Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

29

Aug

Mengintip Penglipuran: Desa Terbersih di Dunia yang Dijaga Ketat Hukum Adat Bali

Namanya Desa Penglipuran, desa adat yang berada di Kabupaten Bangli, Bali. Kawasan ini dikenal luas karena kebersihannya, tata ruang tradisionalnya, serta deretan rumah adat yang terlihat begitu rapi. Pemerintah Indonesia bahkan menyebut Penglipuran sebagai salah satu desa terbersih di dunia, sementara desa ini juga mendapatkan penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023.

Namun, yang menarik dari Penglipuran bukan sekadar jalanannya yang bersih.

Di balik kondisi tersebut terdapat sistem sosial dan hukum adat yang sudah dijalankan masyarakat selama turun-temurun.

Kebersihan Bukan Sekadar Program Pariwisata

Ketika melihat Penglipuran untuk pertama kali, hal yang paling mudah diperhatikan adalah kondisi lingkungannya.

Jalan utama desa tertata rapi, halaman rumah terawat, dan deretan bangunan tradisional membentuk lanskap yang konsisten. Kebersihan di sini bukan hanya sesuatu yang disiapkan ketika wisatawan datang, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pemerintah Indonesia mencatat bahwa Desa Adat Penglipuran berlandaskan awig-awig, yaitu hukum adat yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi dasar pengaturan kehidupan sosial, budaya, hingga tata ruang desa.

Artinya, keteraturan yang terlihat wisatawan sebenarnya merupakan hasil dari sistem kehidupan yang sudah berlangsung jauh sebelum Penglipuran berkembang menjadi destinasi wisata.

Ini yang membuat pendekatan Penglipuran menarik dari sisi pariwisata.

Mereka tidak menciptakan desa yang rapi demi wisatawan. Pariwisata justru berkembang di atas sistem kehidupan yang sudah mereka jaga.

Ada Filosofi di Balik Tata Ruang Desa

Penglipuran juga mempertahankan konsep Tri Hita Karana, filosofi Bali yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan.

Konsep tersebut diterapkan dalam tata ruang desa melalui pembagian kawasan berdasarkan Tri Mandala. Area desa terbagi menjadi kawasan suci, kawasan permukiman, serta kawasan yang berkaitan dengan pemakaman dan aktivitas lainnya.

Rumah-rumah warga juga memiliki karakter arsitektur yang relatif seragam. Setiap pekarangan memiliki elemen tradisional seperti angkul-angkul, dapur Bali, dan bale saka enam.

Hasilnya bukan cuma menarik secara visual, tetapi juga memperlihatkan bagaimana arsitektur dan aturan sosial bisa berjalan beriringan.

Bagi wisatawan, berjalan di jalan utama Penglipuran akhirnya terasa seperti sedang masuk ke sebuah ruang budaya, bukan sekadar mengunjungi tempat yang dibuat untuk berfoto.

Hutan Bambu Jadi Bagian Penting

Penglipuran juga tidak hanya terdiri dari permukiman.

Desa ini memiliki sekitar 45 hektare hutan bambu, bagian penting dari lanskap dan sistem lingkungan desa. Secara keseluruhan, wilayah Penglipuran mencapai sekitar 112 hektare dengan penggunaan lahan yang mencakup pertanian, hutan, permukiman, tempat suci, dan fasilitas umum.

Hutan bambu tersebut menjadi salah satu daya tarik yang melengkapi pengalaman wisata di Penglipuran.

Wisatawan tidak hanya melihat rumah tradisional, tetapi juga bisa memahami hubungan masyarakat dengan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan desa.

Dari perspektif pariwisata berkelanjutan, hal ini cukup penting. Alam tidak diposisikan hanya sebagai latar belakang destinasi, tetapi menjadi bagian dari identitas kawasan.

Pariwisata Masuk, Adat Tetap Jadi Fondasi

Penglipuran menunjukkan satu hal yang menarik: pariwisata tidak selalu harus mengubah karakter sebuah tempat agar bisa menarik wisatawan.

Desa ini justru mempertahankan identitas lokalnya dan menjadikannya sebagai daya tarik.

Pengelolaannya juga menggunakan pendekatan community-based tourism, dengan masyarakat lokal terlibat dalam aktivitas pariwisata. Warga dapat menjalankan usaha seperti kerajinan, kuliner, homestay, pemandu wisata, hingga perdagangan suvenir.

Model seperti ini membuat manfaat pariwisata memiliki peluang untuk kembali ke masyarakat yang tinggal di dalam destinasi.

Wisatawan datang untuk melihat kehidupan tradisional, sementara masyarakat tetap memiliki ruang untuk menjalankan kehidupan mereka.

Pengunjung Juga Punya Aturan

Menjadi desa adat berarti tidak semua aktivitas wisatawan bisa dilakukan sesuka hati.

Pengunjung perlu menghormati norma setempat, menjaga kebersihan, mengikuti jalur yang diperbolehkan, serta tidak memasuki area yang memang dibatasi. Kendaraan bermotor juga tidak diperbolehkan masuk ke area inti desa sehingga suasananya relatif tenang dan aktivitas wisata lebih banyak dilakukan dengan berjalan kaki.

Aturan seperti ini justru menjadi bagian dari pengalaman.

Wisatawan tidak hanya datang sebagai konsumen yang bebas melakukan apa pun, tetapi juga menjadi tamu yang harus menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat setempat.

Dan mungkin, di situlah salah satu pelajaran penting dari Penglipuran.

Penglipuran Bukan Cuma tentang Desa yang Bersih

Popularitas Penglipuran memang banyak dibangun dari citra sebagai desa yang bersih dan rapi. Tetapi kalau hanya berhenti pada kebersihan, ada bagian yang jauh lebih menarik yang akan terlewat.

Yang membuat Penglipuran bernilai adalah sistem yang membuat kebersihan, tata ruang, budaya, lingkungan, dan pariwisata bisa berjalan bersama.

Penghargaan Best Tourism Village 2023 dari UN Tourism pun menunjukkan bahwa daya tarik Penglipuran tidak hanya berada pada visualnya, tetapi juga pada upaya mempertahankan warisan budaya dan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.

Di saat banyak destinasi berlomba menjadi semakin modern untuk menarik wisatawan, Penglipuran mengambil arah yang berbeda.

Mereka justru mempertahankan apa yang sudah dimiliki.

Dan ternyata, sesuatu yang dijaga dengan konsisten selama ratusan tahun itu bisa menjadi salah satu produk pariwisata paling kuat yang dimiliki Bali.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS