Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Budaya mengantre sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Baik saat menunggu kereta, naik lift, membeli makanan, maupun menggunakan eskalator, setiap orang akan berdiri sesuai urutan tanpa saling menyerobot.
Sebagai wisatawan, biasakan mengikuti antrean yang telah tersedia agar tetap menghormati aturan dan kebiasaan masyarakat setempat.
Kereta dan bus di Jepang umumnya memiliki suasana yang tenang. Banyak penumpang memanfaatkan waktu perjalanan untuk membaca, bekerja, atau beristirahat.
Hindari berbicara dengan suara keras, memutar musik tanpa earphone, atau melakukan panggilan telepon yang dapat mengganggu penumpang lain.
Saat memasuki rumah, penginapan tradisional (ryokan), kuil, maupun beberapa restoran, Anda biasanya diminta melepas sepatu sebelum masuk.
Biasanya telah disediakan rak sepatu dan sandal khusus untuk digunakan di dalam ruangan. Mengikuti kebiasaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kebersihan dan budaya Jepang.
Meskipun tempat sampah di Jepang tidak sebanyak di negara lain, jalanan tetap terlihat sangat bersih. Banyak warga memilih membawa sampah mereka hingga menemukan tempat pembuangan yang sesuai.
Wisatawan juga sebaiknya melakukan hal yang sama dan memisahkan sampah sesuai kategori jika tersedia.
Saat menikmati makanan di Jepang, ada beberapa etika yang perlu diperhatikan. Hindari menusukkan sumpit secara tegak ke dalam semangkuk nasi karena hal tersebut berkaitan dengan tradisi upacara pemakaman.
Selain itu, jangan menggunakan sumpit untuk saling memberikan makanan secara langsung kepada orang lain karena memiliki makna simbolis dalam budaya Jepang.
Di beberapa kota besar seperti Tokyo atau Kyoto, makan sambil berjalan kurang umum dilakukan. Banyak orang memilih menikmati makanan di area yang telah disediakan sebelum melanjutkan perjalanan.
Jika membeli jajanan kaki lima, usahakan menghabiskannya di dekat penjual atau di tempat makan yang tersedia.
Masyarakat Jepang sangat menghargai ketepatan waktu. Kereta, bus, hingga berbagai kegiatan berjalan sesuai jadwal.
Jika Anda mengikuti tur, menghadiri reservasi restoran, atau bertemu seseorang, usahakan datang beberapa menit lebih awal agar tidak mengganggu jadwal orang lain.
Saat mengunjungi kuil atau tempat bersejarah, perhatikan aturan yang berlaku. Hindari berbicara terlalu keras, menyentuh area yang dilarang, atau mengambil foto di lokasi yang memang tidak memperbolehkannya.
Menghormati aturan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap budaya dan nilai-nilai lokal.
Di Jepang, merokok hanya diperbolehkan di area tertentu yang telah disediakan. Merokok di trotoar atau ruang publik yang bukan area khusus dapat dikenai sanksi di beberapa kota.
Perhatikan rambu-rambu sebelum menyalakan rokok agar tidak melanggar peraturan setempat.
Keramahan masyarakat Jepang sering ditunjukkan melalui sikap saling menghormati. Mengucapkan "Arigatou Gozaimasu" (terima kasih) atau "Sumimasen" (permisi/maaf) dalam situasi yang tepat akan sangat dihargai.
Meskipun tidak fasih berbahasa Jepang, menunjukkan sikap sopan sudah menjadi bentuk penghormatan yang baik kepada masyarakat setempat.
Berlibur ke Jepang bukan hanya tentang menikmati keindahan destinasi wisata, tetapi juga menghargai budaya dan kebiasaan masyarakatnya. Dengan memahami etika dasar seperti mengantre, menjaga kebersihan, berbicara dengan tenang, hingga menghormati aturan di tempat umum, Anda dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan berkesan.
Selain memberikan pengalaman positif, sikap menghargai budaya lokal juga membantu menciptakan hubungan yang baik antara wisatawan dan masyarakat setempat. Jadi, sebelum berangkat ke Jepang, pastikan Anda telah memahami etika-etika tersebut agar liburan berjalan lancar dan menyenangkan.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments