Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

09

Sep

Makanan Musiman Jepang: Kenapa Menu Bisa Berubah Sesuai Musim?

Kalau datang ke Jepang di waktu yang berbeda, ada kemungkinan makanan yang kamu temui juga berbeda. Bukan karena restoran mengganti menu secara asal, tetapi karena masyarakat Jepang punya kebiasaan menikmati bahan makanan sesuai musimnya.

Dalam budaya kuliner Jepang, ada istilah shun, yaitu masa ketika suatu bahan makanan berada pada kondisi terbaik dari segi rasa dan kualitas. Ikan, sayuran, buah, hingga hasil laut memiliki musimnya masing-masing. Prinsip inilah yang membuat makanan Jepang begitu dekat dengan perubahan alam.

Jadi, musim bukan cuma soal cuaca atau pemandangan. Buat wisatawan, pergantian musim juga berarti pergantian pengalaman kuliner.

Musim Semi: Saat Sakura Masuk ke Menu

Musim semi identik dengan bunga sakura. Menariknya, suasana tersebut juga ikut masuk ke dalam makanan.

Salah satu yang populer adalah sakura mochi, wagashi yang berisi pasta kacang merah dan dibungkus mochi dengan daun sakura yang telah diasinkan. Berbagai makanan dan minuman dengan rasa atau tampilan sakura juga banyak bermunculan saat musim ini.

Selain makanan yang terinspirasi dari sakura, musim semi juga menjadi waktu untuk menikmati bahan seperti rebung, nanohana atau bunga sawi, serta berbagai sayuran muda. Bahan-bahan tersebut dianggap sebagai bagian dari cita rasa awal musim semi.

Buat wisatawan, musim semi akhirnya bukan cuma tentang berburu foto sakura. Ada pengalaman lain yang bisa dicoba, yaitu mencicipi makanan yang hanya terasa begitu identik dengan musim tersebut.

Musim Panas: Saat Makanan Dibuat Lebih Menyegarkan

Musim panas Jepang bisa cukup panas dan lembap. Karena itu, makanan yang muncul pada musim ini banyak memberikan sensasi menyegarkan.

Salah satu yang populer adalah kakigori, es serut yang biasanya diberi sirup dan berbagai topping. Versi Jepang bisa menggunakan matcha, kacang merah, susu kental manis, hingga mochi.

Ada juga unaju, yaitu belut panggang yang disajikan di atas nasi dan diberi saus. Hidangan ini menjadi salah satu makanan yang sering dikaitkan dengan musim panas Jepang.

Di sisi lain, bahan seperti mentimun, tomat, terong, dan beberapa jenis ikan juga berada pada musimnya. Artinya, menu musim panas tidak hanya dibuat untuk menghadapi cuaca, tetapi juga memanfaatkan bahan yang sedang melimpah dan berada pada kondisi terbaiknya.

Musim Gugur: Waktunya Berburu Kuliner

Kalau ada satu musim yang sering disebut sebagai musimnya makanan di Jepang, musim gugur bisa menjadi jawabannya.

Musim ini bertepatan dengan masa panen dan hadirnya berbagai bahan seperti jamur, ubi, chestnut atau kastanye, salmon, dan sanma. Matsutake, salah satu jenis jamur yang sangat dihargai, juga identik dengan musim gugur dan bisa dinikmati dengan cara dipanggang atau dimasak bersama nasi.

Ada pula tradisi tsukimi, yaitu menikmati keindahan bulan musim gugur yang juga dikaitkan dengan makanan tertentu. Kastanye dan berbagai hidangan berbahan hasil panen menjadi bagian dari suasana musim tersebut.

Buat wisatawan, musim gugur menjadi waktu yang menarik untuk mencoba makanan lokal karena banyak bahan sedang berada pada masa panen.

Musim Dingin: Saatnya Makanan Hangat

Begitu suhu mulai turun, makanan Jepang pun ikut berubah.

Musim dingin identik dengan makanan yang memberikan rasa hangat, salah satunya berbagai jenis nabe atau hot pot. Hidangan ini biasanya disantap bersama-sama dari satu panci berisi berbagai bahan. Pemerintah Jepang juga menyebut hot pot sebagai salah satu bentuk makanan musiman yang erat dengan musim dingin.

Bahan seperti lobak daikon, sawi putih, daun bawang, dan berbagai jenis umbi menjadi lebih umum digunakan. Dari laut, musim dingin juga menjadi waktu yang baik untuk beberapa jenis seafood seperti ikan buri, kepiting, tiram, dan fugu.

Jadi, kalau musim panas punya kakigori yang dingin, musim dingin justru mengajak orang berkumpul mengelilingi makanan yang mengepul.

Kenapa Harus Mengikuti Musim?

Pertanyaannya, kalau sekarang bahan makanan bisa didatangkan kapan saja, kenapa masyarakat Jepang masih mempertahankan konsep makanan musiman?

Salah satu alasannya adalah soal kualitas. Bahan yang sedang berada pada masa shun dianggap memiliki rasa dan kualitas terbaik. Pemerintah Jepang menjelaskan bahwa makanan musiman tidak hanya lebih nikmat, tetapi juga dapat memiliki nilai gizi yang baik.

Selain itu, menikmati makanan sesuai musim membuat perubahan alam terasa lebih dekat. Menu yang hadir di meja makan bisa menjadi pengingat bahwa musim telah berganti.

Konsep ini bahkan terlihat dalam penyajian makanan. Dalam washoku, bukan hanya bahan yang diperhatikan, tetapi juga warna makanan, bentuk penyajian, hingga pemilihan peralatan makan yang dapat disesuaikan dengan suasana musim.

Kuliner yang Ikut Membentuk Pengalaman Wisata

Buat wisatawan, konsep makanan musiman membuat Jepang terasa berbeda setiap kali dikunjungi.

Pergi ke Jepang saat musim semi bisa berarti mencoba makanan bernuansa sakura. Datang saat musim panas bisa berburu kakigori dan hidangan yang menyegarkan. Musim gugur menawarkan hasil panen dan jamur, sedangkan musim dingin menjadi waktunya menikmati hot pot dan seafood tertentu.

Inilah yang membuat kuliner Jepang tidak hanya soal “makan apa”, tetapi juga “datang pada musim apa.”

Setiap musim membawa bahan, rasa, warna, dan suasana yang berbeda. Karena itu, makanan di Jepang bisa menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal alam dan budaya lokal.

Pada akhirnya, perubahan menu di Jepang bukan sekadar strategi restoran untuk membuat makanan terlihat menarik. Di baliknya ada konsep shun, yaitu menghargai bahan makanan ketika sedang berada di waktu terbaiknya.

Jadi, kalau suatu saat berkunjung ke Jepang dan menemukan menu yang hanya muncul beberapa bulan dalam setahun, jangan dilewatkan. Bisa jadi, kamu sedang mencicipi satu bagian dari musim Jepang yang tidak akan terasa sama di waktu lainnya.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS