Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Okunoshima berada di Laut Pedalaman Seto, wilayah Takehara, Prefektur Hiroshima. Pulau kecil ini sekarang menjadi destinasi wisata yang terkenal karena populasi kelincinya.
Kelinci dapat ditemukan hampir di berbagai sudut pulau, mulai dari sekitar pelabuhan, jalan setapak, hingga kawasan hutan. Kehadiran mereka membuat Okunoshima mendapat julukan Rabbit Island dan menarik wisatawan, terutama pencinta hewan.
Asal-usul populasi kelinci di Okunoshima sempat menjadi perdebatan.
Ada cerita populer yang menyebut kelinci di pulau tersebut merupakan keturunan kelinci yang pernah digunakan dalam pengujian senjata kimia. Namun, sumber dari Japan Airlines yang mengutip penelitian sejarah lokal menyebut penjelasan tersebut tidak didukung bukti kuat.
Salah satu penjelasan yang lebih banyak dipercaya adalah bahwa pada 1971, sekelompok anak sekolah melepaskan delapan ekor kelinci di Okunoshima. Setelah berkembang biak di pulau tersebut, populasinya kemudian meningkat.
Karena tidak memiliki banyak predator alami dan mendapat perhatian dari wisatawan, kelinci kemudian menjadi bagian yang sangat menonjol dari kehidupan pulau.
Patung-patung kelinci menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Okunoshima sebagai Rabbit Island.
Salah satu contohnya adalah patung kelinci yang pernah ditempatkan di Kyukamura Okunoshima, kawasan penginapan dan fasilitas wisata di pulau tersebut. Patung-patung tersebut menggambarkan kelinci dengan berbagai pose dan menjadi elemen dekorasi yang memperkuat karakter destinasi.
Dengan kehadiran kelinci sungguhan dan ornamen berbentuk kelinci, suasana pulau semakin terasa seperti destinasi yang memang didedikasikan untuk hewan tersebut.
Jika hanya melihat foto kelinci dan patung-patungnya, Okunoshima mungkin terlihat seperti destinasi wisata yang penuh kesenangan.
Padahal, pulau ini memiliki sejarah yang cukup kelam.
Pada 1929, pemerintah Jepang membangun fasilitas rahasia untuk memproduksi senjata kimia di Okunoshima. Produksi tersebut berlangsung hingga akhir Perang Dunia II pada 1945. Karena sifatnya yang rahasia, keberadaan fasilitas tersebut bahkan membuat Okunoshima sempat dihapus dari sejumlah peta pada masa itu.
Untuk mengingat sejarah tersebut, Okunoshima Poison Gas Museum didirikan pada 1988.
Museum ini menyimpan informasi mengenai produksi senjata kimia, kondisi kerja para pekerja, serta dampak paparan gas beracun terhadap manusia. Beberapa fasilitas dan reruntuhan bekas instalasi militer juga masih dapat ditemukan di berbagai bagian pulau.
Keberadaan museum ini membuat Okunoshima memiliki dua sisi yang sangat berbeda: pulau wisata dengan kelinci yang menggemaskan sekaligus tempat untuk mengenang tragedi masa perang.
Popularitas Okunoshima meningkat pesat setelah foto dan video kelinci di pulau tersebut menyebar di internet dan media sosial.
Wisatawan dapat melihat kelinci dari jarak dekat dan mengamati perilaku mereka di habitat pulau. Namun, jumlah wisatawan yang meningkat juga membawa tantangan tersendiri bagi kesejahteraan kelinci.
Karena itu, wisatawan perlu mengikuti aturan setempat dan tidak memperlakukan kelinci sekadar sebagai properti untuk konten media sosial.
Mengunjungi Rabbit Island membutuhkan tanggung jawab. Jangan mengejar, menggendong, atau memaksa kelinci untuk berinteraksi.
Wisatawan juga sebaiknya tidak memberikan makanan sembarangan. Interaksi berlebihan dengan manusia dapat memengaruhi perilaku dan kondisi kesehatan hewan.
Yang tidak kalah penting, jangan membawa hewan peliharaan dari luar ke pulau karena dapat menimbulkan risiko bagi populasi kelinci yang ada.
Selain melihat kelinci, wisatawan dapat berjalan mengelilingi pulau, menikmati pemandangan Laut Pedalaman Seto, serta melihat berbagai peninggalan sejarah.
Mengunjungi museum juga penting agar perjalanan tidak hanya berfokus pada sisi lucu Okunoshima. Dengan memahami sejarahnya, wisatawan dapat melihat pulau ini secara lebih utuh.
Inilah yang membuat Okunoshima berbeda dari destinasi wisata hewan lainnya.
Okunoshima menunjukkan bagaimana sebuah destinasi dapat memiliki dua cerita yang sangat berbeda. Di satu sisi, pulau ini dikenal sebagai tempat yang dipenuhi kelinci dan patung-patung menggemaskan. Di sisi lain, Okunoshima menyimpan sejarah kelam sebagai lokasi produksi senjata kimia pada masa perang.
Kelinci kini menjadi simbol wisata yang membuat pulau tersebut dikenal dunia. Namun, keberadaan museum dan peninggalan sejarah mengingatkan pengunjung bahwa Okunoshima bukan sekadar Rabbit Island.
Berkunjung ke pulau ini berarti menikmati keindahan alam, bertemu hewan yang unik, sekaligus belajar tentang sejarah agar tragedi masa lalu tidak dilupakan.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments