Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Japan Today pada 31 Oktober 2024, yang merujuk pada data dari Themed Entertainment Association dan AECOM, Universal Studios Japan (USJ) berhasil mencatatkan sekitar 16 juta pengunjung pada tahun 2023, mengungguli Tokyo Disneyland yang hanya menarik 15,1 juta pengunjung. Hal ini menandai tahun kedua berturut-turut di mana USJ berhasil melampaui popularitas Tokyo Disneyland.
Salah satu faktor utama kesuksesan USJ adalah kemampuannya untuk terus menghadirkan atraksi-atraksi baru yang relevan dengan tren terkini. Megumi Nakajima, seorang dosen administrasi bisnis di Universitas Meiji, mengungkapkan bahwa Tokyo Disneyland menghadapi tantangan dalam menghadirkan atraksi baru dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, perluasan area Beauty and the Beast yang dibuka empat tahun lalu kini telah kehilangan daya tarik, sementara pembukaan area baru Fantasy Springs, yang semula dijadwalkan pada 2023, tertunda hingga Juni, menyebabkan banyak pengunjung memilih untuk menunda kunjungan mereka.
Sebaliknya, USJ secara konsisten meluncurkan atraksi baru yang disesuaikan dengan minat pengunjung, terutama yang diadaptasi dari waralaba anime populer dan video game Jepang. Contohnya, restoran Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba dan rumah hantu Resident Evil berhasil menarik perhatian penggemar. Kecepatan dan kemampuan USJ dalam menanggapi tren ini menjadi daya tarik utama yang mampu menarik pengunjung dari berbagai kalangan.
Daya Tarik Lintas Generasi dan Wisatawan Asing
Megumi Nakajima juga menyoroti daya tarik lintas generasi yang ditawarkan oleh USJ. Atraksi seperti Sailor Moon dan Attack on Titan berhasil menarik pengunjung dari berbagai usia, termasuk pengunjung wanita berusia 30-an dan 40-an yang dulu tumbuh bersama serial anime tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa USJ tidak hanya menarik pengunjung muda atau keluarga dengan anak-anak, tetapi juga mereka yang mencari pengalaman hiburan yang lebih "dewasa" dibandingkan dengan suasana yang lebih ramah anak-anak yang ditawarkan oleh Tokyo Disneyland.
Selain itu, lonjakan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang juga berkontribusi pada meningkatnya popularitas USJ. Banyak wisatawan asing mengasosiasikan Jepang dengan budaya anime dan video game, menjadikan USJ pilihan yang lebih menarik dibandingkan Disneyland yang mungkin sudah tersedia di negara asal mereka. Faktor ekonomi juga memainkan peran dalam pergeseran popularitas ini. Kenaikan biaya perjalanan di Jepang, seperti tarif kereta dan harga hotel, membuat perjalanan ke USJ lebih terjangkau bagi banyak wisatawan. Terletak di Osaka, yang berada di tengah pulau utama Jepang, Honshu, USJ lebih mudah diakses dibandingkan Tokyo Disneyland yang terletak di ujung timur pulau tersebut. Bagi wisatawan yang berasal dari wilayah barat Jepang, mengunjungi USJ tentu lebih praktis dan ekonomis.
Strategi Tokyo Disneyland ke Depan
Meski USJ kini unggul dalam hal jumlah pengunjung, Tokyo Disneyland tetap bertahan sebagai salah satu taman hiburan paling ikonik di Jepang. Megumi Nakajima menjelaskan bahwa Tokyo Disneyland lebih fokus pada peningkatan pengalaman pengunjung daripada hanya mengejar jumlah pengunjung. Penggemar Disney dikenal sangat loyal dan bersedia membayar lebih untuk fasilitas premium, seperti hotel atau tiket VIP. Strategi ini diharapkan dapat membantu Tokyo Disneyland mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata yang sangat dicintai oleh para penggemarnya.
Oleh karena itu, meskipun USJ kini lebih populer dalam hal jumlah pengunjung, Tokyo Disneyland tetap mempertahankan daya tariknya sebagai simbol hiburan dan budaya yang sudah melekat kuat di Jepang. Seperti yang dilaporkan oleh Global Liputan6.com pada 17 Juli 2023, Walt Disney, pendiri rumah produksi animasi Disney yang juga dikenal sebagai pencipta Mickey Mouse dan sejumlah tokoh kartun terkenal, memiliki impian besar untuk menciptakan Disneyland—sebuah taman hiburan yang dapat membawa keajaiban hidup dalam dunia fantasi. Pada tahun 1955, impian Walt Disney akhirnya terwujud dengan pembukaan Disneyland pertama di California, yang kemudian menjadi inspirasi bagi taman-taman Disney lainnya di seluruh dunia.
Disneyland Pertama: Cikal Bakal Keajaiban Dunia Hiburan
Disneyland pertama kali dibuka pada 17 Juli 1955 dan segera menjadi taman hiburan yang penuh dengan elemen nostalgia, fantasi, dan futuristik. Dibangun dengan biaya sebesar 17 juta dolar AS di atas lahan seluas 64,7 hektar di Anaheim, California, Disneyland langsung mencetak keuntungan luar biasa. Hingga saat ini, Disneyland tetap menjadi destinasi yang sangat populer, menarik lebih dari 14 juta pengunjung setiap tahunnya dan menghasilkan hampir 3 miliar dolar AS dari pengeluaran pengunjung.
Walt Disney, yang lahir di Chicago pada tahun 1901, memulai karirnya sebagai seniman komersial sebelum mendirikan studio animasi kecil di Los Angeles. Pada 1928, film animasi Steamboat Willie, yang memperkenalkan karakter ikonik Mickey Mouse, menjadi fenomena nasional. Film ini adalah animasi pertama yang menyertakan suara, dengan Walt Disney sendiri yang mengisi suara Mickey Mouse. Keberhasilan Steamboat Willie membuka jalan bagi kesuksesan animasi Disney, meskipun perusahaan sempat menghadapi kesulitan finansial karena keinginan Disney untuk terus meningkatkan kualitas artistik dan teknis dalam setiap karyanya.
Pada 1938, Disney merilis Putri Salju dan Tujuh Kurcaci, film panjang pertama mereka yang membutuhkan waktu tiga tahun untuk diproduksi. Film ini akhirnya meraih keuntungan besar, dan menjadi tonggak penting dalam sejarah animasi. Kesuksesan Putri Salju diikuti oleh berbagai film animasi klasik seperti Pinocchio (1940), Dumbo (1941), dan Bambi (1942). Sementara itu, Fantasia (1940), yang menggabungkan animasi dengan musik klasik, menjadi prestasi luar biasa dalam bidang artistik dan teknis.
Warisan Disney dan Tantangan Masa Depan
Disneyland, sebagai taman hiburan pertama yang dibangun oleh Walt Disney, telah mengubah wajah industri taman hiburan dan menjadi simbol dari mimpi besar seorang visioner. Meskipun kini USJ berhasil menyaingi Tokyo Disneyland dalam hal jumlah pengunjung, Disneyland tetap menjadi ikon hiburan yang mendunia. Dengan mengedepankan pengalaman yang memadukan nostalgia dan inovasi, Disneyland terus mempertahankan daya tariknya, sementara Tokyo Disneyland berusaha untuk bertahan dengan menekankan pada kualitas pengalaman yang diberikan kepada pengunjungnya.
Baik Tokyo Disneyland maupun USJ harus terus berinovasi untuk memenuhi ekspektasi pengunjung yang terus berkembang. Ke depan, kedua taman hiburan ini akan terus menjadi destinasi utama yang berusaha menjaga keajaiban dan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjungnya.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments