Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Kimchi menjadi salah satu makanan khas Korea Selatan yang paling dikenal di dunia. Hidangan ini dibuat dari sawi putih atau lobak yang difermentasi bersama bumbu seperti cabai, bawang putih, jahe, dan daun bawang.
Rasanya yang pedas, asam, dan gurih membuat kimchi sering dijadikan lauk pendamping berbagai hidangan Korea. Bahkan, banyak keluarga di Korea Selatan masih membuat kimchi sendiri sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Natto merupakan makanan tradisional Jepang yang terbuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis.
Makanan ini memiliki tekstur lengket dan aroma yang cukup kuat, sehingga sering dianggap unik bagi wisatawan yang baru pertama kali mencobanya. Di Jepang, natto biasanya disantap saat sarapan bersama nasi hangat, kecap asin, dan mustard.
Sauerkraut adalah kubis yang difermentasi menggunakan garam selama beberapa minggu hingga menghasilkan rasa asam yang khas.
Di Jerman, makanan ini sering disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan seperti sosis, daging panggang, maupun kentang. Selain populer di Jerman, sauerkraut juga banyak ditemukan di beberapa negara Eropa lainnya.
Indonesia memiliki salah satu makanan fermentasi yang sudah dikenal hingga mancanegara, yaitu tempe.
Tempe dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan jamur Rhizopus, menghasilkan tekstur padat dan rasa yang khas. Selain mudah diolah menjadi berbagai masakan, tempe juga menjadi salah satu sumber protein nabati yang banyak digemari.
Kombucha merupakan minuman teh hasil fermentasi yang dipercaya berasal dari China sebelum akhirnya populer di berbagai negara.
Minuman ini memiliki rasa yang sedikit asam dengan sensasi berkarbonasi alami. Saat ini, kombucha banyak dinikmati sebagai minuman segar dan tersedia dalam berbagai varian rasa.
Miso adalah pasta fermentasi yang dibuat dari kedelai, garam, dan koji atau jamur Aspergillus oryzae.
Bahan ini menjadi salah satu bumbu utama dalam masakan Jepang, terutama untuk membuat sup miso. Selain itu, miso juga sering digunakan sebagai bumbu marinasi maupun saus dalam berbagai hidangan tradisional.
Kefir merupakan minuman hasil fermentasi susu yang berasal dari kawasan Pegunungan Kaukasus.
Proses pembuatannya menggunakan butiran kefir yang mengandung bakteri dan ragi alami. Rasanya sedikit asam dengan tekstur yang lebih kental dibandingkan susu biasa, sehingga banyak dinikmati sebagai minuman sehari-hari.
Sejak zaman dahulu, fermentasi menjadi salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan makanan sebelum teknologi pendingin berkembang.
Selain itu, proses fermentasi juga menciptakan rasa dan aroma yang khas sehingga setiap negara memiliki makanan fermentasi dengan karakteristik yang berbeda. Tidak heran jika hidangan fermentasi masih menjadi bagian penting dari budaya kuliner di berbagai belahan dunia.
Jika Anda berkesempatan berwisata ke negara-negara tersebut, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi makanan fermentasi khasnya. Selain menambah pengalaman kuliner, Anda juga bisa mengenal lebih dekat budaya lokal melalui setiap hidangan yang disajikan.
7 Makanan Fermentasi dari Berbagai Negara yang Wajib Dicoba
7-makanan-fermentasi-dari-berbagai-negara
Kenali 7 makanan fermentasi dari berbagai negara, mulai dari kimchi Korea Selatan, natto Jepang, hingga tempe Indonesia. Temukan keunikan dan sejarah di balik setiap hidangannya.
7 Makanan Fermentasi dari Berbagai Negara
makanan fermentasi, makanan fermentasi dunia, kimchi, natto, tempe, miso, kombucha, sauerkraut, kefir, kuliner dunia
Comments