Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Ada banyak cara untuk mengenal Inggris. Berjalan di antara bangunan tua London, melihat pergantian penjaga di depan istana, menikmati sore di taman, atau sekadar duduk di sebuah kafe sambil memperhatikan kota yang terus bergerak.
Tapi ada satu pengalaman yang rasanya begitu melekat dengan perjalanan ke Inggris: afternoon tea.
Secangkir teh, sandwich kecil, scone dengan clotted cream dan jam, serta deretan kue yang tersusun di atas tiered stand mungkin terlihat sederhana. Namun, afternoon tea sebenarnya membawa cerita yang jauh lebih panjang. Ia bukan sekadar waktu untuk makan atau minum teh, tetapi bagian dari kebiasaan sosial Inggris yang telah berkembang selama berabad-abad.
Teh pertama kali masuk ke Inggris dari China pada pertengahan abad ke-17. Pada masa itu, teh masih tergolong barang mewah dan harganya sangat mahal sehingga hanya kalangan kerajaan dan orang-orang kaya yang mampu menikmatinya.
Seiring waktu, teh menjadi semakin mudah didapat. Pada abad ke-18, masyarakat kelas menengah dan bawah juga mulai menikmati teh, baik di rumah maupun di tempat-tempat umum. Memasuki abad ke-19, teh menjadi semakin terjangkau setelah berbagai jenis teh seperti Assam, Darjeeling, dan Ceylon semakin banyak tersedia.
Dari sinilah teh perlahan berubah. Yang awalnya menjadi simbol kemewahan mulai menjadi bagian dari keseharian masyarakat Inggris.
Nama yang paling sering dikaitkan dengan lahirnya afternoon tea adalah Anna, Duchess of Bedford, sekitar tahun 1840. Menurut sejarah yang umum diterima, ia merasa lapar di antara waktu makan siang dan makan malam yang pada masa itu biasanya dilakukan cukup larut.
Untuk mengisi jeda tersebut, ia meminta teh dan makanan ringan seperti sandwich serta kue disajikan pada sore hari.
Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi kegiatan sosial. Afternoon tea mulai dinikmati oleh kalangan atas dan kemudian semakin luas di kalangan masyarakat kelas menengah. Teh biasanya disajikan sekitar pukul empat atau lima sore, di antara makan siang dan makan malam.
Menariknya, afternoon tea bukan hanya soal makanan. Pada era Edwardian, kegiatan ini bahkan menjadi bagian dari gaya hidup sosial. Para perempuan mengenakan tea gowns dan topi, sementara para pria hadir dengan pakaian yang lebih formal.
Jadi, kalau hari ini afternoon tea terasa seperti pengalaman yang sedikit “dressed up”, ternyata ada sejarah panjang di balik suasananya.
Satu hal yang membuat afternoon tea menarik adalah cara penyajiannya.
Biasanya, teh hadir bersama makanan kecil yang tersusun bertingkat. Sandwich berada di bagian bawah, kemudian scone, lalu kue-kue kecil di bagian atas. Kombinasinya bisa berbeda tergantung tempat yang dikunjungi.
Sandwich biasanya hadir dengan isian yang ringan. Scone disajikan bersama clotted cream dan jam, sementara bagian paling atas biasanya diisi berbagai pastry atau cake yang dibuat lebih dekoratif.
Namun, ada satu hal yang sering membuat wisatawan keliru: afternoon tea berbeda dengan high tea.
High tea secara historis lebih merupakan makanan yang mengenyangkan, terutama bagi keluarga kelas pekerja setelah menyelesaikan pekerjaan. Hidangannya bisa berupa pie, daging, atau cheese on toast, bukan sekadar susunan makanan kecil seperti yang biasanya diasosiasikan dengan afternoon tea.
Mungkin karena afternoon tea menawarkan sesuatu yang berbeda dari aktivitas wisata pada umumnya.
Ketika berlibur, kita sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pagi mengunjungi museum, siang berjalan di kawasan kota, lalu sore mencari destinasi berikutnya. Afternoon tea justru mengajak kita berhenti sebentar.
Duduk di sebuah tea room atau hotel, memesan teh, lalu menikmati makanan secara perlahan memberikan kesempatan untuk merasakan Inggris tanpa harus terus berjalan.
Bahkan suasana tempatnya sering menjadi bagian dari pengalaman. Beberapa afternoon tea disajikan di bangunan bersejarah atau hotel dengan interior klasik. Ada pula tempat yang menawarkan konsep yang lebih modern dan kreatif.
Di Inggris, afternoon tea sendiri masih menjadi salah satu pengalaman kuliner yang ditawarkan kepada wisatawan. VisitBritain, misalnya, menampilkan afternoon tea sebagai salah satu pengalaman kuliner khas Britain, dari hotel mewah seperti The Ritz hingga institusi tea room yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Yang menarik, afternoon tea sekarang tidak berhenti sebagai tradisi lama.
Pengalaman ini terus beradaptasi. Ada tempat yang mempertahankan gaya klasik dengan porselen, linen, dan interior elegan. Ada juga yang membuat afternoon tea dengan tema tertentu, menyesuaikan musim, karakter tempat, bahkan budaya populer.
Di London, misalnya, The Ritz dikenal dengan afternoon tea di Palm Court-nya. Pengalaman ini bahkan menjadi bagian dari lokasi yang dikenal penggemar Downton Abbey.
Di luar London pun pengalaman serupa bisa ditemukan. Beberapa rumah bersejarah dan perkebunan yang dikelola National Trust memiliki tea room atau pengalaman minum teh yang menggabungkan kuliner dengan suasana sejarah.
Artinya, menikmati afternoon tea bisa menjadi cara untuk mengenal sisi Inggris yang tidak selalu terlihat dari landmark terkenalnya.
Tidak harus. Tapi kalau perjalanan ke Inggris ingin terasa sedikit lebih dekat dengan kehidupan dan kebiasaan lokal, afternoon tea bisa menjadi salah satu pengalaman yang menarik untuk dimasukkan ke itinerary.
Bukan karena harus mengikuti aturan tertentu atau mengejar tempat yang paling mewah.
Melainkan karena ada sesuatu yang menyenangkan dari memperlambat perjalanan untuk satu atau dua jam. Menikmati teh hangat, mencoba scone, berbincang dengan teman atau keluarga, lalu kembali berjalan menyusuri kota setelahnya.
Pada akhirnya, perjalanan bukan hanya tentang berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi.
Kadang, cerita tentang sebuah negara justru muncul ketika kita duduk, makan, dan menikmati waktunya perlahan.
Dan mungkin, itulah alasan afternoon tea masih terasa begitu Inggris sampai hari ini.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments