Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

21

Sep

Jalan-Jalan ke Eropa Bareng Keluarga: Berapa Kota yang Ideal dalam Satu Trip?

Eropa memang menggoda. Begitu membuka peta, rasanya semua kota ingin dimasukkan ke itinerary. Paris, London, Amsterdam, Swiss, Roma, Barcelona, sampai Praha—semuanya terlihat seperti destinasi yang sayang kalau dilewatkan.

Tapi ketika bepergian bersama keluarga, pertanyaannya bukan lagi “berapa banyak kota yang bisa dikunjungi?”

Melainkan:

“Berapa banyak kota yang masih bisa dinikmati tanpa semua orang kelelahan?”

Karena family trip punya ritme yang berbeda. Ada anak yang butuh waktu istirahat, orang tua yang mungkin tidak kuat berjalan seharian, koper yang harus dipindahkan, dan waktu yang terpakai setiap kali berganti hotel.

Jadi, berapa kota yang sebenarnya ideal?

Untuk 7 Hari, Jangan Terlalu Ambisius

Kalau waktu perjalanan hanya sekitar satu minggu, 2–3 kota sudah cukup masuk akal untuk family trip.

Bahkan itinerary keluarga selama satu minggu yang disusun Eurail menggunakan rute London–Paris–Amsterdam, dengan masing-masing kota mendapat sekitar dua hari sebelum perjalanan dilanjutkan ke destinasi berikutnya. Mereka juga mengingatkan bahwa jadwal tersebut cukup padat.

Artinya, tiga kota dalam tujuh hari memang mungkin, tetapi ritmenya akan cukup cepat.

Untuk keluarga dengan anak kecil atau anggota keluarga yang membutuhkan lebih banyak waktu istirahat, dua kota justru bisa terasa lebih nyaman.

Misalnya:

London ? Paris

atau

Paris ? Amsterdam

Daripada setiap dua hari harus packing, check-out, menuju stasiun, naik kereta, check-in lagi, lalu mulai beradaptasi dengan kota baru.

Kalau Punya 10 Hari, Tiga Kota Bisa Jadi Pilihan Nyaman

Sepuluh hari memberikan ruang yang lebih lega.

Rute seperti London ? Paris ? Amsterdam bisa menjadi contoh menarik karena ketiganya memiliki karakter berbeda dan dapat dihubungkan dengan kereta.

Perjalanan Paris–Amsterdam, misalnya, memiliki layanan kereta langsung dan waktu perjalanan sekitar 3 jam 16 menit menurut SNCB International.

Dengan tiga kota, keluarga bisa mengalokasikan sekitar tiga hari di setiap destinasi, ditambah waktu untuk perjalanan antar kota.

Yang penting, jangan menghitung hari hanya berdasarkan jumlah malam.

Hari pindah kota bukan hari sightseeing penuh.

Pagi hari biasanya sudah digunakan untuk sarapan dan berkemas, kemudian menuju stasiun, perjalanan, mencari transportasi ke hotel, check-in, dan baru setelah itu keluarga siap berjalan-jalan lagi.

Kalau semua proses ini tidak diperhitungkan, itinerary yang terlihat “longgar” di atas kertas bisa terasa sangat padat ketika dijalani.

Dua Minggu Bisa Lebih Fleksibel

Kalau punya waktu sekitar 14 hari, keluarga memang bisa menambah destinasi. Tapi bukan berarti harus langsung memasukkan enam atau tujuh kota.

Empat kota bisa menjadi titik tengah yang lebih realistis untuk perjalanan keluarga, terutama jika beberapa destinasi membutuhkan waktu eksplorasi lebih panjang.

Contohnya:

London ? Paris ? Swiss ? Milan

atau

Amsterdam ? Brussels ? Paris ? London

Rute kedua menarik karena perjalanan antar kota dapat dilakukan dengan jaringan kereta internasional. Brussels juga bisa dijadikan pemberhentian singkat, sementara Paris dan London mendapat waktu lebih banyak.

Kuncinya adalah memilih kota yang berada dalam satu jalur perjalanan, bukan berpindah dari satu ujung Eropa ke ujung lainnya.

Jangan Hanya Menghitung Kota, Hitung Juga Waktu Pindah

Kesalahan yang sering terjadi saat menyusun itinerary Eropa adalah menghitung:

“10 hari = bisa 5 kota.”

Padahal setiap perpindahan kota membawa pekerjaan tambahan.

Keluarga harus packing dan unpacking, berpindah hotel, membawa koper, mencari stasiun, mengikuti jadwal kereta, dan kembali beradaptasi dengan lingkungan baru.

Belum lagi kalau ada anak yang sudah lelah setelah perjalanan panjang.

Karena itu, jumlah kota bukan satu-satunya ukuran keberhasilan itinerary.

Bahkan perjalanan dengan dua atau tiga kota bisa memberikan pengalaman yang jauh lebih banyak kalau keluarga punya waktu untuk benar-benar menikmati setiap tempat.

Pilih Kota yang Punya Karakter Berbeda

Supaya perjalanan tidak terasa monoton, pilih kota yang menawarkan pengalaman berbeda.

Misalnya:

London untuk museum, sejarah, dan suasana kota besar.

Paris untuk landmark, seni, kuliner, dan suasana klasik Eropa.

Amsterdam untuk kanal, museum, dan aktivitas yang lebih santai.

Dengan begitu, setiap kali pindah kota, keluarga mendapatkan pengalaman baru tanpa harus mengejar terlalu banyak destinasi.

Rute London–Paris–Amsterdam juga cukup populer untuk family trip. Beberapa itinerary keluarga menggunakan tiga kota tersebut sebagai rute utama karena dapat dihubungkan dengan perjalanan kereta.

Sisakan Hari yang “Kosong”

Ini mungkin terdengar aneh.

Kenapa sudah jauh-jauh ke Eropa malah ada hari yang tidak diisi itinerary?

Justru karena waktu kosong bisa menyelamatkan family trip.

Tidak semua hari harus dimulai pagi-pagi, mengunjungi tiga tempat, makan siang cepat, lanjut museum, kemudian mengejar sunset.

Satu sore tanpa agenda bisa digunakan untuk kembali ke hotel lebih awal. Anak bisa tidur, orang tua bisa istirahat, atau keluarga bisa sekadar berjalan santai di sekitar penginapan.

Dalam perjalanan keluarga, fleksibilitas seperti ini sering kali lebih berharga daripada satu destinasi tambahan.

Kereta Bisa Membuat Perpindahan Terasa Seperti Bagian dari Liburan

Untuk rute-rute tertentu di Eropa, kereta juga bisa menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Alih-alih harus pergi ke bandara, melewati proses keberangkatan, lalu menuju pusat kota lagi, kereta sering membawa penumpang langsung dari pusat kota ke pusat kota. Rute Paris–Amsterdam, misalnya, tiba di Amsterdam Centraal yang berada di tengah kota.

Perjalanan kereta juga memberi kesempatan untuk melihat perubahan lanskap Eropa dari jendela.

Untuk anak-anak, perjalanan seperti ini bahkan bisa menjadi pengalaman tersendiri.

Swiss adalah salah satu contoh yang menarik. Perjalanan kereta dengan pemandangan pegunungan bisa menjadi bagian dari aktivitas keluarga, bukan sekadar cara untuk mencapai destinasi berikutnya.

Jadi, Berapa Kota yang Ideal?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua keluarga.

Tapi sebagai patokan sederhana:

7 hari ? 2–3 kota
10 hari ? sekitar 3 kota
14 hari ? sekitar 3–4 kota
3 minggu atau lebih ? bisa menambah kota, dengan tetap memperhatikan jarak dan ritme perjalanan

Semakin kecil anak atau semakin banyak anggota keluarga yang membutuhkan waktu istirahat, semakin penting memberi ruang di antara perpindahan kota.

Karena pada akhirnya, tujuan family trip bukan mengumpulkan sebanyak mungkin nama kota di itinerary.

Tujuannya adalah pulang dengan cerita yang menyenangkan.

Mungkin anak masih ingat naik kereta sambil melihat pemandangan dari jendela. Orang tua masih ingat sore santai di sebuah taman. Atau seluruh keluarga masih membicarakan makan malam kecil yang tidak ada di itinerary.

Itulah kenapa dalam family trip ke Eropa, lebih sedikit kota bukan berarti lebih sedikit pengalaman. Kadang justru sebaliknya.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS