Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Musim sakura bukan lagi sekadar bonus saat berkunjung ke Jepang. Bagi sebagian wisatawan, justru bunga sakura yang menjadi alasan utama perjalanan.
Akibatnya, beberapa lokasi populer bisa mengalami lonjakan wisatawan dalam waktu yang sangat singkat.
Kyoto, Tokyo, Osaka, hingga beberapa kawasan seperti Kawaguchiko dan tempat-tempat yang terkenal dengan pemandangan Gunung Fuji menjadi incaran wisatawan yang ingin mendapatkan foto sakura.
Masalahnya, tidak semua kawasan tersebut memiliki kapasitas untuk menerima wisatawan dalam jumlah besar secara bersamaan.
Popularitas media sosial membuat beberapa spot sakura berubah menjadi titik keramaian.
Wisatawan datang untuk mencari sudut foto terbaik, menunggu momen bunga tertiup angin, atau mendapatkan latar belakang yang dianggap sempurna.
Di beberapa kawasan populer Jepang, masalah overtourism sudah menjadi perhatian serius. Pemerintah dan pengelola destinasi mulai menerapkan berbagai langkah untuk mengatur arus wisatawan, termasuk pembatasan akses, pengaturan lalu lintas, hingga aturan khusus di lokasi tertentu.
Persoalannya bukan sekadar jumlah wisatawan.
Ketika terlalu ramai, aktivitas wisata juga bisa mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Jepang sebenarnya sudah lama menghadapi isu overtourism di berbagai destinasi populer.
Karena itu, pendekatannya mulai bergeser. Destinasi tidak hanya berusaha menarik wisatawan sebanyak mungkin, tetapi juga mulai memikirkan bagaimana wisatawan bisa datang dengan cara yang lebih tertib dan tidak membebani lingkungan maupun masyarakat lokal.
Kyoto, misalnya, terus mendorong wisatawan untuk menggunakan transportasi umum, menyebar ke kawasan yang tidak terlalu padat, dan menjaga etika ketika mengunjungi area permukiman.
Beberapa daerah juga mulai mengembangkan destinasi alternatif agar wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di tempat yang sudah terkenal.
Menariknya, kondisi ini bisa menjadi kesempatan bagi traveler untuk mengubah cara menikmati Jepang.
Daripada mengejar satu spot yang sedang viral, wisatawan bisa mencari taman, kota kecil, atau kawasan lokal yang menawarkan pengalaman sakura dengan suasana lebih tenang.
Tidak semua pengalaman terbaik harus datang dari lokasi yang muncul berkali-kali di TikTok atau Instagram.
Kadang justru perjalanan yang lebih jauh sedikit memberikan pengalaman yang lebih nyaman.
Sakura kemungkinan akan tetap menjadi salah satu daya tarik terbesar Jepang.
Bunganya cantik, musimnya singkat, dan secara visual memang sulit untuk ditolak.
Namun semakin populer sebuah destinasi, semakin penting juga cara wisatawan menikmatinya.
Datang tepat waktu, mengikuti aturan setempat, tidak merusak pohon, menjaga kebersihan, tidak menghalangi jalan, dan menghormati warga sekitar mungkin terdengar sederhana.
Tapi hal-hal kecil tersebut menjadi penting ketika jutaan orang memiliki tujuan yang sama.
Karena pada akhirnya, perjalanan ke Jepang bukan hanya tentang mendapatkan foto sakura yang bagus.
Yang juga perlu dipikirkan adalah bagaimana pengalaman itu tetap menyenangkan bagi traveler dan tetap nyaman bagi orang yang tinggal di sana.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments