Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Di berbagai belahan dunia, coffee shop berkembang jadi bagian dari destinasi itu sendiri. Bukan cuma tempat singgah, tapi bagian dari itinerary. Berikut ini 5 coffee shop di dunia yang menawarkan experience berbeda dan layak masuk bucket list kamu.
Cafe ini jadi salah satu yang paling ikonik di Seoul karena konsepnya benar-benar tidak biasa. Seluruh interior dibuat seperti gambar 2D hitam putih, sehingga saat masuk, kamu akan merasa seperti berada di dalam komik atau sketsa tangan. Efek visualnya kuat banget, bahkan di foto sering terlihat seperti editan, padahal asli.
Pengalaman di sini bukan cuma soal duduk dan minum kopi, tapi lebih ke menikmati suasana yang playful dan unik. Banyak traveler datang bukan hanya untuk ngopi, tapi juga untuk merasakan sensasi “masuk ke dunia lain”. Tempat ini cukup populer, jadi di jam-jam tertentu bisa cukup ramai.
Lokas i: Area Yeonnam-dong, Seoul
Jam buka : Sekitar 11.00 – 21.00
Harga : Kisaran KRW 6.000 – 12.000 (±Rp70.000 – Rp140.000)
Menu : Kopi espresso-based seperti latte dan americano, ditambah dessert seperti cake, tiramisu, dan pastry ringan
Masuk ke Truth Coffee terasa seperti masuk ke dunia steampunk dengan sentuhan industrial klasik. Interiornya penuh dengan elemen besi, roda gigi, mesin tua, dan pencahayaan yang cenderung hangat dan dramatis. Setiap sudutnya terasa detail dan punya karakter yang kuat.
Suasana di sini cukup lively di pagi hari karena banyak orang datang untuk sarapan atau brunch. Meskipun desainnya terlihat “berat”, tempat ini tetap nyaman untuk duduk lama, baik untuk ngobrol santai atau sekadar menikmati kopi dengan suasana yang berbeda dari coffee shop pada umumnya.
Lokasi : Cape Town, Afrika Selatan
Jam buka : Sekitar 07.00 – 15.00
Harga : Kisaran ZAR 30 – 80 (±Rp25.000 – Rp70.000)
Menu : Specialty coffee, manual brew, serta menu sarapan seperti eggs benedict, sandwich, dan pastry
Coffee shop ini punya konsep yang cukup unik karena berada di bekas toilet umum era Victoria yang kemudian direnovasi jadi tempat ngopi. Elemen lama seperti urinal masih dipertahankan dan dijadikan bagian dari desain interior, menciptakan suasana yang quirky tapi tetap menarik.
Meskipun konsepnya terdengar tidak biasa, pengalaman di sini justru terasa berbeda dan memorable. Tempatnya tidak terlalu besar, sehingga suasananya lebih intimate. Cocok untuk kamu yang suka eksplor tempat-tempat unik dengan cerita di baliknya.
Lokasi : Fitzrovia, London
Jam buka : Sekitar 07.30 – 16.00
Harga : Kisaran £3 – £10 (±Rp60.000 – Rp200.000)
Menu : Flat white, cappuccino, cold brew, serta brunch seperti toast, sandwich, dan salad
Berbeda dari coffee shop biasa, konsep ini menawarkan pengalaman makan dan minum di atas platform yang diangkat menggunakan crane. Kamu akan duduk di kursi yang sudah terpasang dengan pengaman, lalu perlahan diangkat ke ketinggian dengan view kota di bawah.
Experience-nya bukan cuma soal kopi atau makanan, tapi lebih ke sensasi dan perspektif yang berbeda. Cocok untuk kamu yang ingin mencoba sesuatu yang out of the box dan tidak biasa dalam perjalanan.
Lokasi : Berbagai kota dunia (Dubai, Brussels, dll)
Jam buka : Tergantung event
Harga : Mulai dari USD 100 (±Rp1,5 jutaan)
Menu : Fine dining ringan, minuman, dan kopi sebagai bagian dari experience
Kalau tempat lain bermain di konsep yang unik dan visual kuat, Blue Bottle justru menawarkan pengalaman yang sebaliknya: sederhana, tenang, dan fokus pada kualitas.
Interiornya minimalis dengan dominasi kayu dan ruang yang bersih, khas Jepang. Suasananya terasa lebih calm, cocok untuk kamu yang ingin rehat sejenak dari hiruk pikuk kota Tokyo.
Di sini, pengalaman ngopi terasa lebih personal. Tidak terburu-buru, tidak terlalu ramai visual, dan lebih fokus pada rasa kopi itu sendiri.
Lokasi : Tokyo, Jepang
Jam buka : Sekitar 08.00 – 19.00
Harga : Kisaran ¥400 – ¥800 (±Rp50.000 – Rp100.000)
Menu : Specialty coffee, manual brew, cold brew, serta pastry seperti croissant dan cookies
Dari Seoul sampai Tokyo, terlihat jelas bahwa coffee shop sudah berkembang jadi bagian dari pengalaman travel. Setiap tempat punya cara sendiri untuk menarik perhatian—ada yang bermain di visual, konsep, sampai kesederhanaan.
Buat 7summits Travelers, ini jadi reminder bahwa bahkan aktivitas sederhana seperti ngopi pun bisa jadi highlight perjalanan, selama tempatnya punya cerita.
Comments