Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

19

Nov

6 Destinasi Dunia yang terkena dampak Overtourism

6 Destinasi dunia yang dulu memikat, kini terjerat keramaian wisatawan berlebihan, menciptakan fenomena yang dikenal dengan 'overtourism'.  

Negara-negara yang sebelumnya berlomba menarik wisatawan, kini mulai mengalihkan fokus karena destinasi-destinasi populer ini terjebak dalam dampak overtourism.  

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan berdampak negatif, sehingga banyak negara kini berusaha keras mengatur jumlah pengunjung. Semakin populer suatu tempat, semakin rentan terhadap dampak kehadiran wisatawan yang berlebihan. Pemerintah dan masyarakat yang dulu berusaha menarik sebanyak-banyaknya wisatawan, kini tengah mencari solusi untuk mengontrol jumlah pengunjung.  

 

Berikut beberapa destinasi wisata dunia yang sedang menghadapi tantangan akibat overtourism:

 

1. Hawaii

Hawaii, yang dulunya dianggap surga tropis, kini menghadapi tantangan overtourism. Popularitas musim pertama serial “The White Lotus” (2021), yang mengambil setting di Hawaii, telah memicu lonjakan minat wisatawan ke negara kepulauan di Pasifik ini.  

Akibatnya, jumlah pengunjung ke Hawaii meningkat pesat, melebihi kapasitas yang ada, sehingga memberi tekanan pada jalan, pantai, dan infrastruktur lokal. Bahkan, jumlah wisatawan yang datang mencapai 9,2 juta, sementara jumlah penduduknya hanya sekitar 1,4 juta.  

Menyadari ancaman overtourism, Gubernur Josh Green telah mengajukan proposal biaya iklim sebesar USD 25 yang bertujuan untuk mengurangi dampak overtourism di Hawaii. Selain itu, biaya untuk atraksi populer juga dinaikkan dua kali lipat bagi pengunjung non-lokal.

 

2. Kepulauan Canary, Spanyol

Keindahan pantai-pantai di Kepulauan Canary menjadikannya tujuan wisata impian bagi banyak orang. Pada tahun 2023, diperkirakan pulau ini akan dikunjungi oleh hingga 48 juta wisatawan.  

Lonjakan pengunjung ini menyebabkan wisatawan dari Inggris mendapat peringatan untuk menghindari pulau-pulau seperti Lanzarote dan Tenerife, karena dampak negatif yang ditimbulkan oleh kunjungan massal terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.  

Fernando Clavijo, Presiden Pemerintahan Kepulauan Canary, mengungkapkan bahwa sekitar 36% dari total populasi pulau (sekitar 780.000 orang) berisiko terjerumus ke dalam kemiskinan dan marginalisasi sosial akibat dampak overtourism. Masyarakat setempat pun mulai mendesak pembatasan jumlah wisatawan yang datang.

 

3. Amsterdam, Belanda

Ibu kota Belanda, Amsterdam, telah menjadi korban overtourism dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah wisatawan yang datang mencapai lima juta orang, padahal populasi kota ini hanya sekitar 1,1 juta.  

Akibatnya, penduduk lokal kesulitan mencari tempat tinggal, karena banyak apartemen disewakan khusus untuk wisatawan.  

Untuk mengatasi masalah overtourism ini, Amsterdam telah menerapkan berbagai peraturan, termasuk larangan pembangunan hotel baru. Hotel baru hanya boleh dibangun jika ada hotel yang tutup. Amsterdam juga pernah melarang kapal pesiar dan menutup terminal kapal pesiar untuk mengurangi dampak keramaian.

 

4. Venesia, Italia

Venesia di Italia, dengan berbagai destinasi ikonik seperti kanalnya yang berkelok, gondola yang terkenal, dan bangunan bersejarah, telah menarik jutaan wisatawan. Diperkirakan, Venesia menerima sekitar 20 juta wisatawan setiap tahun, jauh melebihi jumlah penduduknya yang hanya sekitar 50.000 jiwa.  

Menyadari dampak dari overtourism yang semakin terasa, Venesia akhirnya memutuskan untuk memberlakukan biaya masuk bagi wisatawan harian. Pengunjung kini diwajibkan membeli tiket seharga lima euro atau sekitar Rp 87 ribu.  

Tiket ini hanya berlaku bagi wisatawan yang datang antara pukul 08.30 hingga 16.00. Penerapan sistem tiket ini bertujuan untuk mengatur kedatangan wisatawan di waktu yang lebih sepi, guna mengurangi keramaian di kota.

 

5. Dubrovnik, Kroasia

Dubrovnik, kota di Kroasia, kini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di dunia. Jumlah pengunjung diperkirakan melebihi jumlah penduduk lokal, dengan rasio mencapai 30 banding satu.  

Lonjakan pengunjung ini telah menyebabkan Dubrovnik terjebak dalam masalah overtourism, dengan dampak terlihat pada kemacetan lalu lintas akibat bus wisata yang parkir di luar tembok Kota Tua, serta kerusakan infrastruktur karena tekanan dari jumlah pengunjung yang berlebihan.  

Untuk mengatasi masalah ini, pejabat kota telah mengumumkan langkah baru. Mulai bulan depan, Dubrovnik akan melarang izin sewa swasta di pusat kota untuk mengurangi dampak negatif dari overtourism.

 

6. Thailand

Dengan proyeksi jumlah wisatawan mencapai 40 juta orang, destinasi utama Thailand seperti Phuket, Samui, dan Pattaya berada di ambang overtourism.  

Selama puncak musim liburan, Phuket bahkan mengalami kemacetan lalu lintas dan masalah kekurangan air, sementara bandara internasionalnya kehabisan slot untuk maskapai penerbangan.  

Surawat Akaraworamat, wakil presiden Dewan Pariwisata Thailand (TCT), menekankan pentingnya kebijakan penarikan biaya pariwisata sebesar 300 baht (sekitar Rp 130 ribu) untuk mendukung dana pengembangan pariwisata dan mengatasi masalah overtourism.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS