Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Pernah merasa sudah membuat budget traveling dengan cukup detail, tetapi setelah pulang ternyata pengeluaran jauh lebih besar dari perkiraan?
Biasanya, budget perjalanan tidak langsung jebol karena satu pengeluaran besar. Justru, pengeluaran kecil yang muncul berkali-kali sering tidak terasa saat sedang traveling. Beli kopi, ngemil, naik transportasi sebentar, bayar biaya tambahan, atau membeli oleh-oleh kecil mungkin terlihat sepele. Tapi kalau semuanya dijumlahkan selama beberapa hari, nominalnya bisa cukup besar.
Hal seperti ini cukup umum terjadi karena saat liburan, traveler cenderung lebih sering melakukan transaksi kecil dibandingkan dalam rutinitas sehari-hari.
Salah satu alasan paling sederhana adalah karena nominalnya terlihat kecil.
Mengeluarkan Rp30 ribu untuk minuman mungkin tidak terasa berat. Begitu juga dengan Rp20 ribu untuk snack atau Rp40 ribu untuk transportasi. Masalahnya, pengeluaran tersebut tidak hanya terjadi satu kali.
Kalau dalam sehari ada beberapa transaksi kecil seperti ini, totalnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Dalam perjalanan selama beberapa hari, jumlahnya tentu semakin bertambah.
Karena itu, jangan hanya mencatat pengeluaran besar seperti tiket pesawat dan hotel. Pengeluaran kecil juga perlu diperhatikan karena justru sering muncul sepanjang perjalanan.
Transportasi merupakan salah satu contoh pengeluaran yang sering dianggap sepele.
Saat traveling, traveler mungkin memilih menggunakan taksi atau ride-hailing karena jaraknya terlihat dekat. Sekali perjalanan mungkin tidak terlalu mahal. Tetapi jika pilihan yang sama dilakukan berkali-kali dalam sehari, totalnya bisa menjadi cukup signifikan.
Hal serupa juga bisa terjadi ketika berpindah dari hotel ke restoran, dari restoran ke tempat wisata, lalu kembali lagi ke hotel.
Untuk mengontrol pengeluaran, coba lihat pilihan transportasi sejak menyusun itinerary. Beberapa destinasi mungkin bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum.
Selain lebih hemat, berjalan kaki juga bisa membuat traveler menemukan sudut kota yang tidak selalu terlihat dari kendaraan.
Makanan utama biasanya sudah masuk dalam perencanaan budget. Namun, snack, dessert, kopi, dan minuman tambahan sering kali tidak ikut dihitung.
Padahal, traveling membuat kita lebih mudah tergoda untuk membeli sesuatu saat melihat cafe atau food stall menarik di sepanjang perjalanan.
Misalnya, satu kopi dan satu snack mungkin hanya menghabiskan puluhan ribu rupiah. Tetapi kalau dilakukan setiap hari, pengeluaran tersebut bisa berubah menjadi salah satu pos yang cukup besar.
Bukan berarti traveler harus berhenti jajan sama sekali. Lebih realistis kalau pengeluaran seperti ini dimasukkan sebagai budget harian khusus untuk jajan.
Ada juga pengeluaran yang sebenarnya bukan bagian dari rencana awal.
Contohnya biaya bagasi tambahan, biaya pemilihan kursi, locker, laundry, biaya masuk tertentu, hingga biaya penyimpanan barang.
Nominalnya bisa berbeda-beda tergantung destinasi dan kebutuhan traveler. Namun, karena biasanya baru muncul ketika perjalanan sudah berlangsung, biaya seperti ini sering tidak masuk ke perhitungan budget awal.
Untuk menghindarinya, coba buat satu pos bernama biaya tambahan atau dana tak terduga.
Dengan begitu, ketika ada pengeluaran kecil yang tidak direncanakan, budget utama tidak langsung terganggu.
Oleh-oleh juga termasuk pengeluaran yang sering dimulai dari nominal kecil.
Awalnya mungkin hanya ingin membeli satu atau dua barang. Kemudian menemukan makanan khas, souvenir, produk lokal, atau barang yang terlihat menarik.
Karena setiap barang terasa masih terjangkau, traveler bisa saja terus membeli tanpa menyadari totalnya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menentukan budget oleh-oleh sejak awal. Tidak harus membatasi secara ketat, tetapi setidaknya ada angka maksimal yang menjadi patokan.
Dengan begitu, keputusan membeli oleh-oleh bisa tetap menyenangkan tanpa membuat budget perjalanan berantakan.
Ada faktor lain yang sering tidak disadari: suasana liburan.
Saat traveling, kita cenderung lebih terbuka untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Mencoba makanan lokal, membeli barang unik, masuk ke cafe yang sedang ramai, atau mengambil aktivitas tambahan semuanya terasa seperti bagian dari pengalaman perjalanan.
Pengeluaran tersebut sebenarnya tidak selalu buruk. Justru, beberapa pengalaman spontan bisa menjadi bagian paling berkesan dari sebuah perjalanan.
Yang perlu diperhatikan adalah frekuensinya.
Kalau terlalu banyak keputusan spontan dilakukan dalam satu perjalanan, pengeluaran bisa berkembang jauh dari budget awal.
Salah satu cara sederhana untuk menghindari budget jebol adalah membagi anggaran berdasarkan hari.
Misalnya, setelah biaya tiket dan hotel dipisahkan, sisa budget perjalanan bisa dibagi untuk makan, transportasi, tiket wisata, jajan, dan kebutuhan lainnya.
Dengan memiliki batas harian, traveler bisa lebih mudah mengetahui apakah pengeluaran hari itu masih aman atau sudah terlalu banyak.
Kalau hari ini sedikit lebih boros, pengeluaran di hari berikutnya bisa disesuaikan.
Cara ini juga lebih fleksibel dibandingkan membuat budget yang terlalu ketat untuk setiap transaksi.
Budget traveling sebaiknya tidak menggunakan seluruh uang yang tersedia.
Sisakan dana untuk kondisi yang tidak direncanakan, seperti perubahan transportasi, kebutuhan kesehatan ringan, kehilangan barang, atau pengeluaran mendadak lainnya.
Dana ini sebaiknya dianggap sebagai cadangan, bukan uang tambahan yang harus dihabiskan.
Dengan begitu, ketika terjadi sesuatu di perjalanan, traveler tidak perlu langsung mengorbankan budget untuk kebutuhan utama.
Masalahnya sering bukan karena traveler mengeluarkan satu biaya yang sangat besar, tetapi karena banyak pengeluaran kecil terjadi tanpa benar-benar dicatat.
Kopi, snack, transportasi pendek, biaya tambahan, oleh-oleh, dan pembelian spontan mungkin terlihat tidak terlalu berpengaruh jika dilihat satu per satu. Namun, ketika semuanya dikumpulkan, jumlahnya bisa cukup besar.
Karena itu, membuat budget traveling bukan berarti harus menghitung setiap rupiah sampai liburan terasa tidak menyenangkan. Yang lebih penting adalah mengetahui pos pengeluaran yang paling sering muncul, memberikan batas yang realistis, dan menyisakan ruang untuk hal-hal tak terduga.
Dengan begitu, traveling tetap bisa dinikmati tanpa harus pulang dengan pertanyaan, “Kok uangnya habis sebanyak ini?”
Comments