Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
ayangkan sebuah meja makan penuh roast turkey, kentang, sayuran, dan berbagai hidangan Natal. Di samping setiap piring, ada benda berbentuk tabung kecil yang dibungkus kertas warna-warni. Sebelum makan dimulai, semua orang mengambil ujungnya, menarik bersama-sama, lalu terdengar suara “crack!”.
Beberapa detik kemudian, meja makan dipenuhi mahkota kertas, hadiah kecil, dan lelucon yang sering kali justru membuat semua orang mengeluh karena terlalu garing.
Benda tersebut adalah Christmas cracker, salah satu tradisi yang sangat identik dengan perayaan Natal di Inggris. Bentuknya memang sederhana, tetapi keberadaannya di meja Natal punya sejarah panjang yang bermula dari seorang pembuat permen di London pada abad ke-19.
Christmas cracker tidak sebenarnya diciptakan sebagai tradisi Natal. Ceritanya bermula pada sekitar akhir 1840-an, ketika pembuat permen asal London bernama Tom Smith mencoba mencari cara baru untuk menjual produknya.
Smith terinspirasi oleh bonbon dari Prancis, yaitu permen yang dibungkus kertas dan dipelintir di kedua ujungnya. Ia kemudian mengembangkan kemasan serupa untuk menjual permen dan menambahkan pesan kecil di dalamnya.
Namun, Smith merasa produknya masih kurang menarik.
Menurut catatan English Heritage, inspirasi berikutnya datang dari suara kayu yang berderak ketika terbakar di perapian. Dari situlah muncul gagasan untuk membuat kemasan yang menghasilkan suara ketika dibuka. Mekanisme tersebut kemudian menjadi ciri khas Christmas cracker.
Jadi, benda yang sekarang dianggap sebagai bagian dari tradisi Natal Inggris ternyata berawal dari usaha seorang penjual permen untuk membuat produknya lebih menarik.
Di sinilah Christmas cracker menjadi lebih dari sekadar dekorasi meja.
Satu cracker biasanya dipegang oleh dua orang. Masing-masing menarik salah satu ujungnya sampai kemasan terbelah dan menghasilkan suara pop atau crack. Di dalamnya terdapat hadiah kecil, lelucon atau teka-teki, serta mahkota kertas.
Ritual ini membuat Christmas cracker sulit dinikmati sendirian. Ada unsur interaksi di dalamnya—harus ada orang lain untuk menarik ujung satunya.
Itulah salah satu alasan mengapa cracker begitu cocok dengan suasana Christmas dinner. Makan malam Natal bukan hanya tentang hidangan yang disajikan, tetapi juga tentang menciptakan momen bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Seiring berkembangnya produk tersebut, isi Christmas cracker juga berubah. Permen yang awalnya menjadi bagian utama akhirnya digantikan oleh hadiah-hadiah kecil dan berbagai benda kejutan.
Kemudian, generasi penerus bisnis Tom Smith menambahkan paper hat atau mahkota kertas. English Heritage mencatat bahwa putra Tom Smith, Walter, ikut mengembangkan cracker dan memperkenalkan topi kertas serta hadiah kecil pada perkembangannya di era Victoria.
Pada akhir abad ke-19, Christmas cracker sudah semakin dikenal sebagai bagian dari perayaan Natal. Bahkan pada 1870-an, cracker mulai muncul dalam kartu-kartu Natal, menunjukkan bahwa benda ini sudah semakin melekat dengan gambaran Christmas di Inggris.
Ini mungkin bagian paling aneh bagi orang yang belum familiar dengan tradisi tersebut.
Bayangkan semua orang sudah duduk rapi untuk makan malam Natal, lalu tiba-tiba harus memakai mahkota kertas warna-warni sepanjang makan.
Tradisi tersebut memang sudah menjadi bagian dari Christmas cracker. Namun, asal-usul pasti mengapa bentuknya dibuat seperti mahkota tidak sepenuhnya terdokumentasi. Salah satu penjelasan yang sering dikaitkan dengannya adalah tradisi hiburan lama yang melibatkan figur “king” atau “queen” dalam perayaan musim Natal.
Yang jelas, mahkota kertas akhirnya menjadi salah satu simbol paling mudah dikenali dari Christmas cracker.
Bahkan dalam berbagai gambaran tentang Christmas dinner Inggris, cukup melihat orang-orang mengenakan mahkota kertas untuk langsung mengetahui bahwa suasananya sedang merayakan Natal.
Selain mahkota, ada satu benda lain yang hampir selalu ditemukan di dalam cracker: joke.
Biasanya berupa lelucon pendek, permainan kata, teka-teki, atau one-liner yang sengaja dibuat ringan. Dan lucunya, kualitas lelucon tersebut memang sering menjadi bahan bercandaan tersendiri.
Orang bisa tertawa karena leluconnya lucu—atau justru karena leluconnya sangat tidak lucu.
Hal ini menunjukkan bahwa Christmas cracker memang tidak dirancang untuk memberikan hadiah mahal atau hiburan yang spektakuler. Tujuannya lebih sederhana: membuat semua orang berinteraksi dan bersenang-senang bersama.
Christmas cracker bertahan selama lebih dari satu abad karena tradisi ini berhasil menggabungkan beberapa hal sederhana: kejutan, humor, permainan, dan kebersamaan.
Menariknya, Christmas cracker juga merupakan salah satu contoh bagaimana tradisi Natal modern Inggris banyak berkembang pada era Victoria. English Heritage mencatat bahwa berbagai tradisi Natal yang sekarang dianggap klasik—termasuk Christmas crackers, kartu Natal, dan dekorasi pohon Natal—semakin populer pada abad ke-19.
Jadi, ketika Christmas cracker diletakkan di samping piring saat Christmas dinner, sebenarnya yang hadir bukan cuma sebuah benda dekorasi. Ada sejarah industri permen London, kreativitas era Victoria, dan kebiasaan berkumpul yang terus diwariskan.
Mungkin dari luar, Christmas cracker terlihat agak konyol. Sebuah tabung kertas, hadiah kecil, lelucon garing, lalu semua orang memakai mahkota tipis yang gampang miring.
Tapi justru di situlah daya tariknya.
Tradisi tidak selalu harus megah untuk menjadi bermakna. Kadang, sesuatu yang sederhana dan dilakukan berulang kali bersama keluarga justru menjadi bagian yang paling diingat.
Jadi, kenapa Christmas crackers selalu ada di meja Natal Inggris? Bukan karena Christmas dinner akan terasa kurang lengkap tanpa suara crack, tetapi karena benda kecil ini sudah berkembang menjadi sebuah ritual sosial. Satu orang menarik dengan orang lain, semua tertawa, membaca lelucon, memakai mahkota, lalu kembali menikmati makan malam.
Dan mungkin, itulah yang membuat Christmas cracker tetap bertahan sampai sekarang: bukan isi hadiahnya yang penting, tetapi momen yang tercipta ketika cracker itu ditarik bersama.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments