Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Pernah duduk di kursi pesawat dan merasa ruang untuk kaki atau bahu sekarang semakin terbatas? Perasaan tersebut bukan hanya soal posisi duduk atau ukuran tubuh penumpang. Perubahan desain kabin dan cara maskapai mengatur jumlah kursi memang ikut memengaruhi pengalaman penumpang di kelas ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, maskapai semakin banyak melakukan perubahan pada interior pesawat. Ada yang menggunakan kursi dengan desain lebih ramping, mengubah konfigurasi kabin, menambah jumlah kursi, atau memperbesar porsi kabin premium. Hasilnya, pengalaman duduk di kelas ekonomi bisa terasa berbeda dibandingkan penerbangan beberapa tahun lalu.
Lalu, sebenarnya apa yang membuat kabin pesawat modern terasa semakin sempit?
Ketika membicarakan kursi pesawat, ada dua istilah yang penting untuk dipahami, yaitu seat pitch dan seat width.
Seat pitch merupakan jarak dari satu titik pada kursi ke titik yang sama pada kursi di baris berikutnya. Angka ini sering digunakan sebagai gambaran ruang antarkursi, meskipun bukan berarti seluruh jarak tersebut merupakan ruang kaki yang bisa digunakan.
Sementara itu, seat width mengacu pada lebar area duduk di antara sandaran tangan.
Keduanya bisa berbeda cukup jauh tergantung maskapai dan konfigurasi pesawat. Bahkan pesawat dengan tipe yang sama belum tentu memiliki pengalaman kabin yang sama karena maskapai dapat menentukan sendiri bagaimana interior pesawat tersebut dikonfigurasi. Data konfigurasi kursi yang diperbarui pada 2026 juga menunjukkan variasi seat pitch yang cukup lebar pada tipe pesawat yang sama.
Salah satu alasan utama kabin terasa semakin padat berkaitan dengan bagaimana maskapai menggunakan ruang yang tersedia.
Menambah beberapa baris kursi berarti pesawat dapat membawa lebih banyak penumpang dalam satu penerbangan. Secara bisnis, kapasitas tambahan dapat membantu menekan biaya per penumpang dan membuat maskapai memiliki lebih banyak kursi untuk dijual.
Contohnya terlihat pada beberapa konfigurasi pesawat narrow-body modern. Jumlah kursi pada tipe pesawat yang sama dapat berbeda tergantung bagaimana maskapai mengatur interiornya.
Tren ini juga berkaitan dengan meningkatnya permintaan perjalanan udara. IATA mencatat bahwa rata-rata tingkat keterisian kursi penerbangan global telah meningkat dari sekitar 67% pada 1990-an menjadi lebih dari 83% dalam beberapa tahun terakhir.
Semakin banyak kursi yang terisi berarti semakin penting bagi maskapai untuk mengatur kapasitas kabin secara efisien.
Desain kursi juga mengalami perubahan.
Maskapai kini banyak menggunakan kursi dengan struktur yang lebih ramping untuk membantu mengoptimalkan ruang kabin. Desain seperti ini dapat memberikan ruang tambahan pada bagian tertentu, tetapi belum tentu membuat pengalaman duduk secara keseluruhan terasa lebih luas.
Bahkan ketika ketebalan kursi berkurang, jarak antarbaris tetap menjadi faktor penting bagi ruang kaki penumpang.
Contoh terbaru datang dari WestJet. Pada 2025–2026, maskapai tersebut sempat mengubah konfigurasi pada sebagian pesawatnya dengan menambah kepadatan kursi ekonomi. Setelah mendapatkan masukan dari penumpang dan melakukan evaluasi, WestJet kemudian mengumumkan akan mengembalikan konfigurasi sebelumnya pada pesawat yang terdampak dengan menghapus satu baris kursi.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa konfigurasi kabin bukan sesuatu yang permanen. Maskapai dapat menyesuaikannya berdasarkan pertimbangan operasional dan respons penumpang.
Ada perubahan lain yang mungkin tidak langsung terlihat dari kursi ekonomi.
Beberapa maskapai melakukan konfigurasi ulang pesawat dengan menambah atau memperluas kursi premium. Pada pesawat yang ruang kabinnya terbatas, perubahan tersebut dapat memengaruhi jumlah dan susunan kursi di bagian ekonomi.
American Airlines, misalnya, melakukan retrofit pada sejumlah Airbus A319 dan A320 dengan interior baru yang mencakup lebih banyak kursi First Class serta beberapa peningkatan fasilitas seperti power port dan overhead bin yang lebih besar.
Artinya, ketika melihat kabin pesawat modern, bukan hanya jumlah kursi ekonomi yang perlu diperhatikan. Pembagian ruang antara kelas kabin juga ikut menentukan bagaimana keseluruhan interior pesawat dirancang.
Kenyamanan dan keselamatan merupakan dua hal yang berbeda.
Perdebatan mengenai ukuran kursi juga pernah menjadi perhatian regulator penerbangan. FAA melakukan penelitian mengenai hubungan seat pitch dan seat width dengan proses evakuasi pesawat. Dalam studi FAA yang melibatkan 718 peserta, konfigurasi interior yang diuji tidak menunjukkan pengaruh terhadap evakuasi selama batas ergonomis tertentu tetap dipenuhi.
FAA juga menjelaskan bahwa pesawat kategori transportasi harus memenuhi persyaratan evakuasi dalam kondisi yang ditentukan regulator. Pada saat yang sama, badan tersebut pernah meminta masukan publik mengenai dimensi kursi minimum yang diperlukan untuk keselamatan penumpang.
Jadi, rasa sempit yang dialami penumpang tidak otomatis berarti kabin tersebut tidak memenuhi standar keselamatan.
Selain perubahan nyata pada konfigurasi kabin, ada faktor lain yang memengaruhi persepsi kenyamanan.
Jumlah penumpang dalam penerbangan semakin tinggi, barang bawaan semakin banyak, dan kebutuhan penumpang terhadap ruang pribadi juga ikut berubah. Kabin dengan kursi yang secara teknis masih berada dalam konfigurasi yang diizinkan dapat tetap terasa kurang nyaman bagi sebagian penumpang, terutama dalam penerbangan jarak jauh.
Itulah sebabnya angka seat pitch atau seat width sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan ketika memilih penerbangan.
Jenis pesawat, konfigurasi maskapai, posisi kursi, durasi penerbangan, bahkan keberadaan fasilitas seperti power outlet dan ruang penyimpanan juga bisa memengaruhi pengalaman perjalanan.
Jawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.
Memang ada maskapai yang mengatur lebih banyak kursi dalam kabin atau mengurangi jarak antarbaris pada konfigurasi tertentu. Namun, perubahan tersebut tidak terjadi pada semua maskapai dan semua jenis pesawat dengan cara yang sama.
Bahkan satu tipe pesawat bisa memiliki konfigurasi berbeda tergantung operatornya.
Karena itu, kalau ingin mendapatkan penerbangan yang lebih nyaman, traveler sebaiknya tidak hanya melihat harga tiket. Cek juga tipe pesawat, seat map, seat pitch jika tersedia, konfigurasi kabin, serta pilihan kursi sebelum melakukan pemesanan.
Pada akhirnya, kabin modern merupakan hasil dari berbagai pertimbangan: kapasitas, efisiensi operasional, fasilitas, kelas premium, dan kebutuhan penumpang. Jadi, ketika kursi pesawat terasa semakin sempit, ada perubahan desain dan konfigurasi di balik pengalaman tersebut—bukan sekadar perasaan penumpang.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments