Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

20

Jul

Sejarah Taman Maluku Bandung, Ruang Hijau Bersejarah di Tengah Kota

Dibangun pada Masa Kolonial Belanda

Taman Maluku dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda ketika Bandung mulai berkembang sebagai kota modern pada awal abad ke-20.

Saat itu, pemerintah kolonial merancang Bandung dengan konsep Garden City atau kota taman. Berbagai taman dibangun untuk memberikan ruang hijau sekaligus mempercantik kawasan permukiman orang-orang Eropa yang tinggal di Bandung.

Taman Maluku menjadi salah satu bagian dari konsep tersebut dan hingga kini masih mempertahankan fungsinya sebagai ruang terbuka bagi masyarakat.

Awalnya Bernama Molukken Park

Pada masa kolonial, Taman Maluku dikenal dengan nama Molukken Park.

Nama tersebut diambil dari Kepulauan Maluku, mengikuti kebiasaan pemerintah Hindia Belanda yang sering menggunakan nama daerah di Nusantara untuk penamaan jalan maupun taman.

Setelah Indonesia merdeka, nama Molukken Park kemudian diubah menjadi Taman Maluku, namun tetap mempertahankan identitas sejarahnya.

Menjadi Bagian dari Kawasan Bersejarah Bandung

Lokasi Taman Maluku berada di kawasan yang dipenuhi bangunan bersejarah.

Di sekitarnya terdapat berbagai bangunan peninggalan kolonial seperti Gedung Sate, Museum Geologi, hingga kawasan Jalan Ambon yang dikenal dengan deretan bangunan bergaya Art Deco.

Karena berada di pusat kota, taman ini menjadi tempat persinggahan yang nyaman bagi warga maupun wisatawan setelah mengunjungi berbagai destinasi bersejarah di Bandung.

Ruang Hijau yang Tetap Terjaga

Meski usia Taman Maluku telah mencapai lebih dari satu abad, kawasan ini masih dipenuhi pepohonan besar yang memberikan suasana teduh.

Berbagai jenis tanaman dan pohon yang tumbuh di taman membuat udara di sekitarnya terasa lebih sejuk dibandingkan kawasan perkotaan di sekelilingnya.

Keberadaan ruang hijau seperti Taman Maluku juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di tengah perkembangan Kota Bandung.

Tempat Favorit untuk Bersantai

Seiring waktu, fungsi Taman Maluku tidak lagi sekadar taman kota.

Kini, taman ini menjadi tempat favorit masyarakat untuk berjalan santai, berolahraga, membaca buku, hingga berkumpul bersama keluarga dan teman. Pada pagi dan sore hari, suasana taman biasanya dipenuhi warga yang menikmati udara segar di tengah kota.

Lokasinya yang strategis membuat Taman Maluku mudah diakses dari berbagai penjuru Bandung.

Saksi Perkembangan Kota Bandung

Selama lebih dari seratus tahun, Taman Maluku telah menjadi saksi perubahan wajah Kota Bandung.

Mulai dari masa kolonial Belanda, masa kemerdekaan, hingga perkembangan Bandung sebagai kota metropolitan, taman ini tetap mempertahankan perannya sebagai ruang publik yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Keberadaannya menunjukkan bahwa ruang hijau tetap memiliki tempat penting di tengah pesatnya pembangunan kota.

Destinasi Wisata Sejarah yang Layak Dikunjungi

Meski tidak sebesar taman kota lainnya, Taman Maluku memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal Bandung lebih dalam, taman ini dapat menjadi salah satu destinasi menarik dalam wisata sejarah. Pengunjung juga dapat melanjutkan perjalanan ke Gedung Sate, Museum Geologi, dan kawasan Gasibu yang letaknya tidak berjauhan.


Taman Maluku Bandung bukan sekadar taman kota, tetapi juga bagian dari sejarah perkembangan Kota Bandung sejak masa kolonial Belanda. Berawal dari Molukken Park, taman ini telah mengalami berbagai perubahan tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang hijau untuk masyarakat.

Hingga kini, Taman Maluku tetap menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai sekaligus mengingatkan bahwa di balik modernnya Kota Bandung, masih tersimpan ruang-ruang bersejarah yang patut dijaga dan dilestarikan.

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS