Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

15

Sep

Hákarl: Kenapa Orang Islandia Makan Hiu yang Difermentasi?

Bayangkan kamu melihat potongan daging hiu yang sudah difermentasi, kemudian dikeringkan selama berbulan-bulan. Aromanya kuat seperti amonia dan rasanya juga bukan sesuatu yang mudah diterima lidah.

Inilah hákarl, salah satu makanan tradisional paling terkenal dari Islandia. Bagi wisatawan, makanan ini mungkin terlihat ekstrem. Namun bagi masyarakat Islandia, hákarl punya cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar makanan dengan bau menyengat.

Hidangan ini lahir dari kebutuhan untuk mengolah sumber makanan yang sebenarnya tidak bisa langsung dimakan ketika masih segar. Dari teknik pengawetan tradisional tersebut, lahirlah salah satu kuliner paling unik di Islandia.

Hiu yang Tidak Bisa Langsung Dimakan

Hákarl dibuat dari Greenland shark atau hiu Greenland. Yang membuat ikan ini berbeda adalah dagingnya mengandung kadar urea dan trimethylamine oxide (TMAO) yang tinggi.

Artinya, daging hiu tersebut tidak aman untuk langsung dikonsumsi dalam kondisi segar. Karena itu, masyarakat Islandia mengembangkan cara khusus untuk mengolahnya melalui proses fermentasi dan pengeringan.

Jadi, fermentasi pada hákarl bukan sekadar cara membuat rasa menjadi unik. Proses tersebut merupakan bagian penting untuk membuat daging hiu bisa dikonsumsi.

Dari Cara Bertahan Hidup Menjadi Tradisi

Teknik mengawetkan hiu ini sudah dilakukan masyarakat Islandia selama berabad-abad. Pada masa ketika kulkas dan teknologi penyimpanan makanan belum tersedia, mengawetkan makanan merupakan bagian penting dari kehidupan.

Islandia memiliki kondisi alam yang keras dan sumber daya tertentu tidak selalu mudah didapatkan. Garam juga dulu relatif sulit diperoleh karena keterbatasan kayu bakar untuk produksinya. Karena itu, masyarakat mengandalkan metode lain seperti fermentasi dan pengeringan untuk memperpanjang umur makanan.

Hiu yang difermentasi kemudian bisa disimpan dalam waktu lama. Apa yang awalnya merupakan solusi untuk bertahan hidup akhirnya berkembang menjadi bagian dari tradisi kuliner Islandia.

Bagaimana Hákarl Dibuat?

Proses tradisionalnya cukup panjang.

Daging hiu terlebih dahulu dipotong dan ditempatkan dalam lubang berisi kerikil atau pasir. Pada metode lama, daging kemudian ditutup dengan batu, rumput laut, atau tanah dan dibiarkan selama beberapa minggu.

Selama proses tersebut, cairan dari daging akan keluar dan proses fermentasi berlangsung. Setelah beberapa minggu, daging diangkat, dibersihkan, lalu digantung di tempat terbuka untuk dikeringkan selama beberapa bulan.

Saat ini, metode modern biasanya menggunakan wadah berlubang untuk membantu mengeluarkan cairan selama proses fermentasi. Meski caranya berubah, prinsip dasarnya masih sama: fermentasi lalu pengeringan.

Kenapa Baunya Sangat Menyengat?

Inilah bagian yang membuat hákarl terkenal di seluruh dunia.

Daging hákarl memiliki aroma yang sangat kuat dan sering digambarkan seperti bau amonia atau bahan pembersih. Bahkan orang yang baru pertama kali mencobanya biasanya lebih terkejut oleh aromanya dibanding tampilannya.

Penelitian yang diterbitkan pada 2026 menemukan bahwa trimethylamine menjadi salah satu senyawa volatil utama pada hákarl yang sudah siap dimakan. Senyawa inilah yang ikut berhubungan dengan aroma khasnya.

Jadi, bau ekstrem yang sering diceritakan wisatawan ternyata bukan sekadar cerita yang dilebih-lebihkan.

Rasanya Seperti Apa?

Tekstur hákarl cenderung padat dan agak kenyal. Rasanya sangat kuat, dengan aroma yang tetap terasa setelah dimakan.

Bagi orang yang tidak terbiasa dengan makanan fermentasi, rasanya mungkin cukup mengejutkan. National Geographic bahkan menggambarkan sensasi amonianya sebagai sesuatu yang sangat kuat dan bertahan cukup lama di mulut.

Karena rasanya yang ekstrem, hákarl biasanya disajikan dalam potongan kecil. Di Islandia, makanan ini juga sering disantap bersama Brennivín, minuman khas Islandia yang dibuat dari schnapps beraroma jintan.

Hákarl dan Festival Musim Dingin

Saat ini, hákarl sudah tidak menjadi makanan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat Islandia. Makanan ini lebih sering muncul sebagai bagian dari tradisi Þorrablót, perayaan musim dingin yang biasanya berlangsung sekitar Januari hingga Februari.

Hákarl disajikan bersama berbagai makanan tradisional lain yang dulunya menjadi bagian dari pola makan masyarakat Islandia.

Karena itu, mencicipi hákarl sebenarnya bukan hanya soal mencoba makanan ekstrem. Ada unsur nostalgia dan penghormatan terhadap cara hidup masyarakat Islandia pada masa lalu.

Bukan Sekadar “Makanan Aneh”

Popularitas hákarl di kalangan wisatawan sering membuatnya dianggap sebagai makanan tantangan. Orang datang, mencium aromanya, mencoba satu potong, lalu merekam reaksinya.

Padahal, kalau melihat sejarahnya, hákarl justru menunjukkan bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan.

Masyarakat Islandia menemukan cara untuk mengubah bahan makanan yang awalnya tidak bisa dikonsumsi secara langsung menjadi sesuatu yang dapat disimpan dan dimakan. Teknik tersebut kemudian diwariskan hingga menjadi bagian dari identitas kuliner.

Itulah yang membuat hákarl menarik. Yang terlihat ekstrem hari ini sebenarnya berawal dari kebutuhan sederhana: bagaimana caranya bertahan hidup dengan sumber makanan yang tersedia.

Dari Survival Food Jadi Pengalaman Wisata

Sekarang hákarl masih bisa ditemukan di berbagai tempat di Islandia dan sering menjadi salah satu makanan yang dicari wisatawan yang ingin mengenal kuliner tradisional negara tersebut.

Namun, pengalaman mencicipinya sebenarnya tidak harus dipandang sebagai perlombaan siapa yang paling kuat menahan bau. Hákarl lebih menarik ketika dilihat sebagai bagian dari perjalanan sejarah makanan Islandia.

Satu potong kecil daging hiu membawa cerita tentang laut, musim dingin, teknik pengawetan, dan kehidupan masyarakat di sebuah negara yang sejak dulu harus beradaptasi dengan alamnya.

Dan mungkin, itu alasan mengapa hákarl tetap bertahan sampai sekarang. Bukan karena semua orang Islandia ingin makan makanan yang ekstrem, tetapi karena di balik rasanya yang kuat ada cerita tentang bagaimana sebuah masyarakat belajar bertahan hidup.



Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS