Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Konsep tersebut bisa ditemukan di berbagai penjuru dunia. Salah satu contoh paling ekstrem adalah ICEHOTEL di Jukkasjärvi, Swedia, tempat wisatawan dapat menginap di kamar yang dibuat dari es dan salju.
ICEHOTEL pertama kali dibangun pada 1989 dan terus berkembang sebagai kombinasi antara akomodasi, seni, dan pengalaman Arktik.
ICEHOTEL menarik karena pengalaman menginapnya tidak sama dengan hotel konvensional.
Kamar es memiliki suhu sekitar minus 5 derajat Celsius. Tempat tidur dilengkapi kasur, kulit rusa kutub, dan sleeping bag khusus untuk menjaga tubuh tetap hangat.
Artinya, wisatawan bukan hanya menyewa kamar.
Mereka membeli pengalaman tidur di dalam karya seni yang terbuat dari es.
Setiap tahun, desain dan bentuk hotel dapat berubah karena bangunan es dibuat ulang menggunakan es dari Sungai Torne.
Salah satu keunikan ICEHOTEL adalah konsep Art Suites.
Kamar-kamarnya dirancang oleh seniman dari berbagai negara. Setiap suite memiliki tema dan desain yang berbeda, sehingga pengalaman menginap tidak terasa seperti memilih kamar hotel biasa.
Ini mengubah cara kita melihat fungsi hotel.
Biasanya, desain interior dibuat untuk mendukung kenyamanan.
Di sini, desain justru menjadi bagian utama dari produk.
Wisatawan membayar untuk berada di dalam karya seni.
Perubahan ini mencerminkan tren besar dalam industri hospitality.
Traveler semakin mencari akomodasi yang punya cerita.
Hotel berbentuk kapsul, rumah pohon, glamping, hotel bawah laut, hingga penginapan di tengah alam memiliki satu kesamaan: mereka menawarkan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh hotel standar.
ICEHOTEL bahkan menawarkan pengalaman Arktik lengkap, mulai dari melihat aurora hingga aktivitas alam dan pengalaman musim panas dengan Midnight Sun.
Jadi produk yang dijual sebenarnya bukan kamar.
Kamar hanyalah pintu masuk menuju pengalaman yang lebih besar.
Konsep seperti ini juga menarik untuk pasar corporate.
ICEHOTEL menawarkan fasilitas konferensi sekaligus pengalaman alam Arktik.
Ini menunjukkan bagaimana hotel dapat berfungsi sebagai experience venue.
Perusahaan tidak hanya mengadakan meeting, tetapi dapat menggabungkannya dengan aktivitas yang membuat perjalanan lebih memorable.
Untuk incentive trip, pendekatan ini sangat kuat karena peserta mendapatkan cerita yang berbeda dari perjalanan bisnis biasa.
Belum tentu.
Hotel yang unik bisa memiliki keterbatasan kenyamanan, akses, harga, atau fasilitas.
ICEHOTEL misalnya memiliki kamar hangat dan kabin bagi tamu yang ingin menikmati pengalaman Arktik tanpa harus tidur di suhu minus. Bahkan pihak hotel merekomendasikan kombinasi antara menginap di kamar dingin dan akomodasi hangat.
Ini menunjukkan bahwa pengalaman unik tetap perlu diseimbangkan dengan kebutuhan dasar wisatawan.
Keunikan tanpa kenyamanan bisa berubah menjadi gimmick.
Konsep ICEHOTEL memberikan pelajaran menarik bagi hotel dan resort di Indonesia.
Tidak harus membangun hotel dari es untuk menciptakan pengalaman.
Hotel di Bandung, misalnya, bisa mengembangkan pengalaman berbasis budaya Sunda, kuliner lokal, aktivitas alam, atau cerita sejarah kawasan.
Yang penting bukan seberapa aneh bentuk hotelnya.
Yang lebih penting adalah apa cerita yang bisa dibawa pulang oleh tamu setelah check-out.
ICEHOTEL menunjukkan bahwa industri hospitality sudah bergerak jauh dari sekadar menyediakan tempat tidur.
Ketika akomodasi menjadi bagian dari pengalaman, hotel bisa berubah menjadi alasan utama seseorang memilih sebuah destinasi.
Bagi traveler, ini membuka cara baru untuk melihat perjalanan. Bukan hanya bertanya “menginap di mana?”, tetapi juga “pengalaman apa yang ingin didapat dari tempat menginap?”
Dan bagi industri pariwisata, jawabannya cukup jelas:
hotel terbaik tidak selalu yang paling mewah, tetapi yang mampu membuat tamu memiliki cerita yang ingin mereka ceritakan kembali.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments