Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

14

Dec

5 Kabiasaan di Jawa Barat nu masih dilestarikeun.

1. Tradisi nyawang bulan 

"Nyawang Bulan" adalah tradisi syukuran saat bulan purnama. Masyarakat berkumpul di alam terbuka, seperti hutan atau tempat lain, untuk merayakan dan menghormati bulan yang dianggap penyeimbang bumi. Acara ini melibatkan seni budaya Sunda dan mengajarkan kita untuk bersyukur, menjaga alam, dan hidup rukun. Biasanya, tradisi ini dilakukan setiap bulan saat bulan purnama, dengan beberapa perayaan setahun. Nyawang Bulan juga mengingatkan kita untuk berpikir positif, meditasi, dan berdoa untuk orang lain. Yayasan Seni Budaya Rahyang Niskala Sunda berperan menjaga tradisi ini, menggabungkan nilai budaya dan Islam, serta mempererat persatuan dan kedamaian di masyarakat.

2. Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba

Ngertakeun Bumi Lamba adalah tradisi cara kita berterima kasih dan mengingatkan semua orang bahwa gunung itu sumber kehidupan. Gunung itu kayak paku Bumi yang menyambungkan kita sama alam. Gunung juga jadi sumber spiritual dan nilai-nilai baik yang bikin kita hidup dengan budaya yang bener.

Pesan utamanya, kita harus lebih bijak sama alam, kayak yang diajarkan oleh leluhur kita. Masyarakat Sunda juga punya cara pandang tentang hutan gunung, yang dibagi jadi tiga: leuweung larangan (hutan keramat), leuweung tutupan (hutan lindung), dan leuweung baladaheun (hutan titipan). Intinya, ini mengajarkan kita untuk bijak dalam ngelola alam dan ngerti batas-batasnya.

 3. Nyi Pohaci

adalah simbol dewi kesuburan dalam budaya Sunda. Di Purwakarta, tradisi ini sering diadakan sebagai bentuk syukuran untuk menghormati alam dan bumi. Biasanya, ada persembahan hasil bumi dan ritual adat untuk menjaga keseimbangan alam dan mendatangkan berkah.

Tradisi ini biasanya dilakukan saat musim panen, berharap masyarakat diberkahi dengan hasil yang melimpah. Selain itu, tradisi ini juga mengingatkan kita untuk menjaga hubungan baik dengan alam dan melestarikan budaya yang ada.

4. Ruwat Bumi

adalah tradisi turun-temurun dari nenek moyang yang udah ada sejak ratusan tahun lalu. Ruwat Bumi sendiri berasal dari kata "Ruwat" atau "Ngarawat" yang berarti menjaga atau memelihara, yang diartikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang didapat.

Acara ini biasanya melibatkan masyarakat yang membawa hasil bumi mereka dan saling berbagi, bahkan ada makan bersama atau cucurak. Selain syukuran, Ruwat Bumi juga untuk menolak bala dan menghormati leluhur. Sampai sekarang, Desa Parakan Garokgek masih rutin melaksanakan tradisi ini, jadi ciri khas unik desa ini di Purwakarta.

5. Halaran Tatanen

adalah tradisi syukuran dari masyarakat Purwakarta atas hasil pertanian dan penghormatan pada alam. Biasanya, tradisi ini diisi dengan upacara adat saat panen, di mana warga membawa hasil tanaman mereka sebagai persembahan dan berdoa bersama untuk berkah dan hasil pertanian yang terus baik.

Tradisi ini mengajarkan rasa syukur pada alam dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan. Selain itu, juga jadi momen untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan melestarikan budaya yang sudah ada.

Ieu 5 adat istiadat di Jawa Barat nu masih dilestarikeun nepi ka ayeuna! Henteu ngan saukur pikeun ngingetkeun budaya, tapi ogé minangka cara urang tetep nyambung ka alam jeung karuhun. Hayu, urang tetep ngajaga jeung melestarikan tradisi ieu supaya tetep hirup di generasi salajengna.

Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS