Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

08

Aug

Desa yang Jalan Utamanya Berada di Atas Air

Mengenal Giethoorn, Desa Tanpa Jalan Raya Utama

Giethoorn merupakan desa yang berada di kawasan rawa gambut di Belanda. Desa ini terkenal dengan jaringan kanal yang membelah kawasan permukiman.

Berbeda dari desa pada umumnya, bagian tua Giethoorn tidak memiliki jalan raya yang dilalui kendaraan seperti di kawasan perkotaan. Kanal justru menjadi salah satu jalur utama yang digunakan masyarakat dan wisatawan.

Meski begitu, bukan berarti seluruh Giethoorn benar-benar bebas kendaraan. Kawasan desa yang lebih modern tetap memiliki akses jalan. Karakter "tanpa jalan" terutama terlihat di bagian pusat desa tua.

Kanal Menjadi Jalur Transportasi

Di kawasan tua Giethoorn, perahu menjadi salah satu cara paling menarik untuk menjelajahi desa.

Wisatawan dapat menyewa perahu kecil untuk menyusuri kanal sambil melihat rumah-rumah tradisional, taman, dan jembatan kayu. Suasananya jauh lebih tenang dibandingkan kawasan wisata yang dipenuhi kendaraan.

Air bukan hanya menjadi pemandangan, tetapi juga bagian dari sistem transportasi dan kehidupan masyarakat.

Jembatan Kecil Menghubungkan Rumah

Selain kanal, Giethoorn terkenal dengan jembatan-jembatan kecilnya.

Terdapat banyak jembatan yang menghubungkan rumah dan jalan setapak di kedua sisi kanal. Bentuknya yang sederhana dan lingkungan hijau di sekitarnya membuat kawasan ini terlihat seperti desa dari buku cerita.

Beberapa jembatan merupakan akses pribadi milik penduduk, sehingga wisatawan perlu memperhatikan tanda atau aturan ketika menjelajahinya.

Rumah Tradisional di Tepi Kanal

Salah satu daya tarik utama Giethoorn adalah rumah-rumah tradisional yang berada di sepanjang kanal.

Banyak rumah memiliki atap jerami dan taman yang tertata rapi. Beberapa bahkan terlihat seperti berdiri langsung di atas air karena posisinya sangat dekat dengan kanal.

Arsitektur tersebut berpadu dengan pepohonan dan taman sehingga menciptakan suasana yang sangat tenang.

Bagaimana Desa Ini Bisa Terbentuk?

Karakter Giethoorn tidak muncul secara kebetulan. Wilayah ini berkembang dari aktivitas masyarakat yang memanfaatkan lahan gambut dan kanal.

Penggalian gambut pada masa lalu membentuk sejumlah kolam dan jalur air. Seiring waktu, kanal-kanal tersebut berkembang menjadi bagian dari struktur desa.

Inilah yang kemudian membentuk karakter Giethoorn sebagai permukiman yang sangat erat dengan air.

Menjelajahi Giethoorn dengan Perahu

Salah satu aktivitas yang paling populer adalah menyusuri kanal menggunakan whisper boat, yaitu perahu kecil dengan mesin listrik yang relatif tenang.

Wisatawan dapat mengemudikan perahu sendiri setelah mendapatkan penjelasan dasar mengenai rute dan aturan keselamatan.

Bagi yang tidak ingin mengemudi, tersedia pula pilihan tur menggunakan perahu dengan pemandu.

Bukan Sekadar Tempat untuk Berfoto

Giethoorn memang sangat fotogenik, tetapi desa ini juga memiliki kehidupan masyarakat yang masih berjalan seperti biasa.

Di sepanjang kawasan wisata, terdapat restoran, kafe, museum, dan berbagai fasilitas yang dapat dinikmati wisatawan. Namun, sebagian besar kawasan tetap merupakan lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Karena itu, wisatawan perlu menjaga ketenangan dan tidak mengganggu aktivitas penduduk lokal.

Waktu Terbaik Mengunjungi Giethoorn

Giethoorn dapat dikunjungi sepanjang tahun dan setiap musim menawarkan suasana berbeda.

Musim semi dan musim panas biasanya menghadirkan taman yang lebih hijau dan bunga yang bermekaran. Sementara itu, musim gugur memberikan warna dedaunan yang lebih hangat.

Jika ingin menikmati suasana yang lebih tenang, datang pada pagi hari atau di luar periode liburan ramai dapat menjadi pilihan.

Tips Berwisata di Desa Kanal

Karena sebagian kawasan merupakan lingkungan tempat tinggal, wisatawan sebaiknya tidak berisik dan tetap berada di jalur yang diperbolehkan.

Jika menyewa perahu, perhatikan batas kecepatan dan aturan navigasi. Jangan berhenti sembarangan di tengah kanal karena dapat mengganggu perahu lain.

Yang paling penting, nikmati Giethoorn dengan ritme yang sesuai dengan karakter desanya: pelan, tenang, dan tidak terburu-buru.

Giethoorn menunjukkan bahwa sebuah desa tidak selalu membutuhkan jalan raya yang ramai untuk mendukung kehidupan masyarakatnya. Di tempat ini, kanal justru menjadi salah satu bagian terpenting dari lingkungan permukiman.

Rumah-rumah tradisional, jembatan kecil, taman hijau, dan perahu yang bergerak perlahan membuat Giethoorn memiliki suasana yang berbeda dari destinasi Eropa pada umumnya.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman liburan yang lebih tenang, Giethoorn bisa menjadi pilihan menarik. Bukan karena desa ini benar-benar tanpa jalan, tetapi karena di kawasan tuanya, air memang menjadi bagian dari jalan kehidupan sehari-hari.

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS