Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

09

Oct

Set-Jetting, Tren Mengunjungi Lokasi Film dan Serial Favorit

Dari Layar ke Destinasi Wisata

Popularitas film dan serial dapat membuat sebuah lokasi semakin dikenal oleh wisatawan. Cerita, karakter, dan visual yang ditampilkan bisa membentuk keinginan untuk mengunjungi tempat tersebut secara langsung.

Salah satu contohnya adalah kawasan Glenfinnan Viaduct di Skotlandia yang dikenal lewat film Harry Potter. Jembatan kereta ini menjadi daya tarik bagi penggemar yang ingin melihat langsung lanskap yang muncul dalam film.

Begitu juga Selandia Baru, yang banyak dikaitkan dengan trilogi The Lord of the Rings. Pemandangan alamnya menjadi bagian penting dari pengalaman wisata bagi penggemar film tersebut.

Serial Populer Bisa Mengubah Cara Orang Memilih Destinasi

Set-jetting membuat wisatawan memiliki alasan yang lebih personal saat memilih tujuan perjalanan.

Mereka mungkin datang bukan hanya karena ingin melihat bangunan bersejarah atau menikmati pemandangan, tetapi juga karena ingin merasakan suasana yang mengingatkan mereka pada adegan tertentu.

Serial Emily in Paris, misalnya, menampilkan berbagai sudut Paris, mulai dari jalanan kota hingga kafe. Sementara itu, The White Lotus ikut memperkenalkan hotel dan lanskap tropis yang kemudian menarik perhatian penonton.

Bagi penggemar, mengunjungi lokasi tersebut bisa menjadi cara untuk membawa pengalaman menonton ke dunia nyata.

Dampaknya bagi Industri Pariwisata

Tren ini juga membuka peluang bagi destinasi, pengelola wisata, dan pelaku industri perjalanan.

Lokasi syuting dapat dikembangkan menjadi tur tematik, paket perjalanan, atau kunjungan dengan pemandu yang menjelaskan latar belakang produksi film. Hotel, restoran, dan bisnis lokal di sekitar lokasi pun berpotensi mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan.

Namun, popularitas mendadak juga memiliki tantangan. Jika jumlah wisatawan meningkat terlalu cepat, lokasi yang awalnya tenang bisa mengalami kemacetan, kepadatan, hingga gangguan terhadap kehidupan warga setempat.

Karena itu, pengembangan wisata berbasis film tetap perlu memperhatikan kapasitas destinasi dan kenyamanan masyarakat lokal.

Tidak Semua Lokasi Film Bisa Dikunjungi Bebas

Sebelum merencanakan perjalanan, traveler perlu memastikan apakah lokasi yang ingin didatangi memang terbuka untuk umum.

Sebagian adegan menggunakan studio atau set buatan yang tidak bisa dikunjungi. Ada pula lokasi pribadi, kawasan konservasi, atau bangunan yang memiliki aturan akses tertentu.

Riset sederhana sebelum berangkat bisa membantu wisatawan menyusun itinerary yang realistis, termasuk mengecek jam operasional, akses transportasi, tiket, dan aturan kunjungan.

Traveling dengan Cerita yang Lebih Personal

Set-jetting menunjukkan bahwa inspirasi perjalanan bisa datang dari banyak hal, termasuk film dan serial yang menemani waktu luang.

Destinasi tidak lagi hanya dipilih berdasarkan pemandangan atau popularitasnya, tetapi juga karena memiliki hubungan emosional dengan wisatawan.

Bagi penggemar, berdiri di lokasi yang pernah dilihat di layar bisa menghadirkan pengalaman tersendiri. Dan bagi destinasi, cerita yang kuat dapat menjadi cara untuk memperkenalkan tempat kepada audiens yang lebih luas.

Pada akhirnya, set-jetting bukan sekadar berburu lokasi syuting. Ini adalah cara menikmati perjalanan melalui cerita yang sudah lebih dulu disukai.

Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954 

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS