Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Identitas sebuah kota tidak selalu terlihat dari bangunan atau landmarknya. Kadang, identitas tersebut justru terasa paling jelas ketika melihat apa yang dijual di pasar dan apa yang muncul di meja makan masyarakat.
Makanan membawa cerita tentang sejarah, lingkungan, migrasi, perdagangan, hingga kebiasaan masyarakat.
Pasar adalah tempat bertemunya bahan makanan dengan masyarakat.
Di sana traveler bisa melihat bahan yang paling umum digunakan dalam masakan lokal. Rempah, sayuran, seafood, daging, buah, hingga produk olahan dapat menunjukkan karakter sebuah wilayah.
Pasar juga memperlihatkan bagaimana bahan tersebut diperdagangkan.
Bahan makanan kemudian berpindah ke dapur dan berubah menjadi hidangan.
Di tahap inilah sejarah dan kebiasaan keluarga ikut berperan. Resep dapat diwariskan dari generasi ke generasi, mengalami perubahan, atau bercampur dengan pengaruh budaya lain.
Itulah mengapa makanan di sebuah kota tidak selalu memiliki satu bentuk.
Satu hidangan bisa memiliki banyak versi berdasarkan keluarga, lingkungan, atau daerah asal.
Kota yang menjadi pusat perdagangan atau migrasi biasanya memiliki makanan dengan pengaruh beragam.
Perpaduan tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas kota itu sendiri.
Food tourism pada dasarnya memang erat dengan identitas regional. OECD menjelaskan bahwa makanan dapat membantu traveler memahami budaya lokal sekaligus memperkuat identitas wilayah.
Karena itu, wisata kuliner sebaiknya tidak hanya mengejar restoran terkenal.
Coba perhatikan pasar, bakery lokal, warung, kedai keluarga, atau tempat makan yang ramai oleh penduduk setempat.
Dari sana traveler bisa mendapatkan gambaran yang lebih natural tentang bagaimana sebuah kota makan dan menjalani kesehariannya.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments