Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Sejarah manusia dipenuhi dengan kisah-kisah tragis dan mengerikan, termasuk cara-cara kematian yang di luar nalar. Beberapa di antaranya bahkan menjadi legenda karena betapa kejam dan mengerikannya proses tersebut.
Berikut adalah 5 cara kematian paling mengerikan yang tercatat dalam sejarah:
Attila the Hun adalah seorang pemimpin bangsa Hun yang terkenal karena kekejamannya. Namun, kematiannya justru ironis dan sangat mengerikan. Pada tahun 453 Masehi, setelah pesta pernikahannya, Attila ditemukan tewas di ranjangnya. Anehnya, tidak ada luka atau tanda-tanda pembunuhan. Diduga, ia meninggal karena pendarahan hebat dari hidungnya saat mabuk. Darah yang mengalir dari hidung ke tenggorokan membuatnya tersedak dan akhirnya meninggal.
Raja Edward II (1284-1327) adalah seorang raja yang lemah dan tidak populer. Ia akhirnya digulingkan oleh istrinya sendiri, Ratu Isabella, dan kekasihnya, Roger Mortimer. Pada tahun 1327, ia dipenjara di Kastil Berkeley. Kematiannya menjadi salah satu yang paling kejam dalam sejarah monarki Inggris. Konon, para pembunuhnya memasukkan tanduk sapi berongga ke dalam anus Raja Edward II, lalu memasukkan besi panas ke dalamnya. Besi panas itu membakar organ-organ dalamnya dan membunuhnya dengan cara yang sangat menyakitkan, tanpa meninggalkan luka luar.
Perillos adalah seorang pembuat alat penyiksaan dari Yunani kuno. Ia membuat alat yang disebut "banteng perunggu" untuk seorang tiran bernama Phalaris. Alat ini berbentuk banteng berongga yang terbuat dari perunggu. Korban dimasukkan ke dalamnya, lalu api dinyalakan di bawah banteng tersebut. Banteng perunggu akan memanas seperti oven, dan korban akan terpanggang hidup-hidup. Teriakan korban yang kesakitan akan terdengar seperti suara banteng mengamuk berkat sistem akustik yang dibuat khusus. Anehnya, Perillos adalah orang pertama yang menjadi korban dari alat penyiksaannya sendiri, atas perintah Phalaris yang kejam.
Saint Lawrence adalah seorang diakon Kristen yang hidup pada abad ke-3. Ia ditangkap oleh Kekaisaran Romawi dan disiksa karena menolak menyerahkan harta gereja. Lawrence tidak mau menyerah dan justru membagikan harta gereja kepada orang-orang miskin. Hukuman untuknya sangat brutal. Ia ditaruh di atas panggangan besi besar di atas bara api dan dipanggang hidup-hidup. Bahkan di tengah siksaan mengerikan itu, ia sempat berteriak kepada para algojonya, "Aku sudah matang di satu sisi, balikkan aku dan makanlah!"
Jeanne d'Arc adalah seorang pahlawan wanita Prancis yang memimpin pasukannya melawan Inggris. Namun, ia ditangkap dan diadili atas tuduhan bidah. Pada tahun 1431, ia dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup di tiang pancang di sebuah alun-alun di Rouen. Setelah ia tewas, tubuhnya dibakar lagi dua kali untuk memastikan tidak ada sisa yang bisa diambil sebagai relik. Lalu, abunya dibuang ke Sungai Seine. Kematiannya yang tragis menjadikannya seorang martir dan pahlawan nasional bagi Prancis.
Setiap kisah di atas menunjukkan sisi gelap dari sejarah manusia yang penuh kekejaman. Mengerikan, ya?
Comments