Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas sejak Mei 2025. Konflik bermula dari bentrokan di wilayah perbatasan Chong Bok, yang menewaskan beberapa tentara dan warga sipil. Kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan. Situasi semakin rumit karena hubungan politik antara keluarga Shinawatra di Thailand dan keluarga Hun Sen di Kamboja yang dulunya dekat, kini justru berseberangan tajam.
Dampak ekonomi pun terasa besar. Kamboja menghentikan impor bahan bakar dari Thailand, sementara Thailand membatasi akses listrik, internet, dan perdagangan lintas batas. Akibatnya, aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan lumpuh.
Upaya diplomasi masih berjalan lambat. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sempat mengusulkan gencatan senjata yang didukung Kamboja. Namun, Thailand menarik dukungannya sehingga konflik belum menemukan jalan damai. Kamboja berencana membawa sengketa ini ke Mahkamah Internasional (ICJ), tetapi Thailand menolak yurisdiksi tersebut.
Jika situasi terus dibiarkan, konflik ini bisa berdampak besar pada stabilitas kawasan Asia Tenggara. Ribuan warga sudah mengungsi, perdagangan terganggu, dan hubungan kedua negara makin renggang. Penyelesaian damai melalui jalur diplomasi menjadi satu-satunya harapan agar konflik tidak meluas lebih jauh.
Comments