Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Liburan bareng keluarga memang terdengar menyenangkan. Tapi begitu mulai menyusun itinerary, masalahnya kadang baru terasa.
Anak ingin bermain, remaja ingin mencari tempat yang seru untuk foto, orang tua ingin jalan-jalan santai, sementara mungkin ada anggota keluarga lain yang lebih suka kulineran. Belum lagi kalau ada kakek atau nenek yang membutuhkan waktu istirahat lebih banyak.
Jadi, bagaimana caranya supaya semua tetap bisa menikmati perjalanan?
Kuncinya bukan mencari satu destinasi yang disukai semua orang, tetapi membuat perjalanan yang punya ruang untuk kebutuhan setiap anggota keluarga. Perencanaan yang melibatkan seluruh keluarga dan itinerary yang fleksibel juga menjadi salah satu cara yang disarankan untuk membuat family trip lebih nyaman.
Sebelum menentukan destinasi, coba lihat siapa saja yang akan ikut dalam perjalanan.
Family trip dengan anak balita tentu berbeda dengan perjalanan bersama anak remaja. Begitu juga kalau ada orang tua atau kakek-nenek. Kemampuan berjalan, kebutuhan istirahat, hingga aktivitas yang bisa dilakukan akan berbeda.
Karena itu, jangan hanya bertanya, “Mau pergi ke mana?” tetapi juga “Siapa saja yang ikut dan mereka butuh apa?”
Dari sini kamu bisa menentukan destinasi dan aktivitas yang lebih realistis.
Salah satu kesalahan dalam family trip adalah menganggap semua anggota keluarga harus melakukan aktivitas yang sama sepanjang hari.
Padahal, tidak masalah kalau satu aktivitas hanya diikuti sebagian anggota keluarga.
Misalnya, anak-anak bisa bermain di area outdoor sementara orang tua menikmati kopi atau beristirahat. Saat ada aktivitas yang membutuhkan banyak berjalan, anggota keluarga yang lebih tua juga bisa memilih kegiatan yang lebih santai.
Dengan begitu, liburan tidak berubah menjadi kewajiban untuk mengikuti seluruh itinerary.
Kalau selera dalam satu keluarga berbeda-beda, destinasi dengan pilihan aktivitas yang beragam biasanya lebih aman.
Tempat seperti kawasan wisata alam, resort, taman rekreasi, atau kota dengan banyak pilihan kuliner memungkinkan setiap anggota keluarga menemukan aktivitas yang mereka sukai.
Indonesia sendiri punya banyak pilihan family trip yang bisa disesuaikan dengan karakter keluarga, mulai dari wisata alam, desa wisata, aktivitas edukasi, sampai staycation.
Jadi, jangan hanya melihat apakah sebuah destinasi bagus untuk anak. Lihat juga apakah orang tua bisa nyaman berada di sana.
Itinerary tetap penting, terutama kalau membawa keluarga dalam jumlah banyak. Setidaknya semua orang tahu akan pergi ke mana dan kapan waktunya.
Namun, itinerary keluarga sebaiknya tidak dibuat seperti daftar target.
Misalnya, daripada memasukkan lima tempat dalam satu hari, pilih dua atau tiga destinasi utama dan sisakan waktu untuk makan serta istirahat. Kalau perjalanan ternyata lebih lama dari perkiraan, kamu masih punya ruang untuk mengubah rencana.
Untuk keluarga dengan anggota dari beberapa generasi, perjalanan yang lebih santai dan tidak terlalu sering berpindah tempat juga cenderung lebih nyaman.
Ini sering dianggap sepele, padahal bisa menentukan mood satu keluarga.
Anak yang terlalu lelah bisa mulai rewel. Orang tua bisa kehilangan energi. Bahkan anggota keluarga yang awalnya semangat jalan-jalan bisa akhirnya hanya ingin kembali ke hotel.
Karena itu, jangan takut menyisihkan waktu kosong dalam itinerary.
Setelah aktivitas pagi, misalnya, beri waktu untuk makan siang dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Liburan tidak harus aktif dari pagi sampai malam supaya terasa maksimal.
Tempat menginap juga perlu dipikirkan sejak awal.
Kalau bepergian bersama keluarga besar, perhatikan kapasitas kamar, akses menuju kamar, fasilitas anak, tempat makan, hingga apakah ada ruang untuk bersantai bersama.
Untuk keluarga dengan anak kecil, fasilitas seperti area bermain atau kolam renang bisa menjadi nilai tambah. Sementara kalau ada anggota keluarga yang lebih tua, akses yang mudah dan kenyamanan kamar bisa lebih penting daripada sekadar desain hotel yang bagus.
Jadi, jangan memilih penginapan hanya berdasarkan foto.
Kalau ada anak yang sudah cukup besar atau remaja, jangan selalu orang tua yang menentukan semuanya.
Coba berikan kesempatan kepada mereka untuk memilih satu aktivitas atau tempat yang ingin dikunjungi. Selain membuat mereka lebih antusias, cara ini juga bisa membuat perjalanan terasa lebih personal.
Anak atau remaja pun bisa belajar bahwa perjalanan keluarga adalah hasil keputusan bersama, bukan sekadar mengikuti jadwal orang tua.
Perbedaan selera makan juga bisa menjadi tantangan tersendiri.
Anak mungkin lebih suka makanan sederhana, sementara orang dewasa ingin mencoba kuliner lokal. Kalau ada anggota keluarga dengan pantangan makanan tertentu, hal ini juga perlu diperhatikan sejak awal.
Solusinya tidak harus mencari satu restoran yang sempurna. Kamu bisa memilih kawasan yang memiliki beberapa pilihan makanan sehingga setiap anggota keluarga tetap punya opsi.
Pada akhirnya, liburan keluarga bukan tentang membuat semua orang mendapatkan pengalaman yang sama.
Justru yang penting adalah setiap orang punya kesempatan menikmati perjalanan dengan caranya masing-masing.
Anak bisa mendapatkan pengalaman baru, orang tua bisa beristirahat, remaja bisa menemukan aktivitas yang mereka suka, dan seluruh keluarga tetap punya waktu untuk berkumpul.
Jadi, kalau suatu saat itinerary berubah karena anak mengantuk, orang tua ingin berhenti lebih lama, atau satu destinasi ternyata terlalu ramai, tidak perlu langsung merasa liburannya gagal.
Karena family trip yang berhasil bukan yang semua jadwalnya berjalan sempurna, tapi yang semua orang pulang dengan cerita yang menyenangkan.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments