Pemakaman

Perayaan Día de Muertos tidak hanya berlangsung di rumah.

Banyak keluarga juga mengunjungi makam anggota keluarga mereka.

Makam dapat dibersihkan dan dihias dengan bunga serta lilin.

Keluarga kemudian berkumpul, berbicara, makan, dan menghabiskan waktu bersama di sekitar makam.

Suasananya dapat terasa sangat berbeda dari gambaran pemakaman pada umumnya.

Pemakaman menjadi ruang untuk berkumpul dan mengingat, bukan hanya tempat untuk berduka.

Dua Hari dengan Makna yang Berbeda

Día de Muertos umumnya berlangsung pada 1 dan 2 November.

Kedua tanggal tersebut berkaitan dengan tradisi Katolik All Saints' Day dan All Souls' Day.

Namun, berbagai daerah di Meksiko memiliki kebiasaan dan cara perayaan masing-masing.

Ada komunitas yang memulai persiapannya beberapa hari sebelumnya.

Ada pula tradisi lokal yang memiliki simbol dan ritual yang berbeda.

Jadi, Día de Muertos bukan satu perayaan yang bentuknya sama di seluruh Meksiko.

Setiap daerah dapat memiliki cara sendiri untuk mengenang mereka yang telah pergi.

Dari Tradisi Lokal Menjadi Identitas Meksiko

Saat ini, Día de Muertos telah menjadi salah satu simbol budaya Meksiko yang dikenal di seluruh dunia.

Film, media sosial, pariwisata, dan berbagai acara internasional ikut membuat visual Día de Muertos semakin populer.

Namun, di balik parade dan dekorasi yang spektakuler, inti tradisinya tetap berada pada keluarga.

Mengingat orang yang telah meninggal dan menjaga hubungan dengan kenangan mereka.

Pada tahun 2008, UNESCO memasukkan tradisi Día de Muertos ke dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Budaya yang Mengajarkan Cara Mengingat

Hal menarik dari Día de Muertos bukan hanya bagaimana masyarakat Meksiko memandang kematian.

Tradisi ini juga memperlihatkan bagaimana budaya dapat mengubah cara manusia menghadapi kehilangan.

Alih-alih hanya menyimpan kesedihan, keluarga menciptakan ruang untuk mengenang.

Foto dipajang.

Makanan disiapkan.

Bunga ditata.

Lilin dinyalakan.

Cerita tentang orang yang telah pergi kembali dibicarakan.

Dengan begitu, seseorang yang sudah tidak ada secara fisik tetap memiliki tempat dalam kehidupan keluarganya.

Kematian yang Tidak Dilupakan

Día de Muertos menunjukkan bahwa setiap budaya memiliki cara berbeda dalam menghadapi kematian.

Di Meksiko, kenangan dapat diwujudkan melalui warna, bunga, makanan, musik, dan pertemuan keluarga.

Tradisi ini bukan berarti masyarakat tidak merasakan kesedihan.

Justru melalui perayaan tersebut, rasa kehilangan dapat dipertemukan dengan rasa syukur atas kehidupan yang pernah ada.

Día de Muertos bukan tentang merayakan kematian.

Ini tentang memastikan bahwa mereka yang telah pergi tidak hilang dari ingatan.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS