Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Wisatawan yang terbang dari Thailand tidak lagi perlu menunjukkan paspor saat melewati imigrasi, karena negara tersebut akan mengimplementasikan sistem "pengenalan wajah" di enam bandaranya. Sistem identifikasi biometrik ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 November 2024 untuk penerbangan domestik, dan pada 1 Desember 2024 untuk penerbangan internasional.
Menurut Direktur Otoritas Bandara Thailand (AOT), Kirati Kitmanawat, yang dilaporkan oleh Bangkok Post dan dikutip oleh Strait Times pada Kamis, 31 Oktober 2024, ada dua cara bagi penumpang untuk melewati proses dari tempat penitipan bagasi menuju gerbang keberangkatan tanpa perlu menunjukkan paspor atau boarding pass.
Metode pertama, bagi penumpang yang memiliki paspor biometrik, mereka akan diminta untuk memberikan izin agar sistem dapat mengakses informasi identitas mereka saat check-in di konter melalui mesin boarding pass atau check-in mandiri di bandara. Sebagai alternatif, penumpang yang melakukan check-in secara online dapat memilih maskapai mereka, kemudian memilih opsi "pendaftaran", memindai kode dari boarding pass, memasukkan nomor paspor atau kartu identitas, dan akhirnya memindai wajah mereka sebagai langkah terakhir. Hingga saat ini, belum ada keterangan apakah sistem ini berlaku untuk penumpang yang tidak memiliki paspor biometrik.
Kedua metode pendaftaran ini akan menyimpan data wajah dan informasi perjalanan penumpang. Enam bandara yang akan menerapkan sistem ini meliputi Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, Bandara Internasional Don Mueang, Bandara Internasional Chiang Mai, Bandara Internasional Mae Fah Luang/Chiang Rai, Bandara Internasional Phuket, dan Bandara Internasional Hat Yai. Lima sistem dan mesin check-in di bandara tersebut telah diperbarui untuk mendukung teknologi biometrik ini.
Bisa Dipakai Check-in Bagasi
Menurut Kirati, tujuan penerapan sistem ini adalah untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi wisatawan, sehingga mereka dapat menghabiskan lebih sedikit waktu di setiap titik layanan dan lebih banyak waktu untuk berbelanja barang bebas bea dan menikmati makanan.
Setelah terdaftar, penumpang dapat memanfaatkan sistem biometrik untuk proses check-in bagasi, melewati pemeriksaan keamanan, dan naik pesawat tanpa perlu menunjukkan paspor atau boarding pass. Persetujuan untuk penggunaan data biometrik hanya berlaku untuk satu perjalanan saja, dan seluruh proses diperkirakan memakan waktu hanya 1-2 menit, seperti yang dilaporkan oleh Khaosod English.
Berdasarkan data lalu lintas udara untuk tahun fiskal 2024 (Oktober 2023 hingga September 2024), tercatat ada 119,29 juta penumpang, meningkat 19,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini termasuk 72,67 juta penumpang internasional, yang naik 34,82 persen, serta 46,62 juta penumpang domestik, yang meningkat 1,01 persen.
Terdapat 732.690 penerbangan yang tercatat, naik 14,5 persen. Lima negara dengan jumlah penumpang terbanyak adalah China, India, Korea Selatan, Rusia, dan Jepang.
Untuk musim penerbangan musim dingin 2024-2025, sebanyak 370.239 penerbangan telah dialokasikan ke bandara-bandara yang dikelola oleh AOT, meningkat 22,1 persen dibandingkan musim dingin sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 222.780 penerbangan adalah penerbangan internasional (naik 33,1 persen), sementara 147.459 penerbangan domestik (naik 8,5 persen).
Meningkatnya Penumpang Udara
AOT memperkirakan jumlah penumpang akan meningkat sebesar 23 persen, dengan lima rute penerbangan utama berasal dari China, Malaysia, India, Singapura, dan Hong Kong. Melihat ke depan untuk tahun fiskal 2025 (Oktober 2024 - September 2025), AOT memperkirakan akan ada 129,97 juta penumpang, yang meningkat 8,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perkiraan tersebut mencakup 78,61 juta penumpang internasional (naik 8,17 persen) dan 51,36 juta penumpang domestik (naik 10,18 persen). Selain itu, AOT juga memperkirakan akan ada 808.280 penerbangan, naik 10,32 persen, dengan 453.750 penerbangan internasional (naik 9,02 persen) dan 354.530 penerbangan domestik (naik 12,02 persen).
Di Bandara Suvarnabhumi, diperkirakan akan ada 64,44 juta penumpang, meningkat 7,4 persen, dengan 376.820 penerbangan (naik 8,69 persen). Sementara itu, Bandara Don Mueang diperkirakan akan melayani 33,2 juta penumpang (naik 13,91 persen) dengan 223.200 penerbangan (naik 13 persen).
Wakil Menteri Transportasi Thailand, Monporn Charoensri, menekankan kesiapan Bandara Thailand dan Radio Penerbangan Thailand (AEROTHAI) untuk mendukung peningkatan lalu lintas udara, salah satunya dengan pembukaan penuh landasan pacu ketiga di Bandara Suvarnabhumi. Perluasan ini akan memungkinkan Thailand untuk menangani hingga 94 penerbangan per jam, meningkat signifikan dari kapasitas sebelumnya yang hanya 68 penerbangan per jam.
Rencana Pajak Wisata
Pada tahun fiskal 2024, Thailand diperkirakan akan menangani 836.513 penerbangan, meningkat 16 persen dibandingkan tahun 2023. Bandara Suvarnabhumi sendiri diproyeksikan melayani 348.980 penerbangan, dengan rata-rata sekitar 950 penerbangan per hari. Secara keseluruhan, volume penerbangan hampir mencapai tingkat sebelum pandemi dan terus menunjukkan tren peningkatan, dengan target mencapai 1 juta penerbangan pada tahun 2025.
Di sisi lain, pemerintah Thailand melanjutkan rencana untuk mengenakan pajak wisata sebesar 300 baht (sekitar Rp140 ribu) kepada setiap wisatawan asing. Kebijakan ini telah disetujui oleh Perdana Menteri Thailand sebelumnya, Prayut Chan O Cha, pada Februari 2023.
Namun, karena adanya pergantian pemerintahan, rencana ini membutuhkan persetujuan ulang. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand diminta untuk menyusun rincian program tersebut dan berencana mengajukan proposal untuk mendapatkan persetujuan kabinet pada Januari 2025.
Program pengumpulan pajak wisata ini diperkirakan akan mulai diterapkan setidaknya enam bulan setelah mendapatkan persetujuan. Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Sorawong Thientong, mengindikasikan bahwa pengumpulan pajak akan dimulai untuk wisatawan asing yang datang melalui jalur udara, sebelum akhirnya diperluas untuk mencakup perjalanan darat.
Comments