Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Puasa di Indonesia rata-rata berlangsung sekitar 13 jam. Tapi bagaimana kalau harus menahan lapar dan haus hampir 20 jam? Itulah yang dirasakan sebagian Muslim saat Ramadan di Swedia, terutama ketika bulan puasa jatuh di musim panas.
Buat 7summits Travelers yang penasaran atau bahkan berencana ke sana saat Ramadan, pengalaman ini bukan cuma soal kuat atau tidak, tapi juga soal adaptasi dan makna.
Swedia berada di wilayah Eropa Utara, cukup dekat dengan Kutub Utara. Saat musim panas, matahari terbit sangat pagi dan terbenam sangat larut. Di beberapa kota, waktu antara subuh dan magrib bisa mencapai 18 sampai 20 jam, bahkan lebih.
Artinya, waktu berbuka datang sangat lama setelah sahur. Bagi yang baru pertama kali mencoba, tentu ini jadi tantangan fisik dan mental.
Puasa panjang berarti tubuh harus pintar mengatur energi. Kurang minum bisa cepat terasa, apalagi jika tetap beraktivitas seperti biasa. Bekerja, kuliah, atau berjalan jauh saat traveling bisa membuat stamina cepat turun.
Selain itu, suasana juga berbeda. Di Swedia, Ramadan bukan suasana mayoritas. Tidak ada suara azan yang terdengar di setiap sudut kota, tidak ada pasar takjil di pinggir jalan. 7summits Travelers mungkin akan merasakan suasana yang lebih sunyi.
Namun justru di situlah letak pengalaman uniknya. Puasa terasa lebih personal dan penuh refleksi.
Walau Muslim bukan mayoritas, komunitas Islam di Swedia tetap aktif. Masjid dan pusat komunitas biasanya mengadakan buka puasa bersama. Momen ini jadi tempat berbagi cerita dan saling menguatkan.
Bagi 7summits Travelers yang tinggal atau singgah sementara, bergabung dengan komunitas lokal bisa membuat Ramadan terasa lebih hangat. Rasa rindu suasana Indonesia sedikit terobati lewat kebersamaan.
Banyak Muslim di Swedia punya strategi agar tetap kuat. Sahur dengan makanan tinggi serat dan protein agar kenyang lebih lama. Minum cukup air saat malam hari. Mengurangi aktivitas berat jika memungkinkan.
Ada juga yang mengikuti jadwal waktu puasa negara Muslim terdekat yang lebih moderat, terutama di wilayah yang durasi siangnya ekstrem. Hal ini biasanya mengikuti panduan ulama setempat.
Yang terpenting, memahami kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri secara berlebihan.
Jawabannya relatif. Secara fisik memang lebih menantang dibanding puasa di Indonesia. Tapi banyak Muslim di Swedia yang sudah terbiasa dan mampu menjalaninya dengan baik setiap tahun.
Bagi 7summits Travelers, puasa 20 jam di Swedia bukan hanya soal ketahanan tubuh. Ini tentang belajar sabar dalam kondisi berbeda, beribadah di tempat yang tak biasa, dan menemukan makna Ramadan di belahan dunia lain.
Karena pada akhirnya, kuat atau tidaknya bukan cuma soal durasi, tapi soal niat dan kesiapan hati.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments