Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
London memang punya landmark yang langsung dikenal hampir semua orang. Big Ben, London Eye, Tower Bridge, dan Buckingham Palace biasanya masuk daftar pertama traveler. Tapi kalau hanya berkeliling landmark utama, ada banyak sisi London yang justru bisa terlewat.
Salah satu hal menarik dari London adalah karakter setiap kawasannya bisa terasa sangat berbeda. Ada area yang penuh landmark dan aktivitas budaya, kawasan dengan rumah-rumah pastel yang tenang, sampai lingkungan dengan street art dan suasana kreatif yang lebih edgy.
Kalau ingin melihat London dari sisi yang lebih beragam, beberapa area berikut bisa dimasukkan ke itinerary.
South Bank cocok untuk traveler yang ingin menikmati London sambil berjalan kaki. Kawasan ini berada di sisi selatan Sungai Thames dan memiliki pedestrian yang membentang di antara berbagai atraksi, restoran, ruang budaya, dan viewpoint kota.
Di sini kamu bisa menemukan London Eye, Southbank Centre, National Theatre, SEA LIFE London Aquarium, hingga berbagai pertunjukan jalanan. Dari beberapa titik di riverside promenade, Big Ben, St Paul's Cathedral, dan skyline London juga bisa terlihat dari seberang sungai.
Yang membuat South Bank menarik adalah suasananya yang terasa aktif hampir sepanjang hari. Traveler bisa memulai dengan sightseeing, lanjut makan siang, kemudian berjalan santai di sepanjang Thames tanpa harus terus berpindah kawasan.
Karakter: lively, riverside, cultural, dan cocok untuk walking tour.
Kalau ingin merasakan sisi London yang lebih klasik sekaligus fashionable, Covent Garden bisa jadi pilihan.
Kawasan ini berada di West End dan dikenal dengan Covent Garden Market, street performers, restoran, butik, serta berbagai pertunjukan teater. Royal Opera House dan sejumlah teater West End juga berada di kawasan sekitarnya.
Yang menarik, Covent Garden bukan cuma soal bangunan bersejarah. Area seperti Seven Dials, Neal's Yard, dan Floral Street memberikan suasana yang lebih kecil dan intimate untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.
Kawasan ini cocok buat traveler yang ingin satu itinerary berisi shopping, kuliner, foto, dan entertainment tanpa harus pergi terlalu jauh.
Karakter: classic London, stylish, lively, dan entertainment-heavy.
Notting Hill punya karakter yang sangat berbeda dari pusat London. Kawasan ini terkenal dengan deretan rumah berwarna pastel, Portobello Road, pasar vintage, butik independen, dan suasana residential yang lebih santai.
Selain visualnya yang menarik untuk fotografi, Notting Hill juga memiliki sejarah dan identitas budaya yang kuat, termasuk pengaruh British Caribbean dan Notting Hill Carnival.
Traveler bisa menghabiskan waktu dengan berjalan di sekitar Portobello Road, melihat toko-toko vintage, kemudian menjelajahi jalan-jalan kecil di sekitarnya.
Dibandingkan kawasan landmark seperti Westminster, Notting Hill memberikan pengalaman London yang lebih dekat dengan kehidupan neighbourhood.
Karakter: colourful, residential, creative, dan relaxed.
Kalau ingin melihat London yang lebih muda dan eksperimental, Shoreditch punya karakter yang berbeda lagi.
Kawasan East London ini dikenal dengan street art, independent shops, café, bar, dan creative scene. Visit London juga memasukkan Shoreditch sebagai salah satu kawasan East London yang dikenal dengan restoran, café, dan bar yang trendi.
Salah satu hal yang paling mudah ditemukan di sini adalah street art. Dinding-dinding di sekitar Shoreditch dan Brick Lane sering menjadi ruang bagi mural dan karya graffiti yang membuat suasana kawasan terus berubah.
Shoreditch cocok untuk traveler yang tidak terlalu tertarik dengan sightseeing klasik dan lebih suka fotografi, fashion, kuliner, serta suasana kota yang lebih urban.
Karakter: edgy, artistic, youthful, dan urban.
Greenwich menawarkan suasana yang cukup jauh berbeda dari pusat London. Kawasan ini memiliki sejarah kerajaan dan maritim yang kuat, dengan Greenwich Park, Old Royal Naval College, National Maritime Museum, Cutty Sark, dan Royal Observatory sebagai beberapa daya tarik utamanya.
Greenwich juga menarik karena dalam satu area kamu bisa mendapatkan kombinasi sejarah, taman, museum, arsitektur, dan pemandangan kota.
Dari Greenwich Park, traveler bisa menikmati panorama London, sementara kawasan Old Royal Naval College memberikan pengalaman yang lebih historis. Royal Observatory juga menjadi salah satu landmark utama karena lokasinya berkaitan dengan Prime Meridian dan sejarah pengukuran waktu.
Karena banyak atraksinya berada dalam jarak yang relatif dekat, Greenwich cukup nyaman dijadikan satu agenda seharian.
Karakter: historic, spacious, elegant, dan lebih tenang.
Kalau ingin jalan kaki sambil melihat landmark dan Sungai Thames, pilih South Bank.
Kalau suka shopping, restoran, teater, dan suasana London klasik, Covent Garden lebih cocok.
Untuk traveler yang suka warna, fotografi, pasar, dan neighbourhood yang lebih santai, Notting Hill bisa menjadi pilihan.
Sementara itu, Shoreditch cocok untuk yang ingin melihat sisi London yang lebih kreatif dan edgy. Sedangkan Greenwich pas untuk traveler yang ingin menggabungkan sejarah, taman, museum, dan sightseeing dalam satu kawasan.
London memang punya landmark yang ikonik, tetapi karakter kota ini justru terasa ketika kamu mulai keluar dari rute landmark utama. Setiap neighbourhood memberikan pengalaman yang berbeda, sehingga itinerary London tidak harus selalu berputar di sekitar Big Ben.
Daripada mencoba memasukkan semua kawasan sekaligus, pilih beberapa area yang paling sesuai dengan gaya traveling. Dengan begitu, perjalanan terasa lebih personal dan kamu bisa melihat London bukan hanya sebagai kumpulan landmark, tetapi sebagai kota dengan banyak karakter.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments