Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

05

Nov

Wisata Berbasis Film dan Drama, Bagaimana Sebuah Lokasi Bisa Mendunia?

Film dan drama dapat mengubah lokasi biasa menjadi destinasi wisata populer. Fenomena film tourism memperlihatkan bagaimana cerita di layar mampu membangun daya tarik, memengaruhi keputusan perjalanan, dan membuka peluang promosi pariwisata.

Sebuah tempat yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat lokal bisa mendadak ramai dikunjungi wisatawan setelah muncul dalam film atau drama populer. Orang-orang datang bukan sekadar untuk melihat pemandangannya, tetapi ingin merasakan suasana yang sama seperti yang mereka saksikan di layar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa film dan drama memiliki kekuatan lebih dari sekadar hiburan. Keduanya mampu membentuk imajinasi, menciptakan kedekatan emosional, bahkan memengaruhi keputusan seseorang dalam memilih destinasi liburan.

Ketika Cerita di Layar Membuat Orang Ingin Berkunjung

Dalam dunia pariwisata, fenomena ini dikenal sebagai film tourism atau screen tourism. Istilah tersebut merujuk pada kegiatan wisata yang dipengaruhi oleh lokasi, cerita, maupun pengalaman yang ditampilkan dalam film, serial televisi, dan tayangan visual lainnya.

Ketertarikan wisatawan biasanya muncul karena adanya hubungan emosional dengan cerita atau karakter. Ketika menonton sebuah film, penonton tidak hanya melihat tempat sebagai latar belakang, tetapi juga membangun persepsi tentang suasana, keindahan, dan pengalaman yang mungkin dirasakan jika berada di sana.

Penelitian mengenai film tourism menunjukkan bahwa gambaran destinasi dalam sebuah film dapat memengaruhi motivasi perjalanan dan menciptakan ekspektasi tertentu terhadap lokasi yang dikunjungi.

Inilah yang membuat sebuah lokasi memiliki nilai lebih setelah muncul di layar. Tempat tersebut tidak lagi sekadar ruang geografis, tetapi menjadi bagian dari cerita yang dikenal dan disukai banyak orang.

Hobbiton, Selandia Baru: Desa Fiksi yang Menjadi Destinasi Nyata

Salah satu contoh paling terkenal adalah Hobbiton di Matamata, Selandia Baru, yang menjadi lokasi syuting film The Lord of the Rings dan The Hobbit.

Awalnya, kawasan perbukitan hijau tersebut merupakan lahan pertanian. Namun, ketika digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar, area ini dibangun menjadi desa Hobbit dengan rumah-rumah mungil yang menyatu dengan lanskap alam.

Setelah filmnya mendunia, Hobbiton berkembang menjadi atraksi wisata yang memungkinkan pengunjung menjelajahi set film secara langsung. Wisatawan dapat berjalan di antara rumah Hobbit, melihat detail bangunan, hingga menikmati suasana yang sebelumnya hanya bisa disaksikan melalui layar.

Hobbiton menjadi bukti bahwa sebuah lokasi tidak harus berupa kota besar atau landmark terkenal untuk menarik wisatawan internasional. Cerita yang melekat pada tempat tersebut justru dapat menjadi daya tarik utamanya.

Glenfinnan Viaduct, Skotlandia: Jalur Kereta yang Ikonik dalam Harry Potter

Lokasi lain yang terkenal berkat film adalah Glenfinnan Viaduct di Skotlandia, yang muncul dalam film Harry Potter sebagai bagian dari perjalanan Hogwarts Express.

Jembatan kereta yang melintasi lanskap perbukitan ini menjadi salah satu lokasi yang dicari penggemar film. Pemandangan kereta yang melintas di atas viaduct menciptakan pengalaman yang terasa dekat dengan dunia sihir Hogwarts.

Daya tariknya tidak hanya berasal dari film. Glenfinnan juga memiliki lanskap alam yang indah, sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan kereta sekaligus melihat panorama khas dataran tinggi Skotlandia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa film dapat memperkenalkan sebuah lokasi kepada audiens yang sebelumnya tidak memiliki alasan khusus untuk mengunjunginya.

Dubrovnik, Kroasia: Kota Bersejarah yang Mendunia Lewat Game of Thrones

Kota Dubrovnik di Kroasia juga mengalami peningkatan popularitas sebagai destinasi wisata setelah menjadi lokasi pengambilan gambar serial Game of Thrones.

Kota tua dengan tembok pertahanan, jalan berbatu, dan bangunan bersejarahnya digunakan sebagai latar King's Landing dalam serial tersebut.

Setelah dikenal oleh penggemar dari berbagai negara, sejumlah pengalaman wisata dikembangkan dengan mengangkat keterkaitan Dubrovnik dengan serial tersebut. Wisatawan dapat mengikuti tur lokasi syuting dan mengunjungi sejumlah tempat yang muncul dalam adegan tertentu.

Namun, daya tarik Dubrovnik sebenarnya tidak hanya berasal dari serial televisi. Kota ini juga memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang telah lama menjadi bagian dari identitasnya.

Film dan drama kemudian menjadi media yang memperkenalkan warisan tersebut kepada audiens yang jauh lebih luas.

Tidak Semua Lokasi Syuting Otomatis Menjadi Destinasi Wisata

Menariknya, tidak semua tempat yang muncul dalam film atau drama langsung mengalami peningkatan kunjungan wisata.

Ada beberapa faktor yang menentukan apakah sebuah lokasi memiliki potensi untuk berkembang menjadi destinasi film tourism.

Popularitas film atau serial. Semakin luas jangkauan penonton, semakin besar kemungkinan lokasi yang ditampilkan dikenal oleh calon wisatawan.

Keterikatan emosional penonton. Cerita yang membekas dan karakter yang disukai dapat mendorong keinginan untuk mengunjungi tempat yang berkaitan dengannya.

Aksesibilitas lokasi. Destinasi yang mudah dijangkau, memiliki fasilitas memadai, dan aman bagi pengunjung cenderung lebih siap menerima wisatawan.

Pengalaman yang ditawarkan. Wisatawan biasanya ingin melakukan sesuatu, bukan hanya melihat. Tur lokasi, aktivitas tematik, informasi cerita, dan kesempatan mengambil foto dapat memperkuat pengalaman berkunjung.

Artinya, popularitas di layar merupakan awal dari peluang pariwisata, bukan jaminan keberhasilan.

Dari Lokasi Syuting Menjadi Pengalaman Wisata

Ketika jumlah pengunjung mulai meningkat, pengelola destinasi dapat mengembangkan pengalaman yang berkaitan dengan film atau drama tersebut.

Misalnya, tur berpemandu yang menjelaskan proses pengambilan gambar, kunjungan ke lokasi adegan ikonik, pameran kostum atau properti, hingga aktivitas yang memungkinkan wisatawan merasakan kembali suasana cerita.

Pengalaman ini sering kali memiliki nilai tersendiri bagi penggemar. Mereka tidak sekadar berkunjung sebagai wisatawan biasa, tetapi datang dengan pengetahuan, kenangan, dan imajinasi yang sudah terbentuk sebelumnya.

Dalam kajian film tourism, keinginan wisatawan untuk mengambil foto, mengulang adegan, atau merasakan kembali pengalaman karakter menjadi bagian penting dari motivasi perjalanan.

Karena itu, pengalaman wisata berbasis film dapat dirancang untuk menghubungkan cerita fiksi dengan kondisi nyata di destinasi.

Insight Travel: Film dan Drama Bisa Menjadi Strategi Destination Branding

Film tourism memperlihatkan bahwa promosi destinasi tidak selalu harus dilakukan melalui iklan pariwisata secara langsung.

Sebuah film dapat memperkenalkan tempat melalui cerita, karakter, konflik, dan visual yang menarik. Penonton kemudian mengenali destinasi secara alami selama menikmati tayangan tersebut.

Dalam strategi destination branding, pendekatan ini memiliki potensi untuk membangun citra yang lebih kuat dan bertahan lama. Destinasi tidak hanya dikenal karena pemandangannya, tetapi juga karena memiliki hubungan dengan cerita yang melekat dalam ingatan audiens.

Namun, pengembangan film tourism tetap membutuhkan pengelolaan yang baik. Lonjakan wisatawan dapat menimbulkan tekanan terhadap lingkungan, infrastruktur, kehidupan masyarakat lokal, hingga pelestarian lokasi bersejarah.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola destinasi, masyarakat, industri perfilman, dan pelaku pariwisata menjadi penting agar manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan kawasan.

Indonesia Juga Memiliki Peluang dalam Wisata Berbasis Film

Indonesia memiliki beragam lanskap yang berpotensi menjadi lokasi produksi film dan daya tarik wisata berbasis layar. Pegunungan, pantai, desa tradisional, kawasan perkotaan, hingga bangunan bersejarah dapat menghadirkan latar yang beragam bagi sebuah cerita.

Ketika sebuah produksi film atau serial berhasil menjangkau audiens luas, lokasi pengambilan gambarnya berpotensi mendapatkan perhatian baru.

Namun, potensi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan popularitas tayangan. Informasi mengenai lokasi, akses, fasilitas, serta pengalaman wisata yang tersedia perlu dikembangkan agar penonton memiliki alasan nyata untuk berkunjung.

Dengan demikian, keterlibatan industri kreatif dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan destinasi sekaligus mendukung ekonomi lokal.

Ketika Destinasi Menjadi Bagian dari Cerita

Wisata berbasis film dan drama menunjukkan bahwa sebuah perjalanan terkadang dimulai jauh sebelum seseorang membeli tiket atau menyusun itinerary.

Perjalanan itu bisa bermula dari adegan film, dialog karakter, atau pemandangan yang membuat penonton penasaran. Dari sana, keinginan untuk mengunjungi tempat yang sama perlahan terbentuk.

Bagi destinasi, fenomena ini menjadi peluang untuk membangun hubungan yang lebih emosional dengan wisatawan. Sebuah tempat tidak hanya dikunjungi karena indah, tetapi juga karena memiliki cerita yang ingin dikenang secara langsung.

Pada akhirnya, film dan drama dapat menjadi jembatan antara imajinasi dan pengalaman nyata. Tempat yang awalnya hanya hadir di layar bisa berubah menjadi bagian dari perjalanan seseorang, bahkan menjadi destinasi yang ingin dikunjungi dari seluruh dunia.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS