Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Setiap tahunnya, jutaan wisatawan dari berbagai negara datang untuk menyaksikan secara langsung kemegahan tembok yang membentang melintasi pegunungan, gurun, hingga padang rumput di wilayah utara Tiongkok.
Pembangunan Tembok Besar Tiongkok dimulai sekitar abad ke-7 sebelum Masehi oleh beberapa kerajaan di Tiongkok kuno.
Namun, pembangunan berskala besar dilakukan pada masa Kaisar Qin Shi Huang sekitar tahun 220 SM setelah berhasil menyatukan Tiongkok. Tujuan utama pembangunan tembok ini adalah untuk melindungi wilayah kekaisaran dari serangan suku-suku nomaden yang datang dari utara.
Seiring pergantian dinasti, tembok terus diperluas dan diperkuat hingga mencapai bentuk yang banyak dikenal saat ini, terutama pada masa Dinasti Ming.
Menurut hasil penelitian, panjang keseluruhan Tembok Besar Tiongkok mencapai lebih dari 21.000 kilometer jika dihitung bersama seluruh cabang dan benteng pendukungnya.
Struktur ini melewati berbagai medan, mulai dari pegunungan tinggi, lembah, padang pasir, hingga kawasan perbukitan. Karena ukurannya yang luar biasa, Tembok Besar menjadi salah satu pencapaian teknik konstruksi paling mengesankan dalam sejarah manusia.
Selain sebagai benteng pertahanan, Tembok Besar juga memiliki berbagai fungsi lain.
Di sepanjang jalur tembok terdapat menara pengawas yang digunakan untuk memantau pergerakan musuh. Menara tersebut juga berfungsi sebagai sarana komunikasi menggunakan asap atau api untuk mengirimkan peringatan kepada pasukan di wilayah lain.
Tembok ini juga membantu mengawasi jalur perdagangan serta mengontrol perbatasan kekaisaran.
Saat ini terdapat beberapa bagian Tembok Besar yang telah dipugar dan dibuka untuk wisatawan.
Badaling menjadi bagian paling terkenal karena aksesnya yang mudah dari Beijing dan fasilitasnya yang lengkap. Selain itu, terdapat Mutianyu yang menawarkan suasana lebih tenang dengan pemandangan pegunungan yang indah.
Bagi wisatawan yang menyukai petualangan, beberapa bagian tembok yang belum sepenuhnya dipugar juga dapat dikunjungi dengan pendamping yang berpengalaman.
Salah satu mitos yang paling terkenal adalah anggapan bahwa Tembok Besar Tiongkok dapat terlihat dari luar angkasa dengan mata telanjang.
Faktanya, para astronaut menyatakan bahwa bangunan ini sangat sulit dikenali tanpa bantuan alat optik karena warnanya menyatu dengan lingkungan sekitar.
Selain itu, pembangunan tembok melibatkan jutaan pekerja selama ratusan tahun sehingga menjadi salah satu proyek konstruksi terbesar dalam sejarah dunia.
Musim semi dan musim gugur menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi Tembok Besar karena cuaca lebih nyaman dan pemandangannya sangat indah.
Gunakan sepatu yang nyaman karena sebagian jalur memiliki banyak anak tangga dengan kemiringan yang cukup tinggi. Jangan lupa membawa air minum, topi, dan kamera untuk mengabadikan panorama yang menakjubkan.
Jika ingin menghindari keramaian, datanglah pada pagi hari, terutama saat musim liburan.
Tembok Besar Tiongkok bukan hanya menawarkan keindahan panorama, tetapi juga menghadirkan pengalaman menyusuri salah satu bangunan paling bersejarah di dunia.
Setiap langkah di atas tembok membawa wisatawan mengenal lebih dekat sejarah panjang, budaya, dan pencapaian arsitektur yang luar biasa dari peradaban Tiongkok.
Sebagai bangunan bersejarah terpanjang di dunia, Tembok Besar Tiongkok menjadi simbol kekuatan, ketekunan, dan kecanggihan teknik konstruksi pada masanya. Keindahan alam yang mengelilinginya berpadu dengan nilai sejarah yang tinggi menjadikan destinasi ini selalu menarik untuk dikunjungi.
Bagi siapa pun yang berencana menjelajahi Tiongkok, Tembok Besar merupakan destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Selain menikmati panorama yang spektakuler, wisatawan juga dapat menyaksikan salah satu keajaiban dunia yang telah bertahan selama ribuan tahun.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments