Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Di Barcelona, ada sebuah bangunan yang mungkin terlihat seperti kastil dari dunia fantasi.
Menara-menara tinggi menjulang ke langit. Fasadnya dipenuhi ukiran yang sangat detail, sementara bagian dalamnya memiliki pilar-pilar yang menyerupai pepohonan.
Bangunan itu adalah Sagrada Família.
Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda dari kebanyakan bangunan ikonik lainnya.
Sagrada Família belum selesai dibangun.
Pembangunan Sagrada Família dimulai pada 1882 di Barcelona, Spanyol.
Awalnya, proyek ini bukan dirancang oleh Antoni Gaudí. Namun, pada tahun berikutnya, Gaudí mengambil alih proyek tersebut dan kemudian mengubah arah desainnya secara besar-besaran.
Gaudí tidak ingin membuat gereja yang sekadar megah.
Ia ingin menciptakan bangunan yang terinspirasi oleh alam, agama, dan bentuk-bentuk geometris.
Karena itu, semakin lama diperhatikan, semakin banyak bentuk unik yang bisa ditemukan di Sagrada Família.
Bagi Gaudí, alam adalah salah satu sumber inspirasi terbesar.
Hal tersebut bisa terlihat jelas ketika memasuki bagian dalam Sagrada Família.
Pilar-pilar yang menopang langit-langit dibuat bercabang seperti batang dan dahan pohon.
Ketika melihat ke atas, struktur tersebut membuat interior gereja terasa seperti berada di dalam sebuah hutan.
Bukan kebetulan.
Gaudí memang menggunakan prinsip-prinsip yang ia amati dari alam untuk menciptakan struktur bangunan.
Alam bukan hanya inspirasi visual, tetapi juga bagian dari cara ia memikirkan struktur bangunan.
Salah satu hal menarik dari Sagrada Família adalah setiap fasadnya memiliki karakter dan cerita yang berbeda.
Ada Nativity Facade, yang menggambarkan kelahiran Yesus dan dipenuhi dengan detail kehidupan serta alam.
Kemudian ada Passion Facade, yang memiliki tampilan jauh lebih tegas dan dramatis untuk menggambarkan kisah penderitaan dan penyaliban Yesus.
Perbedaan tersebut membuat Sagrada Família terasa seperti sebuah cerita yang dibangun dalam bentuk arsitektur.
Bukan hanya satu bangunan dengan dekorasi yang sama di setiap sisinya.
Ini bagian yang membuat Sagrada Família semakin terkenal.
Gaudí menghabiskan sebagian besar tahun-tahun terakhir hidupnya untuk mengerjakan proyek tersebut.
Namun, pada 1926, ia meninggal setelah tertabrak trem.
Saat itu, Sagrada Família masih jauh dari selesai.
Pembangunannya kemudian dilanjutkan oleh arsitek dan pengrajin generasi berikutnya berdasarkan rancangan dan model yang ditinggalkan Gaudí.
Namun, prosesnya tidak selalu berjalan mulus.
Perang Saudara Spanyol pada 1930-an juga menyebabkan berbagai model dan dokumen rancangan Gaudí mengalami kerusakan.
Meski begitu, pembangunan tetap dilanjutkan.
Inilah yang membuat Sagrada Família berbeda.
Bangunan ini tidak sepenuhnya merupakan karya satu generasi.
Gaudí menciptakan visi awalnya, kemudian generasi setelahnya meneruskan pekerjaan tersebut.
Teknologi konstruksi juga berkembang.
Jika pada masa Gaudí banyak pekerjaan dilakukan secara manual, pembangunan modern dapat memanfaatkan teknologi digital dan teknik konstruksi yang jauh lebih maju.
Namun, tantangannya tetap sama:
bagaimana menyelesaikan bangunan tanpa kehilangan visi arsitektur Gaudí?
Sagrada Família akhirnya menjadi salah satu simbol paling dikenal dari Barcelona.
Arsitekturnya memperlihatkan perpaduan antara agama, alam, seni, matematika, dan teknologi.
Setiap menara, ukiran, jendela, dan struktur memiliki alasan di balik bentuknya.
Bahkan cahaya yang masuk melalui kaca berwarna di dalam gereja dirancang untuk menciptakan suasana yang berbeda di dalam ruang.
Karena itu, mengunjungi Sagrada Família bukan hanya soal melihat bangunan yang unik.
Kamu bisa melihat bagaimana sebuah gagasan arsitektur dari abad ke-19 terus berkembang mengikuti zaman.
Sagrada Família telah melewati lebih dari satu abad pembangunan.
Gaudí tidak pernah melihat bangunan ini selesai.
Begitu pula generasi pertama pekerja yang membangunnya.
Namun, proyek tersebut terus dilanjutkan.
Dan justru di situlah cerita Sagrada Família menjadi menarik.
Sebuah bangunan yang dirancang lebih dari seratus tahun lalu masih dikerjakan hingga hari ini.
Ketika akhirnya berdiri di hadapannya, kamu bukan hanya melihat karya Antoni Gaudí.
Kamu sedang melihat jejak kerja beberapa generasi yang berusaha mewujudkan satu visi arsitektur.
Mungkin itu alasan Sagrada Família terasa berbeda.
Bangunannya belum selesai, tetapi ceritanya sudah menjadi sejarah.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments