Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Longyearbyen merupakan salah satu kota paling utara di dunia yang terletak di Kepulauan Svalbard, Norwegia.
Kota ini sering disebut sebagai tempat yang "melarang orang meninggal". Alasannya cukup unik. Karena suhu yang sangat dingin sepanjang tahun, jasad yang dikuburkan di pemakaman setempat tidak dapat terurai secara normal akibat lapisan tanah beku permanen atau permafrost.
Penelitian bahkan menemukan bahwa jasad yang dikuburkan puluhan tahun lalu masih dalam kondisi relatif utuh. Karena alasan kesehatan dan lingkungan, warga yang mengalami sakit parah biasanya dipindahkan ke daratan utama Norwegia untuk mendapatkan perawatan hingga akhir hayat.
Pada tahun 2000, kota Le Lavandou menjadi perhatian media internasional setelah walikotanya mengeluarkan aturan yang melarang warga meninggal di wilayah tersebut.
Namun, aturan ini sebenarnya merupakan bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak mengizinkan perluasan area pemakaman kota. Kapasitas pemakaman yang hampir penuh membuat pemerintah daerah kesulitan mencari solusi.
Walaupun terdengar lucu, peraturan tersebut dibuat untuk menarik perhatian publik terhadap masalah yang sedang dihadapi kota tersebut.
Kasus serupa juga pernah terjadi di Cugnaux, sebuah kota kecil di Prancis.
Pemerintah setempat mengeluarkan peraturan simbolis yang menyatakan bahwa warga tidak diperbolehkan meninggal tanpa memiliki tempat pemakaman yang telah disiapkan. Kebijakan ini muncul karena keterbatasan lahan pemakaman yang tersedia.
Seperti di Le Lavandou, aturan ini lebih bersifat sindiran terhadap birokrasi daripada aturan yang benar-benar diterapkan.
Biritiba Mirim menjadi salah satu kota yang paling terkenal karena aturan unik terkait kematian.
Pada tahun 2005, pemerintah kota mengusulkan larangan meninggal bagi warga setempat. Penyebabnya adalah pemakaman kota yang sudah penuh dan tidak memungkinkan untuk diperluas karena adanya aturan lingkungan hidup.
Usulan tersebut akhirnya menjadi sorotan media internasional dan memicu diskusi mengenai keterbatasan ruang pemakaman di berbagai kota besar.
Lanjaron, sebuah kota kecil di wilayah Andalusia, Spanyol, juga pernah mengeluarkan larangan serupa.
Wali kota setempat meminta warga untuk menjaga kesehatan dan "tidak meninggal" sampai pemerintah berhasil membangun area pemakaman baru. Aturan ini dibuat dengan nada humor sekaligus sebagai cara untuk menyampaikan masalah yang sedang dihadapi kota tersebut.
Meskipun tidak benar-benar diterapkan secara hukum, kebijakan ini berhasil menarik perhatian dunia.
Jika dilihat lebih jauh, hampir semua kasus tersebut memiliki alasan yang sama, yaitu keterbatasan kapasitas pemakaman.
Selain itu, beberapa daerah menghadapi kondisi geografis yang tidak memungkinkan proses pemakaman dilakukan secara normal. Oleh karena itu, pemerintah daerah menggunakan pendekatan unik untuk menarik perhatian masyarakat dan pemerintah pusat.
Dengan kata lain, aturan tersebut bukanlah larangan harfiah terhadap kematian, melainkan simbol dari masalah yang sedang mereka hadapi.
Dunia memang penuh dengan hal-hal unik yang terkadang sulit dipercaya. Larangan meninggal di beberapa kota menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah menghadapi masalah serius dengan cara yang tidak biasa.
Meski terdengar aneh, aturan tersebut lahir dari kondisi nyata yang dihadapi masyarakat setempat, mulai dari keterbatasan lahan pemakaman hingga tantangan lingkungan yang ekstrem. Karena itu, kisah kota-kota ini tetap menjadi salah satu cerita paling menarik dalam dunia perjalanan dan budaya.
Comments